ANALISA PRODUKSI, KONSUMSI DAN EKSPOR UDANG INDONESIA

FACHRUDIN FIRDAUS HERMAN SAPUTRO

Abstract


Sektor perikanan Indonesia dalam era perdagangan bebas mempunyai peluang yang cukup besar. Mengingat wilayah laut Indonesia mempunyai sumber daya perairan cukup melimpah, antara lain perairan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) seluas kurang lebih 3,1 juta Km2 (perairan laut teritorial 0,3 juta Km2 dan sekitar 6,2 juta ton per tahun yang terdiri dari 4,4 juta ton per tahun untuk perairan nusantara dan perairan ZEEI sebesar 2,3 juta ton per tahun. Dari potensi lesatari yang ada, saat ini baru dimanfaatkan sekitar 24 % untuk wilayah ZEEI Indonesia dan hanya mencapai 39,8% (Ditjen Perikanan). Pemerintah Indonesia sendiri bertekad menjadikan sektor kelautan sebagai pertumbuhan ekonomi baru.
Tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produksi, konsumsi dan ekspor udang di Indonesia. Mengetahui seberapa besar elstisitas produksi, konsumsi dan ekspor udang Indonesia dan mengetahui laju pertumbuhan produksi, konsumsi dan ekspor udang Indonesia.
Metode yang digunakan adalah dengan analisis regresi linier berganda untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi, konsumsi dan ekspor udang Indonesia. Analisa deskriptif untuk menjelaskan dengan uraian kalimat, mengenai tabel, dan hasil analisa.
Daerah penelitian ditentukan secara sengaja yakni Indonesia,mengingat ketersediaan data juga karena Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor udang terbesar di dunia.
Dari hasil penelitian diperoleh hasil sebagai berikut :
1.Produksi udang Indoonesia dipengaruhi oleh variabel-variabel harga udang domestik (Indonesia), harga udang Jepang, harga udang Singapura, dan harga udang Amerika Serikat. Karena dari nilai Fhitung 73,051 > dari Ftabel 3,33 dengan nilai R2 (R squared) adalah 0,973. Hal ini berarti bahwa 97,3 % produksi udang Indonesia dipengaruhi oleh variabel-variabel yang dimasukkan dalam model, sedangkan sisanya sebesar 2,7 %dipengaruhi faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model. Disimpulkan bahwa variabel yang mempunyai pengaruh paling besar adalah variabel harga udang omestik yang ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi yang paling besar 1,825. Dengan nilai Thitung sebesar 8,260 yang lebih besar dari Ttabel 2,131. Ini menunjukkan bahwa variabel harga udang domestik mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produksi udang Indonesia.
2.Konsumsi udang Indonesia dipengaruhi oleh variabel-variabel jumlah penduduk dan harga udang domestik. Karena dari nilai Fhitung 8,978 > Ftabel 3,33 dengan nilai R2 (Rsquared) adalah 0,692. Hal ini berarti bahwa 69,2 % konsumsi udang Indonesia dipengaruhi oleh variabel-variabel yang dimasukkan dalam model sedangkan 30,8 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model. Disimpulkan bahwa variabel yang mempunyai pengaruh paling besar adalah variabel jumlah penduduk dengan nilai koefisien regresi 2,433. Dengan nilai Thitung 4,705 yang lebih besar dari Ttabel 2,131. Ini menunujukkan bahwa jumlah penduduk mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap konsumsi udang Indonesia.
3.Ekspor udang Indonesia ke negara jepang dipengaruhi oleh variabel pendapatan nasional negara Jepang dan nilai tukar Rupiah terhadap Yen Jepang. Karena nilai Fhitung 60,602 > Ftabel 3,33 dengan nilai R2 (R squared) sebesar 0,938. Hal ini menunjukkan bahwa 93,8 % ekspor udang Indonesia ke Negara Jepang dipengaruhi oleh variabel yang dimasukkan dalam model. Sedangkan 6,2 % dipengaruhi oleh variabel yang tidak dimasukkan dalam model. Disimpulkan bahwa variabel yang mempunyai pengaruh paling besar adalah variabel nilai tukar Rupiah terhadap Yen Jepang dengan nilai koefisien regresi 0,795. Dengan nilai Thitung sebesar 4,658 yang lebih besar dari Thitung 2,131. Ini menunjukkan bahwa nilai tukar Rupiah secara signifikan berpengaruh terhadap ekspor udang Indonesia ke Jepang.
4.Ekspor udang Indonesia ke Singapura dipengaruhi variabel pendapatan nasional negara Singapura dan harga udang Singapura. Karena nilai Fhitung 7,109 > Ftabel 3,33 dengan nilai R2 (R squared) 0,640. Hal ini menunjukkan bahwa 64 % ekspor udang Indonesia ke Singapura dipengaruhi oleh variabel yang dimasukkan dalam model. Sedangkan 36 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model. Disimpulkan bahwa variabel yang mempunyai pengaruh paling besar adalah variabel pendapatan nasional negara Singapura dengan nilai koefisien regresi 0,612. Dengan nilai Thitung 3,445 > Ttabel 2,131. Ini menunjukkan bahwa pendapatan nasional negara Singapura mempengaruhi ekspor udang Indonesia ke Singapura.
5.Ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat dipengaruhi oleh variabel pendapatan nasional Negara Amerika Serikat dan harga udang Amerika Serikat. Karena nilai Fhitung 14,531 > Ftabel 3,33 dengan nilai R2 (R squared) 0,784. Hal ini menunjukkan bahwa 78,4 % ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat dipengaruhi oleh variabel yang dimasukkan dalam model sedangkan 21,6 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model. Disimpulkan bahwa variabel yang mempunyai pengaruh paling besar adalah variabel pendapatan nasional Amerika Serikat dengan nilai koefisien regresi 1,530. Dengan nilai Thitung 4,535 > Ttabel 2,131. Ini menunjukkan bahwa variabel pendapatan nasional Amerika Serikat secara signifikan berpengaruh terhadap ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat.
6.Elastisitas luas lahan terhadap produksi udang Indonesia bernilai 0,44. Hal tersebut berarti apabila luas lahan mengalami pertambahan 1 % produksi udang akan bertambah sebesar 0,44 %.
Elastisitas harga udang dommestik terhadap produksi udang Indonesia bernilai 0,94. Hal ini berarti apabila harga udang domestik mengalami kenaikan 1 % produksi udang Indonesia akan naik sebesar 0,94 %.
Elstisitas harga udang Jepang terhadap produksi udang Indonesia ? 0,000053 Hal ini berarti apabila harga udang Jepang naik 1 % maka produksi udang Indonesia akan turun 0,000053 %.
Elastisitas harga udang Singapura terhadap produksi udang Indonesia 0,000026. Hal ini berarti apabila harga udang Singapura naik 1 %maka produksi udang Indonesia akan naik 0,000026 %.
Elastisitas harga udang Amerika Serikat terhadap produksi udang Indonesia ?0,000048. Hal ini berarti apabila harga udang Amerika Serikat naik 1 % maka produksi udang Indonesia akan turun 0,000046 %.
7.Elastisitas jumlah penduduk terhadap konsumsi udang Indonesia 32,60. Hal ini apabila harga udang naik 1 % maka konsumsi udang Indonesia akan naik 32,60 %.
Elastisitas pendapatan nasional Indonesia terhadap konsumsi udang Indonesia 5,79. Hal ini berarti apabila pendapatan nasional Indonesia naik 1 % maka konsumsi udang Indonesia akan naik 5,79 %.
Elastisitas harga udang domestik terhadap konsumsi udang Indonesia ?0,862. Hal ini berarti apabila harga udang domesti naik 1 % maka konsumsi udang Indonesia akan turun 0,862 %.
8.Elastisitas pendapatan nasional Amerika Serikat terhadap ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat 4,60. Hal ini berarti bila pendapatan nasional negara Amerika Serikat Naik 1 % maka ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat akan naik 4,60 %.
Elastisitas harga udang Amerika Serikat terhadap ekspor udang Amerika Serikat 0,0007. Hal ini bila harga udang Amerika Serikat naik 1 % maka ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat akan naik 0,0007 %.
Elastisitas nilai tukar Rupiah terhadap ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat ?0,029. Hal ini berarti bila nilai tukar Rupiah naik 1 % maka ekspor udang Indonesia akan turun 0,029 %.
9.Elastisitas pendapatan nasional Jepang terhadap ekspor udang Indonesia ke Jepang 0,276. Hal ini berarti bila pendapatan nasional Negara Jepang naik 1 % maka ekspor udang Indonesia ke Jepang akan naik 0,276 %.
Elastisitas harga udang Jepang terhadap ekspor udang Indonesia ?0,000038. Hal ini berarti bila harga udang Jepang naik 1 % maka ekspor udang Indonesia akan turun 0,000038 %.
Elastisitas nilai tukar Rupiah terhadap Ekspor udang Indonesia ke Jepang ?0,00166. Hal ini berarti bila nilai tukar Rupiah mengalami kenaikan 1 % maka ekspor udang iIndonesia ke Jepang akan turun 0,00166 %.
10. Elastistas pendapatan nasional Singapura terhadap ekspor udang Indonesia ke Singapura 2,239. Hal ini berarti bila pendapatan nasional negara Singapura naik 1 % maka ekspor udang Indonesia ke Singapura akan naik 2,239 %.
Elatisitas harga udang Singapura terhadap ekspor udang Indomesia ke Singapura ?0,00027. Hal ini berarti bila harga udang Singapura naik 1 % maka ekspor udang Indonesia ke Singapura akan turun 0,00027 %.
Elastisitas nilai tukar Rupiah terhadap ekspor udang Indonesia ke Singapura ?0,0512. Hal ini berarti bila nilai tukar Rupiah mengalami kenaikan 1 % maka ekspor udang Indonesia ke Singapura akan turun 0,0512 %.
11.Laju pertumbuhan produksi, konsumsi dan ekspor udang Indonesia dari tahun ke tahun menunjukkan hasil yang semakin meningkat. Walaupun nilai peningkatan tidak begitu besar. Bila dilihat dari laju pertumbuhan yang semakin meningkat menjadikan komoditi udang layak menjadi perhatian yang serius mengingat daya jual yang cukup tinggi.

Keyword : Analisa Produksi; Ekspor Udang

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/64/jiptummpp-gdl-s1-2005-fachrudinf-3191-Pendahul-n.pdf


Keywords


Analisa Produksi; Ekspor Udang