ANALISA KOMPARATIF PENDAPATAN USAHA KECILMIE KERING DAN MIE BASAH(Studi Kasus Home Industri Mie di Kotamadya Surabaya)

ARLISA EKA LARASATY

Abstract


Kebutuhan pangan merupakan prioritas yang harus dipenuhi oleh masyarakat. Meskipun sebagian penduduk masih mengkonsumsi pangan dengan alternatif, seperti gaplek, beras, jagung, sagu atau ubi jalar, tetapi nyatanya tepung terigu menjadi lebih adaptif. Gejala ini bukan saja bagi golongan menengah keatas tetapi kalangan bawah pun sudah terbiasa mengkonsumsi mie, jajanan, roti atau kue yang semua berbasis pada tepung terigu (Sadjad, 2000).Pemanfaatan tepung terigu dalam pemberdayaan pelaku ekonomi skala kecil dapat dilihat dari fenomena munculnya sektor-sektor usaha kecil baru, munculnya peluang kesempatan bagi pengusaha-pengusaha disektor pembuatan peralatan usaha, munculnya pedagang-pedagang yang memasarkan produk olahan yang berbasis tepung terigu. Salah satu faktor penting yang menyebabkan besarnya konsumsi tepung terigu adalah meningkatnya kesejahteraan industri mie dan pola konsumsi masyarakat terhadap komoditi non beras, terutama roti dan mie.
Keberhasilan peningkatan produksi dalam menghasilkan produk mie sangat dipengaruhi oleh masukan berbagai faktor produksi, dimana faktor produksi yang paling menunjang adalah dalam penggunaan dan pemilihan tepung terigu. Apabila pada awalnya menggunakan tepung terigu yang berkualitas maka akan didapatkan hasil mie yang berkualitas pula. Untuk memenuhi permintaan pasar dan kebutuhan konsumen akan mie, para pengusaha kecil pun berupaya untuk menganekaragamkan hasil olahannya sebagai contoh mereka menciptakan dua macam produk mie yaitu mie kering dan mie basah. Berusaha dengan alat atau kemampuan yang sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu atau berusaha untuk memperoleh hasil sebesar-besarnya dengan alat atau kemampuan tertentu.Tujuan dari penelitian :
1.Untuk mengetahui besarnya volume produksi rata-rata perminggu mie kering, mie basah mentah dan mie basah matang pada usaha kecil mie di Kotamadya Surabaya.
2.Untuk mengetahui besarnya volume impas mie kering, mie basah mentah dan mie basah matang pada usaha kecil mie di Kotamadya Surabaya.
3.Untuk menganalisis perbedaan pendapatan rata-rata perminggu mie kering, mie basah mentah dan mie basah matang pada usaha kecil mie di Kotamadya Surabaya.
Lokasi penelitian dilakukan di kota Surabaya, tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sampling aksidental (Accidental sampling). Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Data primer didapat melalui interview, questioner dan observasi. Sedangkan data sekunder berwujud data dokumentasi atau data laporan yang telah tersedia.Untuk analisa data, yang pertama menggunakan analisa pendapatan yang bertujuan untuk mengetahui rata-rata besarnya pendapatan yang diperoleh pada usaha kecil mie kering, mie basah mentah dan mie basah matang. Analisa kedua yaitu analisa break-even point yang bertujuan untuk mengetahui volume impas atau keadaan dimana volume produksi penghasilannya tepat sama besarnya dengan biaya total, sehingga perusahaan tidak mendapatkan keuntungan ataupun menderita kerugian. Analisa ketiga, yaitu menggunakan uji beda rata-rata (uji t) yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pendapatan rata-rata perminggu antara usaha kecil mie kering, mie basah mentah dan mie basah matang yang ada di Kotamadya Surabaya.Hasil analisis dari tujuan pertama dengan taraf kepercayaan 95% menunjukkan bahwa volume produksi rata rata perminggu mie basah mentah dengan mie kering yang ditunjukkan dengan nilai probabilitas 0,011 < 0,05 berarti volume produksi rata-rata perminggu mie basah mentah berbeda dengan mie kering. Pada mie basah matang dengan mie kering ditunjukkan nilai probabilitas 0,001 < 0,05 artinya volume produksi rata-rata perminggu mie basah matang dengan mie kering juga berbeda secara signifikan. Sedangkan pada mie basah matang dengan mie basah mentah diperoleh nilai probabilitas 0,361 > 0,05 artinya volume produksi rata-rata perminggu antara mie basah mentah dengan mie basah matang tidak berbeda secara signifikan.Hasil analisis dari tujuan kedua menunjukan bahwa BEP volume penjualan pada mie kering dipeoleh sebesar 1300 kg dengan penjualan sebesar Rp 7.786.954. Pada mie basah mentah diperoleh sebesar 644 kg dengan penjualan sebesar Rp 2.458.600 dan pada mie basah matang diperoleh BEP volume penjualan sebesar 542 kg dengan penjualan sebesar Rp 2.053.197.
Hasil analisis dari tujuan pertama dengan taraf kepercayaan 95% menunjukkan bahwa pendapatan rata rata perminggu mie kering dengan mie basah mentah yang ditunjukkan dengan nilai probabilitas 0,01 < 0,05, berarti pendapatan rata-rata perminggu mie kering dengan mie basah mentah berbeda secara signifikan. Pada mie kering dengan mie basah matang ditunjukkan nilai probabilitas 0,01 < 0,05 artinya pendapatan rata-rata perminggu mie kering dengan mie basah matang juga berbeda secara signifikan. Sedangkan pada mie basah matang dengan mie basah mentah diperoleh nilai probabilitas 0,565 > 0,05 artinya pendapatan rata-rata perminggu antara mie basah mentah dengan mie basah matang tidak berbeda secara signifikan.

Keyword : Analisa Komparatif; Mie Kering; Mie Basah

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/63/jiptummpp-gdl-s1-2005-arlisaekal-3122-pendahul-n.pdf


Keywords


Analisa Komparatif; Mie Kering; Mie Basah