POLA KEMITRAAN USAHATANI GARUT DI PERHUTANAN SOSIAL DENGAN PONDOK PESANTREN (PP)(Studi kasus di PP. Wanatani Sumberingin Kec. Sanan Kulon Kab. Blitar

ACHMAD FIRSADAH JALIL

Abstract


Salah satu pendapatan negara terbesar dari hasilhutannya. Oleh karena itu hutan perlu dijaga klestariannya dan dipertahankan sebagai komponen fasilitas lingkungan global. Saat ini pemerintah melakukan program reboisasi dan pelestarian di kawasan hutan dengan menunjuk Perum Perhutani sebagai pelaksana, Untuk itu Perum Perhutani melakukan program perhutanan sosial dalam rangka pemberdayaan masyarakat sekitar hutan (pesanggem). Dalam pelaksanaan program tersebut melibatkan berbagai pihak untuk dijadikan mitra, adapun yang dijadikan mitra adalah Pondok Pesantren Wanatani.
Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui model atau pola kemitraan usahatani yang diterapkan pada perhutanan sosial antara Perhutani dengan PP. Wanatani. (2) Mengidentifikasi kelembagaan yang turut dalamkemitraan usahatani garut. (3) Mngetahui mamfaat yang diperoleh dari pola kemitraan. (4) Mengetahui pembagian pendapatan usahatani garut bagi petani, pondok pesantren dan perhutani.
Dari hasil penelitian dan pembahasan maka pola kemitraan yang diterapkan pada kawasan perhutanan sosial antara Perhutani dengan Pondok Pesantren Wanatani adalah Pola Kemitraan Kontrak Kerja. Hal ini terbukti dengan dilimpahkannya kepada santri dan masyarakat sekitar selaku submitra sebagai pelaksana oleh Pondok Pesantren yang bermitra. Identifikasi kelembagaan dalam kemitraan ini adalah sifatnya resmi, hal ini diperkuat dengan adanya perjanjian tertulis antara kedua belah pihak tentang hak dan kewajiban masing-masing. Adapun Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjalankan program kemitraan ini sangat kurang dan terbatas, sedang potensi yang dimiliki masih rendah karena pengetahuan yang didapat sangat kurang.
Dengan adanya pola kemitraan ini manfaat yang diperoleh sangatlah besar seperti Perhutani manfaat yang diperoleh adalah selain mendapat bagi hasil dari petani sebesar 25% dari usahatani garut juga mempermudah dalam pengawasan tanaman Perhutani, terhindarnya dari areal rerumputan dan pengurangan laju erosi oleh penutupan tajuk tanaman semusim serta adanya imbasan pupuk dari pemupukan tanaman semusim, sekaligus terhindarnya dari pencurian dan penebangan kayu secara liar. Adapun manfaat yang diperoleh Pondok Pesantren Wanatani adalah adanya pemberdayaan Pondok Pesantren melalui santrinya untuk belajar berusahatani sebagai bekal setelah keluar dari Pondok Pesantren, selain itu adanya pemberdayaan koperasi Pondok Pesantren Wanatani dengan memasarkan hasil produksi usahatani garut dari petani dan mendapat pengahasilan dari hasil memasarkan hasil produksi usahatani garut tersebut sebesar 15%. Sedangkan manfaat yang diperoleh petani adalah tidak adanya biaya sewa lahan, adanya bantuan dana sebagai modal untuk usahatani garut dengan penegmbaliannya sistem bagi hasil, adanya penampungan hasil produksi usahatani garut untuk dipasarkan, selain itu adanya lapangan pekerjaan baru dan bertambahnya wawasan mengenai berusahatani yang baik.
Dari hasil analisa dan perhitungan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa penerimaan usahatani garut oleh petani di kawasan perhutanan sosial rata-rata perhektarnya Rp. 4.597.500 dengan rata-rata produksi garut sebesar 9.195 Kg/Ha, adapun harga persatuannya adalah Rp. 500/Kg. Untuk total biaya yang dikeluarkan petani garut rata-rata per hektarnya adalah Rp. 2.819.300. Sedangkan Pendapatan bersih petani garut Rp.111.625 setelah pengurangan dari totol biaya produksi ditambah pembebanan pengembalian pinjaman sebesar Rp. 1.1489.375 dan penyetoran dari hasil pemasaran kepada koperasi Pondok Pesantren Wanatani sebesar Rp. 517.200 oleh masing-masing petani penggarap lahan Perhutani. Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa usahatani garut yang dijalankan dalam program kemitraan tidaklah menguntungkan bagi petani.

Keyword : Usaha Tani; Perhutanan Sosial

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/64/jiptummpp-gdl-s1-2005-achmadfirs-3186-Pendahul-n.pdf


Keywords


Usaha Tani; Perhutanan Sosial