EFEKTIVITAS PENGGUNAAN JENIS PELARUT DAN ASAM DALAM PROSES EKSTRAKSI PIGMEN ANTOSIANIN BUNGA KANA (Canna coccinea Mill.)

DIAH PERMATA SARI

Abstract


Dengan berkembangnya industri pengolahan pangan dan terbatasnya jumlah dan mutu zat pewarna alami, menyebabkan penggunaan zat warna sintetis meningkat (Garcia dan Cruz Remes, 1993). Sejak ditemukannya zat pewarna sintetik penggunaan pigmen sebagai zat warna alami semakin menurun, meskipun keberadaannya tidak menghilang sama sekali (Winarno, 1992). Menurut Jenie et al.(1994), penggunaan pewarna sintetik sebagai pewarna makanan atau minuman dapat berdampak negatif yaitu menyebabkan toksik dan karsiogenik. Zat-zat warna merah, hijau, biru, kuning, dan oranye yang dijumpai di alam dan terdapat di dalam makanan, ditambah dengan sifat fisisnya akan memberikan indikasi visual tentang kualitasnya (Desrosier, 1988).Menurut Rukmana (1997), kegunaan tanaman kana belum banyak terungkap, namun biasanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias dan bahan obat tradisional. Warna bunganya yang beraneka, dari merah, kuning, sembur kuning dan merah, menunjukkan bahwa bunga tersebut mengandung pigmen, yang dapat digunakan sebagai zat warna alami pengganti pewarna sintetik.Dalam mengekstrak zat warna diperlukan metode yang sesuai dengan sifat bahan (sumber pigmen), agar dihasilkan rendemen dan stabilitas pigmen yang tinggi. Beberapa metode ekstraksi zat warna antosianin dari bahan alami, telah banyak dilaporkan seperti ekstraksi dengan pelarut organik yang diasamkan dengan asam organik (Francis, 1982) dan yang diasamkan dengan asam anorganik (Budiarto, 1991; Chiriboda dan Framcis, 1970 dalam Francis, 1987).
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara jenis pelarut dan asam pada proses ekstraksi bunga kana terhadap kualitas pigmen antosianin yang dihasilkan, dan untuk menentukan jenis pelarut dan asam yang tepat dalam proses ekstraksi bunga kana, dalam menghasilkan pigmen antosianin yang maksimal, serta untuk mengetahui jenis antosianin yang terdapat dalam bunga kana.Hipotesis dalam penelitian ini adalah:
1)Terjadinya interaksi antara jenis pelarut dan asam pada proses ekstraksi bunga kana dalam menghasilkan pigmen antosianin yang maksimal.
2)Terdapat pengaruh yang berbeda pada masing-masing penggunaan jenis pelarut dan asam pada proses ekstraksi bunga kana terhadap kualitas pigmen antosianin yang dihasilkan.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan 11April 2003 sampai dengan 05 Juni 2003, di Laboratorium Kimia (MIPA) Universitas Brawijaya dan Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian, Laboratorium Makanan dan Nutrisi Ternak, Laboratorium Bioteknologi Universitas Muhammadiyah Malang.Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok secara faktorial, dengan dua faktor yaitu :
Faktor I : jenis pelarut
P1 = Aquades
P2 = Etanol 95 %
P3 = Aseton 60 %
Faktor II : jenis asam
A 1 = HCl 1 %
A 2 = asam sitrat 3 %
A 3 = asam asetat 3%
Dua faktor tersebut dikombinasikan, sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan, yaitu P1A1 (Aquades, HCl 1%), P1A2 (Aquades, sitrat 3%), P1A3 (Aquades,asetat 3%), P2A1 (Etanol, HCl 1%), P2A2 (Etanol, sitrat 3%), P2A3 (Etanol, asetat 3%), P3A1(Aseton, HCl !%), P3A2 (Aseton, sitrat 3%), P3A3 (Aseton, asetat 3%).
Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial, dan akan dilakukan pengulangan sebanyak tiga (3) kali. Data yang diperoleh lalu dianalisa dengan menggunakan analisis ragam, dan jika terdapat perbedaan secara nyata maka dilanjutkan dengan uji beda menggunakan UJD (Uji Jarak Duncan) (Sudjana (1992); Stell dan Torrie (1991)).
Variabel yang diamati pada penelitian ini, meliputi : absorbansi filtrat, pH, intensitas warna (L,a,b), absorbansi konsentrat, kadar antosianin dan rendemennya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan etanol 95% dengan asam asetat 3% (P2A3) menghasilkan kualitas pigmen yang terbaik dengan pH 3,4, absorbansi filtrat sebesar 3,481, absorbansi konsentrat sebesar 17,318, kadar antosianin 9,533 mg/100ml, dan rendemen tertinggi 17,160 % atau mg/100ml.
Saran yang dikemukakan adalah: dianjurkan pada penelitian lanjutan (dalam bidang yang sama) untuk melakukan aplikasi pigmen antosianin terhadap beberapa bentuk produk pangan, dan diharapkan dapat dilanjutkan dengan uji biologis untuk mengetahui tingkat keamanan konsumsi bagi manusia.

Keyword : Jenis Pelarut; Ekstraksi Pigmen

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/62/jiptummpp-gdl-s1-2005-diahpermat-3092-Pendahul-n.pdf


Keywords


Jenis Pelarut; Ekstraksi Pigmen