STUDI KELAYAKAN FINANSIAL KOPI RAKYAT(Studi Kasus di Desa Besowo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri)

DAVID ARIWIJAYA

Abstract


Indonesia telah dikenal sebagai penghasil dan pengekspor kopi Robusta terbesar dan penghasil kopi ketiga terbesar di dunia. Untuk kawasan Asia-Pasifik , Indonesia merupakan penghasil kopi terbesar dengan proporsi sekitar 40,6%. Pada umumnya tanaman kopi dimiliki dan dikelola oleh petani. Pembangunan perkebunan kopi rakyat dalam skala besar akan mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak, mulai dari tahap persiapan, konstruksi sampai pasca konstruksi. Namun demikian sampai saat ini pada intinya pengembangan usaha kopi rakyat masih mengalami kendala, diantaranya ialah masalah permodalan serta keuntungan usaha kopi rakyat jika terjadi perubahan produktivitas dan harga kopi.
tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui kelayakan finansial usaha kopi rakyat di Desa Besowo, 2) Mengetahui kapan usaha kopi rakyat mampu mengembalikan seluruh biaya investasi, 3) Mengetahui perubahan yang terjadi pada keuntungan usaha kopi rakyat jika terjadi perubahan benefit dan biaya. Sedangkan untuk dugaan sementara adalah usaha kopi rakyat secara finansial layak dan dengan adanya penurunan benefit atau kenaikan biaya kopi sampai 10% usaha kopi rakyat masih layak.
Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja atas dasar bahwa Desa Besowo merupakan sentra tanaman kopi di Kabupaten Kediri. Untuk mendapatkan sample dilakukan dengan metode stratified random sampling, dimana sebagai dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah umur tanaman kopi, dimana tiap umur tanaman kopi diambil tiga orang responden. Sedangkan analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Payback Periods, Analisa Sensitivitas.
Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil yaitu bahwa usaha kopi rakyat di Desa Besowo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri secara finansial layak untuk diusahakan. Besarnya nilai NPV dengan discount faktor 12% sama dengan Rp 10.559.843,01 sedangkan IRR yang diperoleh sama dengan 15,034% dan Net B/C Ratio dengan discount faktor 12% sama dengan 1,502.
Payback period yang diperoleh oleh petani pada pengusahaan kopi rakyat yaitu pada tahun ke delapan. Hal ini mengingat bahwa tanaman kopi baru menghasilkan pada umur empat tahun. Setelah dihitung dengan analisa sensitivitas didapat hasil bahwa dengan adanya penurunan benefit atau kenaikan biaya sampai 10% usaha kopi rakyat masih layak untuk diusahakan. Kenaikan TC sebesar 10% didapat NPV sebesar Rp 5.124.938,62 dengan sensitivitas 19,43% dan dengan penurunan benefit sebesar 10% didapat NPV sebesar Rp4.068.083,01 dengan sensitivitas 16,27%.

Keyword : STUDI KELAYAKAN FINANSIAL USAHA KOPI RAKYAT

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/62/jiptummpp-gdl-s1-2005-davidariwi-3059-Pendahul-n.pdf


Keywords


STUDI KELAYAKAN FINANSIAL USAHA KOPI RAKYAT