ANALISIS USAHA JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) DAN JAMUR KUPING (Auricularia polytricha)(Studi Kasus di Balai Teknologi Pertanian Bedali-Lawang)

INTAN ARI ROYA

Abstract


Perkembangan dunia usaha saat ini mengalami kemajuan cukup pesat, namun tingkat persaingan cukup ketat, disamping itu banyak bermunculan berbagai macam jenis industri baru, yang mempunyai satu tujuan yang sama yaitu keinginan untuk bisa menghasilkan produk yang bermutu dan dapat memberikan kepuasan bagi pelanggan atau konsumen serta memperoleh keuntungan yang besar. Analisa disini diperlukan untuk menentukan apakah usaha yang dilakukan sekarang cukup layak dari segi bisnis dalam arti bisa dipasarkan secara luas namun bisa diterima masyarakat
Studi kelayakan pada hakekatnya adalah suatu metode penjajakan dari suatu gagasan usaha tentang kemungkinan layak atau tidaknya gagasan usaha tersebut dilaksanakan (Alex Nitisemito & M. Umar Burhan, 95). Maksud diadakannya studi kelayakan adalah untuk menganalisa terhadap suatu proyek tertentu, baik proyek yang akan dilaksanakan, sedang dan selesai dilaksanakan untuk bahan perbaikan dan penilaian pelaksanaan proyek tersebut. Adapun kriteria dari kelayakan adalah apakah usaha tersebut layak atau tidak untuk diusahakan adalah: modal yang digunakan, tempat/daerah yang akan digunakan untuk melakukan usaha, komoditas yang digunakan, kwalitas dari komoditas yang akan diusahakan serta teknologi yang digunakan.
Sebagai proses produksi yang komersial, maka pemasaran pertanian merupakan syarat mutlak yang diperlukan dalam pembangunan pertanian. Pemasaran pertanian dapat menciptakan nilai tambah melalui guna tempat, guna bentuk dan guna waktu. Dengan demikian pemasaran pertanian dianggap memberikan nilai tambah yang dapat dianggap sebagai kegiatan produktif. Menurut Kotler (1988) pemasaran adalah proses sosial dan manajemen, dimana individu-individu atau kelompok dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya melalui pembuatan dan pertukaran suatu produk dan uang dengan individu-individu atau kelompok-kelompok lainnya.
Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah :
apakah usaha jamur tiram putih dan jamur kuping yang dilakukan layak atau tidak dari segi bisnis.
Sedangkan tujuan dari penelitian adalah :
Untuk mengetahui kelayakan usaha jamur tiram putih dan jamur kuping dari segi bisnis dengan menggunakan analisis R/C Ratio dan BEP.
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:
1. Bagi perusahaan yang bersangkutan, sebagai bahan informasi untuk dapat meningkatkan produksi dan pendapatan.
2. Bagi peneliti untuk menambah pengetahuan tentang jamur tiram putih dan jamur kuping dalam hal manfaat, kegunaan dan kandungan gizi.
Hipotesa dari penelitian ini adalah diduga pengusahaan jamur tiram putih dan jamur kuping layak untuk diusahakan.
Metode penelitian yang dilakukan secara sengaja (purposive) yang dilakukan di Balai Teknologi Pertanian (BTP) JL. Dr.Cipto 17 Bedali-Lawang. Hal ini dilakukan karena dari segi produktifitas, perusahaan ini memiliki potensi yang cukup bagus untuk dikembangkan, juga dari segi efisiensi waktu dan biaya bisa dengan mudah dilakukan riset mengingat lokasinya yang cukup dekat dari pusat kota Malang.
Data yang diambil dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperolah dari pihak perusahaan jamur tiram putih dan jamur kuping di BTP.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu terdiri dari:
1. interview, yaitu pengumpulan data yang berasal dari wawancara secara langsung dengan responden, dalam hal ini adalah konsumen dan pada produsen.
2. observasi, yaitu dengan cara pengamatan langsung secara sistematis terhadap aktivitas perusahaan. disini dilakukan pengamatan secara langsung terhadap kegiatan pada perusahaan jamur tersebut.
3. dokumentasi, yaitu suatu cara pengumpulan data dengan mempelajari catatan-catatan yang ada pada perusahaan yang dianggap perlu.
4. studi pustaka, yaitu guna menunjang pengumpulan data di lapangan, diperlukan studi kepustakaan dimana digunakan literature yang berhubungan dengan judul penelitian. Selain itu juga digunakan data praktis yang didapat dari surat kabar, majalah, dan bulletin.
Analisa data yang digunakan adalah analisa diskriptif dan analisa finansial. Analisa diskriptif digunakan untuk menjawab pemasaran pengusahaan jamur tiram putih dan jamur kuping, sedangkan analisa finansial untuk mengetahui kelayakan usaha jamur tiram putih dan jamur kuping, dengan menggunakan analisis R/C ratio dan BEP.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa untuk mengetahui perusahaan tersebut layak diusahakan dengan menggunakan hasil perhitungan R/C ratio dan BEP. Dari hasil perhitungan didapat R/C ratio sebesar 1,45 yang artinya setiap investasi yang ditanamkan atau biaya produksi (TC), maka akan diperolah revenue atau penerimaan sebesar 1,03 kali dari nilai investasi yang ditanamkan. Sehingga usaha tersebut layak untuk diusahakan. Hal ini terjadi karena dalam usaha budidaya jamur tersebut menghasilkan biaya penerimaan yang lebih besar dari biaya produksinya sehigga didaerah penelitian tersebut mendapatkan keuntungan hasil sebesar Rp. 1.322.417,00 dengan harga jual untuk jamur tiram putih (basah) perkilo mencapai Rp. 9.000,00/kg dan untuk jamur kuping (kering) perkilo mencapai Rp. 40.000,00/kg.
Pada analisa BEP digunakan untuk mengetahui bedanya titik suatu usaha pada tingkat produksi tertentu. Analisa ini berdasarkan pada perbandingan antara biaya produksi dengan harga jual sehingga diperoleh berapa jumlah minimal produksi dalam satuan unit produksi agar usaha tersebut tidak mengalami kerugian tetapi juga tidak memperoleh keuntungan. Layak atau tidaknya suat usaha diketahui dengan membandingkan antara besarnya titik impas dalam bentuk jumlah satuan produksi dengan jumlah produksi riil usaha yang ada. Bila jumlah produksi riil ternyata berada dibawah titik impas maka usaha tersebut dapat dikatakan tidak layak dan mengalami kerugian. Demikian juga bila kondisi sebaliknya yang terjadi.
Pada BEP jamur tiram putih dan jamur kuping yang terdapat pada 1500 media mampu berproduksi sebanyak 59,85 kg. Hal ini berarti jika produksi jamur tiram putih dan jamur kuping selama 4 bulan diatas 59,85 kg maka produsen memperoleh keuntungan, karena pada produksi 59,85 kg produsen dalam kondisi titik impas. Sehingga usaha budidaya jamur tersebut layak untuk diusahakan karena dapat memperoleh keuntungan dari hasil produksi jamur tiram putih dan jamur kuping tersebut.
Pada daerah penelitian yaitu BTP Bedali-Lawang, hasil panen dari jamur tersebut dipasarkan di SPAT Lawang dan dipasarkan untuk kalangan sendiri atau dari mulut ke mulut yang kemudian pihak BTP tersebut juga dapat menerima pesanan dalam bentuk borongan ataupun dalam jumlah yang sedikit apabila ada yang memesannya. Untuk hasil panen jamur tiram putih (basah) perkilo dijual dengan harga Rp. 9.000,00/kg dan untuk jamur kuping (kering) perkilo Rp. 40.000,00/kg

Keyword : JAMUR TIRAM PUTIH; JAMUR KUPING

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/62/jiptummpp-gdl-s1-2005-intanariro-3086-Pendahul-n.pdf


Keywords


JAMUR TIRAM PUTIH; JAMUR KUPING