PENGARUH KOMPOSISI MEDIA DAN PUPUK GANDASIL B TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT(Lycopersicum esculentum Mill) VARIETAS PERMATA

HAMISAH HAMISAH

Abstract


Pendapatan perkapita yang semakin meningkat mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan gizi. Selaras dengan hal tersebut, permintaan akan buah-buahan menjadi meningkat, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.Tanaman tomat termasuk tanaman sayuran yang sudah dikenal orang sejak dulu. Peranannya yang penting dalam pemenuhan gizi masyarakat sangat dibutuhkan, terutama pemenuhan vitamin A dan C ( Heri,1993).
Selain untuk konsumsi segar sebagai buah meja, buah tomat dapat digunakan sebagai sari buah untuk minuman segar dan sauce untuk bumbu masak. Dengan laju pertumbuhan penduduk yang pesat, maka kebutuhan akan buah tomat juga meningkat, sehingga ada peluang yang besar untuk mengembangkan komoditi tomat sekaligus meningkatkan produksinya, (BIPP,2000).
Rendahnya produksi tomat disebabkan karena petani dalam pembudidayaannya masih menggunakan varietas lokal dan teknik bercocok tanaman yang kurang tepat, meliputi pengolahan tanah, cara pemupukan, dan pengendalian hama serta penyakit. Usaha-usaha untuk meningkatkan produksi tanaman tomat dilakukan dengan cara intensifikasi dan ekstensifikasi. Usaha intensifikasi dilakukan antara lain dengan perbaikan cara bercocok tanam yang tepat, melalui paket teknologi yang mampu memberikan output seoptimal mungkin dimana input diusahakan sekecil mungkin. Salah satu teknologi yang digunakan sekarang adalah anjuran atau rekomendasi pemupukan yang selama ini belum diaplikasikan menurut dosis yang sesuai oleh para petani (Gede,1994).
Upaya terbaik untuk meningkatkan kesuburan tanah adalah melalui penggunaan pupuk organik yaitu pupuk kandang kotoran sapi sebagai komponen media tanam. Beberapa kelebihan pupuk organik antara lain adalah untuk memperbaiki struktur tanah, hal ini terjadi karena bahan organik mengandung nutrisi tanaman. Selain itu penguraian bahan organik oleh mikro organisme tanah mempunyai sifat sebagai perekat yang mengikat butir-butir tanah menjadi butiran yang lebih besar. Bahan organik mempunyai daya serap yang besar terhadap air tanah, oleh karena itu pupuk organik mempunyai pengaruh yang positif terhadap hasil tanaman. (Anonymous,1991).
Faktor kedua yang harus diperhatikan dalam upaya meningkatkan produksi tanaman tomat, yaitu pemberian pupuk daun yang diberikan dalam bentuk larutan, disemprotkan pada permukaan daun dan disiramkan pada tanaman (Anonymous,1991).



Penggunaan pupuk daun dirasa lebih menguntungkan, hal ini dapat dilihat dari kelebihan yang mencolok yaitu penyerapan hara pupuk yang diberikan berjalan lebih cepat, tanaman lebih cepat menumbuhkan tunas dan tanah tidak rusak atau jenuh (Lingga, 1994).
Pupuk Gandasil B berbentuk kristal yang dilarutkan dalam air sehingga dapat dengan mudah diserap dan ditranslokasikan keseluruh bagian tanaman, sehingga mampu mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman .Pupuk Gandasil B merupakan salah satu pupuk daun yang mengandung unsur hara Nitrogen 6 %, Fosfor 20%, Kalium 30% dan Magnesium 3%. Selain itu terdapat beberapa unsur hara mikro seperti Cobalt (Co), Tembaga (Cu), Boron (Br) dan Seng (Zn) serta Vitamin (Lingga, 1994).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi komposisi media dan pemberian pupuk Gandasil B terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat, mengetahui pengaruh komposisi media terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk Gandasil B terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat
Hipotesa yang diajukan adalah diduga terdapat interaksi antara komposisi media dan pupuk Gandasil B dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill), dan perlakuan yang diduga menghasilkan pertumbuhan dan hasil terbaik adalah perlakuan M2G2 (komposisi media tanah,pasir, pupuk kandang sapi 1:1: 3 dan konsentrasi Gandasil B 2g/l), diduga komposisi media yang tepat dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill) dan diduga pemberian pupuk Gandasil B dengan konsentrasi yang tepat dapat meningkatkan hasil tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill).
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2002 sampai bulan Oktober 2002.Alat-alat yang digunakan adalah cangkul, parang, kamera, hand sprayer, timbangan, tali rapia, kertas, polpen, polybag, ajir, penggaris dan meteran. Bahan-bahan yang digunakan adalah benih tomat varietas permata , Furadan 3 G, Dursban, Dithane M-45, Baycrab, pupuk Urea (45% N), Gandasil B, SP 36, ZK, KCl (52% K2O), tanah subur, pasir dan pupuk kandang kotoran sapi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah komposisi media, terdiri dari 3 taraf yaitu: M0 = Tanah : Pasir : Pupuk Kandang Sapi = 1 : 1 : 1, M1 = Tanah : Pasir : Pupuk Kandang Sapi = 1 : 1 : 2 dan M2 = Tanah : Pasir : Pupuk Kandang Sapi = 1 : 1 : 3. Faktor kedua adalah konsentrasi Gandasil B, terdiri dari 4 taraf yaitu: G0 = 0 g/l (Kontrol) G1 = 1 g/l G2 = 2 g/l G3 = 3 g/l Berdasarkan analisis ragam menunjukkan komposisi media berpengaruh sangat nyata pada pengamatan tinggi tanaman pada umur pengamatan 3,4,5 dan 6 minggu setelah tanam, sedangkan pada pengamatan umur 7 dan 8 minggu setelah tanam menunjukkan pengaruh yang tidak nyata. Pada pengamatan jumlah daun menunjukkan komposisi media berpengaruh sangat nyata pada umur pengamatan 3 dan 4 minggu setelah tanam, pada umur pengamatan 5, 6, 7 dan 8 memberikan pengaruh yang tidak nyata. Untuk pengamatan luas daun komposisi media berpengaruh sangat nyata pada umur pengamatan 3 dan 4 minggu setelah tanam, pada pengamatan 5,6 dan 8 minggu setelah tanam komposisi media menunjukkan pengaruh nyata. Sedangkan umur pengamatan 7 minggu setelah tanam komposisi media menunjukkan pengaruh yang tidak nyata. Gejala pertumbuhan di atas diduga karena pupuk kandang sapi membantu perkembangan akar untuk menyerap nutrisi yang ada di dalamnya menjadi lebih baik. Dugaan di atas sesuai dengan hasil penelitian Agung Nugroho (1998) yang menyatakan bahwa : pupuk kandang menyebabkan struktur media pertumbuhan menjadi lebih ideal bagi perkembangan akar sehingga fungsi akar untuk menyerap air dan nutrisi dapat berjalan dengan baik. Dengan penyerapan unsur hara yang ada di dalam pupuk kandang sapi maka pertumbuhan tanaman dalam hal ini tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun menjadi lebih optimal. Unsur hara pada pupuk kandang sapi terdiri dari 0,40% Nitrogen, 0,20% Fosfor dan Kalium 0,10% (Lingga 1994). Analisis ragam juga menunjukkan komposisi media campuran tanah, pasir pupuk kandang sapi 1:1:3 menunjukkan data pertumbuhan yang terbaik dibandingkan 1:1:1 dan 1:1: 2 karena adanya perbandingan yang cukup tinggi antara pupuk tanah, pasir, dan pupuk kandang sapi cukup tinggi yaitu 1:1:3 dengan perbandingan yang cukup tinggi itu ketersediaan unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan menjadi cukup ideal. Tisdale dan Nelson, (1965 ) dalam Sarief (1986) menyatakan bahwa pupuk kandang dapat dianggap sebagai pupuk lengkap, karena pupuk kandang mengandung hampir semua unsur hara (makro dan mikro) yang dibutuhkan oleh pertumbuhan tanaman.
Berdasarkan analisis ragam menunjukkan kedua perlakuan yaitu komposisi media dan pupuk Gandasil B tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter hasil, tetapi terlihat adanya kecenderungan komposisi media campuran tanah,pasir, pupuk kandang sapi 1:1:3 dan pemberian Gandasil B dengan konsentrasi 3 g/l lebih baik dibandingkan dengan yang lain Gejala di atas diduga dengan lengkapnya ketersedian unsur hara baik yang ada didalam pupuk kandang sapi maupun Gandasil B maka hasil yang didapat menjadi lebih baik. Kandungan hara makro yang ada di antara keduanya adalah N, P dan K.

Keyword : PUPUK GANDASIL B; TOMAT

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/62/jiptummpp-gdl-s1-2005-hamisah987-3100-Pendahul-n.pdf


Keywords


PUPUK GANDASIL B; TOMAT