ANALISA EFISIENSI PEMASARAN BUAH LENGKENG(Studi Kasus di Desa Karanganyar Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang)

subhannudin subhannudin

Abstract


Pengembangan produksi hortikultural merupakan salah satu aspek dalam pembangunan pertanian. Pada negara sedang berkembang seperti halnya Indonesia mekanisme pemasaran produksi pertanian dicirikan dengan lemahnya pemasaran produksi pertanian dan komposisi pasar. Kedua hal tersebut akan menentukan mekanisme pasar yang berlangsung. Adanya kelemahan-kelemahan produksi pertanian, misalnya mudah rusak, musiman, jumlah yang banyak dengan nilai yang relatif kecil, tidak seragam dan lain-lain akan mempengaruhi mekanisme pemasaran seringkali menyebabkan fluktuasi harga yang tentu saja akan merugikan pihak petani selaku produsen.
Lengkeng adalah tanaman yang berasal dari daratan cina dengan nama latin Nephelium longan. Berdasarkan klasifikasinya tanaman ini masih satu famili dengan rambutan dan lece. Buah lengkeng berbentuk bulat dengan ukuran maksimal sebesar kelereng, tergantung jenisnya. Letak buah bergerombol pada malainya. Warna kulit buah coklat muda hingga coklat kehitaman dengan permukaan tidak berbulu. Daging buah berwarna putih bening berair dengan rasa manis beraroma khas.
Pemasaran lengkeng tidak jauh berbeda dengan pemasaran produk lainnya. Ada beberapa ciri khusus dalam jalur pemasarannya. Sistem penjualan yang dilakukan oleh pemilik pohon lengkeng kebanyakan adalah sistem tebas, yaitu menjual lengkeng sebelum panen, yakni sejak tanaman berbunga. Beberapa petani bahkan menebas tanaman lengkengnya sampai beberapa kali musim tanam. Namun ada pulah pemilik menjual lengkengnya setelah panen, biasanya pemilik melakukan perawatan dan pemanenannya sendiri serta menanggung biaya resiko kegagalan panen. (Tim Penulis PS, 1993).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui beberapa share yang diterima petani pada berbagai lembaga pemasaran. Untuk mengetahui saluran pemasaran dan fungsi-fungsi dari berbagai lembaga pemasaran buah lengkeng didaerah penelitian. Untuk mengetahui efisiensi pemasaran buah lengkeng dan elastisitas pada berbagai saluran pemasaran.
Untuk mengetahui efisiensi pemasaran, salahstru metoden yang digunakan adalah margin pemasaran selain itu dapat pula digunakan analisa elastisitas transmisi harga.
Berdasarkan analisa diketahui semakin besar jumlah margin pemasaran, maka pemasaran makin tidak efisien. Dari analisa data diperoleh masing-masing hubungan saluran distribusi dengan share petani sebesar 70%, 61,54% dan 57,14%. Sedangkan fungsi linier margin pemasaran adalah M = -2,17452 + 0,7323 (Pr). Untuk mengetahui efisiensi pemasaran dengan cara lain dapat digunakan analisa elastisitas harga  = 2,24138. Hal ini berarti perubahan harga ditingkat produsen akan mengakibatkan perubahan harga sebesar 2,24138 ditingkat pengecer. Adapun hubungan harga ditingkat konsumen adalah Pr = -2,17452 + 2,24138 (Pf).

Keyword : EFISIENSI; PEMASARAN; BUAH LENGKENG

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/62/jiptummpp-gdl-s1-2005-subhannudi-3097-Pendahul-n.pdf


Keywords


EFISIENSI; PEMASARAN; BUAH LENGKENG