ANALISIS NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI GULA SIWALAN( Studi kasus Desa Dalegan Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik)

Ida Elistiana

Abstract


Tanaman Siwalan (Borassus sundaicus) merupakan tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dalam usahataninya. Hampir dari semua pohon siwalan dapat diambil manfaatnya, mulai dari bagian-bagian fisik pohon maupun dari hasil-hasil produksinya. Hasil utama tanaman Siwalan adalah nira siwalan (legen) dimana nira siwalan dapat diolah menjadi gula siwalan melalui agroin dustri gula siwalan.
Penelitian ini menggunakan data sekunder dan primer. Data sekunder berasal dari literatur, publikasi dan instansi terkait sedangkan data primer berasal dari pengrajin gula siwalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar nilai tambah yang diciptakan dari pengolahan gula siwalan, untuk mengetahui pada volume produksi berapa pengrajin tiodak memperoleh keuntungan maupun kerugian dan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapipengrajin gula siwalan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan baku agroindustri gula siwalan diperoleh dari hasil usahataninya sendiri. Teknologi serta peralatan yang digunakan pada agroindustri gula siwalan masih tergolong sederhana. Banyaknya jumlah produksi gula siwalan dalam setiap liter nira siwalan (legen) tergantung dari kadar gula nira siwalan.
Perhitungan nilai tambah didapatkan hasil bahwa bahan baku nira siwalan rata-rata 15,44 liter per satu kali proses produksi akan dihasilkan sebanyak 4,37 Kg gula siwalan. Distribusi nilai tambah untuk gula siwalan adalah 22,22% pada imbalan tenaga kerja, dan tingkat keuntungan adalah 77,78% pada keuntungan pengolah.
Agroindustri gula siwalan mencapai titik impas pada volume produksi sebesar 3,36 Kg per satu kali proses produksi, sehingga ada kelebihan produksi sebesar 1,01 (4,37 Kg-3,36 Kg). Sedangkan rata-rata harga jual produksi sebesar Rp 5.500 per Kg maka setiap pengrajin memperoleh keuntungan sebesar Rp 5.555 (1,01 x Rp 5.500). Harga gula siwalan mencapai titik impas sebesar Rp 4.250, maka harga gula siwalan yang berlaku selama ini berada di atas titik impas.
Kendala yang dihadapi dalam agroindustri gula siwalan adalah sulitnya mencari tenaga pemanjat karena butuh keahlian khusus dan berpengalaman, jumlah bahan baku yang dimilikinya relatif sedikit karena katerbatasan masa keluarnya naira, teknologi yang digunakan masih tergolong sederhana sehingga jumlah produksi masih terbatas, Jangkauan pemasaran yang masih terbatas dan cuaca (hujan) menyebabkan kadar gula dalam nira siwalan rendah.

Keyword : NILAI TAMBAH; GULA SIWALAN

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/62/jiptummpp-gdl-s1-2005-idaelistia-3076-Pendahul-n.pdf


Keywords


NILAI TAMBAH; GULA SIWALAN