PENGELOLAAN KELEMBAGAAN PADA PROGRAM PEMBINAAN MASYARAKAT DESA HUTAN (PMDH) (Studi Kasus di Desa Mentaraman RPH Donomulyo BKPH Sengguruh KPH Malang)

RINAWATI HASANAH

Abstract


Kepadatan penduduk menyebabkan adanya tekanan terhadap sumberdaya alam. Lahan pertanian yang semakin sempit akibat pengalihan fungsi dari lahan pertanian ke penggunaan yang lain menyebabkan masyarakat terutama yang bermukim di sekitar hutan memanfaatkan hutan untuk dijadikan sebagai lahan pertanian. Namun dalam upaya pemenuhan kebutuhan ini belum didasarkan pada upaya pelestarian lingkungan hidup dan mengakibatkan ketahanan dan fungsi lahan terancam.
Upaya masyarakat untuk menguasai hutan dengan cara penebangan liar, penjarahan kayu, penggembalaan liar dan sebagainya tidak dapat dibiarkan mengingat hutan merupakan faktor dominan dalam mendukung lingkungan yang berkualitas. Karena itu perlu ditingkatkan pengelolaannya agar kerusakan hutan dapat dicegah. Pengelolaan hutan tidak dapat dilakukan secara parsial mengingat semakin meluasnya kawasan hutan kosong, lahan bermasalah, tata guna lahan yang semrawut, produktivitas rendah, rendahnya akses rakyat terhadap lahan hutan dan tidak adanya pengakuan terhadap hak-hak rakyat terhadap hutan.Untuk mengatasi problematika diatas maka Perum Perhutani mengeluarkan kebijakan mengenai upaya melestarikan fungsi hutan dengan mengikutsertakan peran serta masyarakat dalam pengelolaan hutan melalui program Pembinaan Masyarakat Desa Hutan (PMDH). Dengan program PMDH ini memberikan harapan baru dalam upaya melestarikan fungsi hutan yang akhirnya mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan kualitas lingkungan.Keberhasilan dari program Pembinaan Masyarakat Desa Hutan (PMDH) dilihat dari bagaimana partisipasi masyarakat sekitar hutan karena masyarakat ini yang berperan dalam operasional pengelolaan Program Pembinaan Masyarakat Desa Hutan (PMDH) dan pengelolaan kelembagaan di masyarakat yang tergabung dalam lembaga yang disebut Kelompok Tani Hutan.
Dari permasalahan diatas maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk: mengetahui pelaksanaan dan partisipasi masyarakat yang terlibat dalam program PMDH, mengetahui aspek kelembagaan dalam program PMDH, mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat yang terlibat dalam program PMDH. Penentuan daerah dilakukan secara sengaja (purposive) yaitu di Desa Mentaraman Kecamatan Donomulyo RPH Donomulyo BKPH Sengguruh KPH Malang. Penelitian yang dilakukan di daerah ini berdasarkan pertimbangan bahwa daerah ini sudah ada program Pembinaan Masyarakat Desa Hutan (PMDH) dan sudah terbentuk Kelompok Tani Hutan (KTH). Data dikumpulkan dari data primer yaitu observasi, wawancara dan data sekunder.Penentuan responden dilakukan dengan metode Simple Random Sampling dengan prosentase 15 % sehingga anggota KTH yang dijadikan responden adalah 40 orang dari 267 orang. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk mendeskripsikan/menggambarkan fenomena yang ada di daerah penelitian. Analisis kesejahteraan dengan mengukur pendapatan rumah tangga. Analisis pendapatan yang digunakan adalah analisa biaya dengan rumus TC = TFC + TVC, analisa penerimaan dengan rumus TR = P x Q dan analisa pendapatan dengan rumus p = TR ? TC. Kontribusi pendapatan terhadap pendapatan rumah tangga pertahun dan pendapatan perkapita pertahun dengan 320 Kg setara beras.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat yang terlibat dalam hal teknis adalah baik yaitu mencapai 94,24 %, sedangkan partisipasi non teknis sebesar 39,19 %. Dengan prosentase tersebut dapat dikatakan partisipasi masyarakat cukup baik. Manajemen kelembagaan informal yaitu KTH masih belum berjalan dengan lancar dan masih lemah. Hal ini dapat dilihat dari organisasi, administrasi, permodalan, usaha produktif dan kemandirian. Kelemahan manajemen ini disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya organisasi / kelompok, lemahnya komunikasi / koordinasi diantara para pengurus dan para anggota, kualitas SDM yang masih rendah, rendahnya peranan pengurus KTH dalam mengkoordinasikan anggotanya untuk mengembangkan usaha produktif, terbatasnya SDM dalam KTH yang mempunyai jiwa wirausaha baik untuk dirinya sendiri maupun untuk kelompok, rendahnya ketrampilan dan modal yang dimiliki.
Hasil rekapitulasi total PMDH sebesar 408,895. Dari hasil ini menunjukkan bahwa program PMDH cukup berjalan dengan baik. Hal ini juga dapat dilihat dari Pendapatan yang berasal dari program PMDH yang menyumbang pendapatan rumah tangga total sebesar 66,01 %. Rata-rata pendapatan total sebesar Rp. 2.830.573,20. Dengan rata-rata pendapatan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat yang terlibat dalam program PMDH ini sejahtera. Keberhasilan program PMDH tidak hanya dilihat dari tingkat kesejahteraan masyarakat sekitar hutan tetapi juga dilihat dari kelestarian hutannya. Kelestarian hutan dapat diukur salah satunya dari prosentase tumbuh tanaman. Dari pengamatan di lapang, prosentase tumbuh tanaman rata-rata mencapai 90,125 %. Hal ini berarti bahwa kualitas lingkungan hidup adalah baik.
Saran dari hasil penelitian ini adalah Pembinaan terhadap KTH Mitra Wana Pertiwi perlu ditingkatkan mengingat masih terdapat kelemahan-kelemahan yang harus segera ditangani secara serius oleh pihak yang terkait dalam hal ini adalah Perum Perhutani dan Pemerintah daerah selaku pihak yang bertanggungjawab dan selaku pembina KTH. Pembinaan ini berupa pembinaan kelembagaan yang terdiri dari pembinaan organisasi, pembinaan adminstrasi, pembinaan permodalan, pembinaan usaha produktif dan pembinaan kemandirian. Membuka dan memperluas jaringan dengan kelompok yang lain, pemerintah dan swasta. Hal ini akan membantu anggota KTH dalam pengembangan usaha produktif maupun masalah-masalah yang lain. Untuk mengembangkan kelembagaan dilakukan beberapa tahapan antara lain : membangun komitmen bersama, meningkatkan kemampuan manajemen pengurus, mengembangkan dan menambah unit usaha.

Keyword : Pembinaan Masyarakat; Hutan; PMDH

link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/62/jiptummpp-gdl-s1-2005-rinawatiha-3088-Pendahul-n.pdf


Keywords


Pembinaan Masyarakat; Hutan; PMDH