ANALISIS PEMASARAN KAKTUS BOLA EMAS (Notocactus leninghaussi)(Studi Kasus Di Desa Gunung Sari Kecamatan Bumiaji Kabupaten Malang)

ARSY HARTINI

Abstract


Tanaman hias makin besar peranannya dalam kehidupan manusia sehari-hari, sehingga memungkinkan meningkatnya permintaan terhadap tanaman hias dan bunga. Oleh karena itu, tanaman hias dan bunga potong ini mempunyai prospek yang cukup cerah untuk dirancang baik sebagai komoditas perdagangan di dalam negeri maupun sebagai komoditas ekspor ke pasar dunia (Rahmat, R,1997).Tanaman kaktus meskipun bukan tumbuhan asli dari Indonesia tetapi kini mulai banyak dikenal dan digemari oleh masyarakat Indonesia. Bukan hanya sekedar dikenali saja melainkan sudah banyak masyarakat yang mengoleksi tanaman ini.
Kaktus mempunyai banyak jenis salah satunya yaitu kaktus bola emas (Notocactus leninghaussi). Untuk dapat lebih meningkatkan minat masyarakat terhadap tanaman ini maka petani harus mampu meningkatkan kualitas kaktus bola emas yang prima yang sesuai dengan permintaan konsumen.
Pemasaran merupakan faktor yang sangat penting dalam meningkatkan pendapatan petani serta penyebarluasan tanaman ini. Karena, usaha peningkatan produksi yang tidak diikuti dengan sistem pemasaran yang efisien akan mengurangi minat petani untuk berproduksi.
Adapun permasalahan penelitian sebagai berikut: 1) Bagaimana saluran pemasaran kaktus bola emas. 2) Berapa share keuntungan dan share harga kaktus bola emas. 3) Berapakah tingkat efisiensi pemasaran pada saluran kaktus bola emas. 4) Bagaimana integritas pasar yang terjadi pada pemasaran kaktus bola emas.
Tujuan dari penelitian ini : 1) Untuk mengetahui saluran pemasaran kaktus bola emas. 2) Untuk mengetahui share harga dan share keuntungan kaktus bola emas. 3) Untuk mengetahui efisiensi pemasaran pada kaktus bola emas. 4) Untuk mengetahui bentuk pasar pada pemasaran kaktus bola emas.
Hipotesis yang diambil dari penelitian ini : 1) Diduga margin pemasaran dipengaruhi oleh harga di tingkat pengecer. 2) Diduga semakin banyak lembaga pemasaran yang terlibat dalam proses pemasaran kaktus bola emas akan semakin kecil bagian yang diterima petani. 3) Diduga alur pemasaran kaktus bola emas di Desa Gunung Sari belum efisien. 4) Diduga bentuk pasar yang terjadi pada pemasaran kaktus bola emas adalah pasar persaingan sempurna.
Lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) yaitu di desa Gunung Sari, Kecamatan Bumiaji, Kabupaten Malang. Metode pengambilan sampel dengan tekhnik Snow Ball Sampling, yaitu pengambilan sampel dengan mengikuti alur lembaga pemasaran. Adapun pengambilan responden sebanyak 22 orang. Sedangkan metode pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Untuk memperoleh data primer melalui wawancara langsung dengan petani dan lembaga pemasaran melalui daftar pertanyaan yang telah disediakan. Data sekunder diperoleh dari sumber lain yakni berupa pustaka dan informasi pendukung lainnya.
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif dan analisa inferensial.
Adapun hasil penelitian yang diperoleh dari analisa data di Desa Gunung Sari terdapat lima saluran pemasaran, yaitu : 1) Petani ? Tengkulak - Konsumen Malang. 2) Petani ? Tengkulak ? Pedagang Besar Sidomulyo ? Konsumen Malang. 3) Petani ? Pedagang Pengumpul Sidomulyo ? Pedagang Besar Malang ? Konsumen Malang. 4 ) Petani ? Pedagang Pengecer Batu ? Konsumen Malang. 5) Petani ? Tengkulak ? Pedagang Pengecer Malang ? Konsumen Malang.
Dari kelima saluran pemasaran kaktus bola emas di atas, saluran pemasaran keempat merupakan saluran pemasaran yang paling banyak diminati konsumen, saluran pemasaran ini efektif karena hanya sedikit lembaga pemasaran yang terlibat. Nilai margin pemasaran yang terdapat pada saluran ketiga yaitu sebesar 1906,2 dikarenakan banyaknya lembaga pemasaran yang terlibat sehingga memiliki share yang kecil. Sedangkan nilai margin terkecil terdapat pada saluran pemasaran kesatu dikarenakan lembaga pemasaran yang terlibat sedikit sehingga memiliki nilai share yang besar yaitu 82,0 %. Semakin sedikit lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran maka nilai share yang dihasilkan akan semakin besar dan margin pemasarannya kecil, begitu pula sebaliknya.
Tingkat efisiensi pemasaran dilihat dari nilai margin pemasaran, share keuntungan, elastisitas transmisi, dan integrasi pasar. Pada saluran pemasaran kaktus bola emas ini, nilai margin pemasarannya sebagian besar dikarenakan lembaga pemasaran yang terlibat cukup banyak sehingga menghasilkan share keuntungan yang kecil hal ini dapat mengakibatkan sedikitnya keuntungan yang diperoleh petani. Elastisitas transmisi pada saluran ini diperoleh sebesar 0,97 %, yang berarti setiap perubahan harga di tingkat pengecer sebesar 1 % akan mengakibatkan perubahan sebesar 0,97 % d itingkat petani. Bentuk pasar yang terjadi pada pemasaran kaktus bola emas ini cenderung mengarah ke monopsoni pembelian dan monopoli penjualan. Bentuk pasar monopsoni pembelian terdapat pada saluran 1,2,3, dan 5, dimana pasar di tingkat atas lebih dominan atau sedang menguasai pasar dibanding pasar di tingkat bawahnya. Sedangkan bentuk pasar monopoli penjualan terdapat pada saluran pemasaran keempat dari lembaga pemasaran di tingkat petani dengan pengecer Batu. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan harga penjualan kaktus bola emas pada setiap lembaga pemasaran searah dengan permintaan konsumen dan juga disebabkan pula oleh adanya penawaran konsumen terhadap tanaman kaktus bola emas lebih kuat, adanya perubahan harga di tingkat pengecer dengan petani serta belum adanya standarisasi dan grade dalam pemasaran ini dan juga adanya biaya-biaya pemasaran yang harus dikeluarkan oleh tiap-tiap lembaga pemasaran. Sehingga dapat dikatakan saluran pemasaran kaktus bola emas ini belum efisien.

Keyword : Analisis Pemasaran; Kaktus Bola Emas

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/57/jiptummpp-gdl-s1-2005-arsyhartin-2845-Pendahul-n.pdf


Keywords


Analisis Pemasaran; Kaktus Bola Emas