ANALISIS FINANSIAL BUDIDAYA SALAK PONDOH (Salacca edulis ReinW.)Studi Kasus di Desa SukodonoKecamatan Dampit Kabupaten Malang

RIRIN KUSUMARINI

Abstract


Di Kabupaten Malang terdapat dua jenis salak yang dibudidayakan secara intensif yaitu salak Swaru dan salak Pondoh. Salak pondoh sangat menarik untuk dikaji secara finansial karena sudah mulai banyak yang membudidayakannya terutama di Desa Sukodono Kecamatan Dampit Kabupaten Malang.
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui kelayakan finansial budidaya salak pondoh. (2) Mengetahui kelayakan finansial budidaya salak pondoh jika ada perubahan biaya dan penerimaan sebesar 10%.
Hipotesis dari penelitian ini adalah (1) diduga budidaya salak pondoh secara finansial layak untuk diusahakan. (2) diduga budidaya salak pondoh secara finansial masih layak untuk diusahakan apabila ada perubahan pada biaya dan penerimaannya.
Penelitian dilakukan di Desa Sukodono Kecamatan Dampit kabupaten Malang. Penentuan daerah dilakukan secara sengaja (purposive) berdasakan pertimbangan bahwa Desa Sukodono merupakan sentra pengembangan budidaya salak pondoh di Kabupaten Malang.
Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan metode stratified sampling. Stratifikasi didasarkan pada umur tanaman yang dimiliki petani, dengan tujuan untuk mendapatkan contoh tanaman salak pondoh dari kelompok umur 0 hingga 10 tahun.
Data yang dihimpun dalam penelitian merupakan data primer yang diambil secara langsung dari responden petani salak pondoh dan data sekunder yang diambil dari sumber lain sebagai penunjang. Teknik pengumpulan data dengan wawancara semi terstruktur dan dokumentasi.
Analisa data dilakukan untuk mengetahui kelayakan budidaya salak pondoh secara finansial. Kriteria investasi yang digunakan adalah Net Present value (NPV), Net B/C Ratio, Internal Rate of Return (IRR), Analisis Sensitivitas, dan Payback Period (PP).
Hasil penelitian dengan dengan menggunakan analisis finansial dan analisis sensitivitas pada budidaya salak pondoh di Desa Sukodono Kecamatan Dampit Kabupten Malang dapat disimpulkan bahwa:
1.Dalam kondisi normal.
Pada DF 18 % diperoleh nilai NPV sebesar Rp.44.708.545,00 dan Net B/C Ratio sebesar 3,34% dan nilai IRR sebesar 60,065%. Dari ketiga kriteria tersebut masih di atas syarat kriteria. Terbukti dari nilai NPV yang bernilai > 0, nilai Net B/C Ratio > 1, dan nilai IRR yang lebih besar dari tingkat bunga yang berlaku di daerah penelitian.
2.Asumsi terjadi kenaikan biaya sebesar 10%.
Pada Df 18 % terjadi penurunan nilai NPV sebesar Rp.3.382.719,00 dari NPV semula menjadi Rp.41.325.826,00 atau sebesar 7,566% perubahan dengan tingkat sensitivitas sebesar 132,17%. Dengan asumsi terjadi kenaikan biaya sebesar 10% secara finansial terbukti layak untuk terus diusahakan karena masih tetap berada di atas syarat kriteria.
3.Asumsi terjadi penurunan penerimaan sebesar 10%.
Pada DF 18% terjadi penurunan nilai NPV sebesar Rp.7.853.574 dari NPV semula menjadi Rp.36.854.971,00 atau sebesar 17,566% perubahan dengan tingkat sensitivitas sebesar 56,928%. Dengan asumsi terjadi penurunan penerimaan sebesar10% secara finansial budidaya salak pondoh masih tetap layak untuk diusahakan karena masih berada di atas syarat kriteria walaupun penurunan ini berpengaruh cukup besar terhadap perubahan nilai NPV.
4.Dari kedua asumsi di atas diperoleh analisis sensitivitas pada penurunan penerimaan sebesar 10% yang lebih sensitif daripada ketika terjadi kenaikan biaya sabesar 10%
5.Payback Period diperoleh pada tahun ke-3. Karena pada tahun tersebut, biaya kumulatif sebesar Rp.28.755.000,00 yang telah dikeluarkan telah dapat ditutup dengan penerimaan kumulatif yang diterima pada tahun ke-3

Keyword : Analisis Finansial; Budidaya Salak Pondoh

link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/64/jiptummpp-gdl-s1-2005-ririnkusum-3187-Pendahul-n.pdf


Keywords


Analisis Finansial; Budidaya Salak Pondoh