SUBSTITUSI KARBOHIDRAT DARI BERAS KE TERIGU DI DAERAH PEDESAAN DAN PERKOTAAN(Studi Kasus di Wilayah Kabupaten dan Kota Malang)

EVA AYUSARI

Abstract


Beras merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia. Tingkat ketergantungan masyarakat pada beras cukup tinggi. Hal ini disebabkan adanya pergeseran makanan pokok di beberapa daerah sejak beberapa tahun yang lalu. Masyarakat yang awalnya mempunyai makanan pokok seperti jagung, ubi jalar, gaplek dan sagu, kini mulai mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok sehari-hari mereka.Kuantitas konsumsi beras perkapita pertahun menunjukkan peningkatan dari 113 Kg pada tahun 1980 menjadi 120 Kg pada tahun 1990. Peningkatan ini diikuti dengan menurunnya konsumsi perkapita pertahun untuk bahan makanan jagung, ubi kayu, ubi jalar dan gaplek. Dari gambaran ini, untuk kelompok padi-padian dan umbi-umbian, tampaknya beras masih merupakan bahan pokok utama yang dominan sebagai sumber kalori dan protein dibanding dengan alternatif lain (Arsjad dkk, 1993:60). Ketergantungan terhadap beras ini memaksa kita untuk melakukan impor beras karena produksi beras nasional ternyata masih kurang untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional.Dengan kondisi tersebut, maka dibutuhkan sebuah solusi untuk merubahnya. Salah satu alternatifnya adalah kembali kepada penganekaragaman pangan. Seperti telah diungkapkan oleh Arsjad dkk (1993:50) bahwa relatif tingginya laju pertumbuhan penduduk serta masih besarnya penduduk yang porsi konsumsi pangannya tergantung pada beras, menyebabkan permintaan terhadap beras meningkat melebihi kapasitas produksi. Untuk mengurangi tekanan terhadap beras, upaya diversifikasi konsumsi menjadi suatu keharusan di masa mendatang

Keyword : Karbohidrat; Beras; Terigu

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/63/jiptummpp-gdl-s1-2005-evaayusari-3121-pendahul-n.pdf


Keywords


Karbohidrat; Beras; Terigu