Department of Agribisnis, 2003

Font Size:  Small  Medium  Large   Print Page

TINGKAT KEPUASAN PETANI TERHADAP PENYULUHAN PERTANIAN DI BPP YOSOWILANGUN( Study kasus dilakukan di Desa Yosowilangun Lor, Yosowilangun Kidul dan Kalipepe, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang)

ULFA FITRIA

Abstract


Perubahan masyarakat tani makin dipercepat dengan makin berperannya fungsi informasi dan fungsi pasar dalam perbaikan usahatani. Secara makro populasi petani telah menjadi lebih kecil jumlahnya secara persentil tetapi lebih tinggi kualitasnya dan pola komunikasinya bersifat terbuka (Slamet, 1996). Perubahan-perubahan tingkat pendidikan, akses pada informasi, aspirasi, tingkat kemandirian dan sifat komersial petani menyebabkan adanya perubahan dan keharusan peningkatan jasa penyuluh pertanian (Ibrahim, 2000), karena kebutuhan petani mengalami peningkatan.
Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana tingkat kepuasan petani pada penyuluhan pertanian yang ada di tiga Desa Kecamatan Yosowilangun.(2) Jenis jasa penyuluhan pertanian apa yang memuaskan petani di Desa Yosowilangun.(3) Bagaimana perbedaan tingkat kepuasan masing-masing petani di Desa Yosowilangun Lor, Yosowilangun Kidul dan Kalipepe?. Sedangkan Tujuan Penelitian adalah: (1) Mengetahui tingkat kepuasan petani pada penyuluhan pertanian di tiga Desa Kecamata Yosowilangun.(2) Mengetahui jenis jasa penyuluhan pertanian apa yang memuaskan petani di Desa Yosowilangun. (3)Membedakan tingkat kepuasan petani Desa Yosowilangun Lor, Yosowilangun Kidul dan Kali PP.
Hipotesa dari penelitian ini adalah:(1)Diduga ada perbandingan tingkat kepuasan Desa Yosowilangun Lor, Yosowilangun Kidul dan Kalipepe. (2) Diduga ada perbandingan tingkat kepuasan Desa Yosowilangun Lor, Yosowilangun Kidul dan Kalipepe.
Metode penelitian yang dilakukan secara sengaja (Purposve) dengan pertimbangan bahwa dari ketiga desa ini proses penyuluhan pertanian terhadap petani masih berjalan dengan baik dan diharapkan dapat mewakili tingkat perkembangan yang mencerminkan terjadinya perbedaan tingkat kepuasan petani. Pengambilan contoh dalam penelitian ini mengunakan Quota Sampling yakni 25 orang tiap desa. Data yang diambil dalam penelitian ini meliputi data primer yang berasal dari instansi atau lembaga terkait, dalam hal ini dari Balai Desa. Dan data sekunder berasal dari sebagian data untuk penelitian ?Kajian Reorientasi Penyuluhan Pertanian Ke Arah Pemenuhan Kebutuhan Petani?.
Metode penelitian ini mengunakan Metode Diskriptif dan Analisis. Metode Diskriptif memusatkan perhatiannya pada penemuan fakta-fakta untuk direpresentasikan secara obyektif. Analisa Diskriptif digunakan untuk menjawab identifikasi kepuasan petani dan jenis jasa penyuluhan pertanian yang dibutuhkan oleh petani.
Sedangkan Metode Asalisis digunakan untuk melihat perbedaan atau membandingkan tingkat kepuasan petani yang berada di tiga desa yaitu Desa Yosowilangun Lor, Yosowilangun Kidul dan Kalipepe. Maka mengunakan Uji Nyata Beda Terkecil atau LSD (Least Significant Diference), tetapi sebelumnya mengunakan Uji F terlebih dahulu untuk mengetahui taraf nyata atau tidak.
Rumus yang digunakan:



Dimana: t/2 = Nilai t yang diperoleh dari tebel.
s2 = Nilai Kuadrat Tengah Galat (KTG).
R = Jumlah ulangan.

Dari hasil penelitian yang dilakukan di tiga Desa Kecamatan Yosowilangun dapat disimpulkan bahwa: tingkat kepuasan petani pada penyuluhan pertanian yang ada di tiga desa yaitu Desa Yosowilangun Kidul, Desa Yosowilangun Lor dan Kalipepe terdapat perbedaan. Prosentase tingkat kepuasanya adalah Desa Yosowilangun Kidul tergolong rendah sedangkan Desa Yosowilangun Lor dan Kalipepe tergolong tinggi.
Jenis jasa penyuluhan pertanian yang dapat memuaskan petani di tiga desa Kecamatan Yosowilangun adalah tingkat kepuasan petani pada jasa informasi pertanian ( Y1.1 ) dengan rata-rata jumlah tertinggi 60.4667, kedua tingkat kepuasan petani pada jasa penerapan teknologi (Y1.2) dengan rata-rata jumlah 45.1619, ketiga tingkat kepuasan petani pada jasa penumbuhan dan pembinaan kelembagaan petani ((1.3) dengan rata-rata 37.8097, keempat tingkat kepuasan petani pada jasa pembimbingan usahatani (Y1.4) dengan rata-rata 33.1507 dan yang terakhir tingkat kepuasan petani pada jasa pelatihan/kursus (Y1.5) dengan rata-rata jumlah 31.1781.
Perbedaan tingkat kepuasan petani di Desa Yosowilangun Kidul, Desa Yosowialngun Lor dan Kalipepe dalam memperoleh penyuluhan yang dilakukan oleh petugas penyuluh dapat dibedakan secara nyata atau tidak nyata. Pada Desa Yosowilangun Kidul terdapat perbedaan dalam proses penerimaan informasi, pelatihan dan kursus, pembinaan dan peumbuhan kelembagaan, pembimbingan usahatani dan penerapan tehnologi pertanian. Pada Desa Yososwilangun Lor dan Desa Kalipepe dibedakan pada proses penerimaan informasi, pelatihan dan kursus.
Dari hasil penelitian dapat disarankan bahwa untuk meningkatkan efektifitas penyuluhan, maka sangat diperlukan panambahan personel penyuluh yang ada di desa-desa, bila dilihat dari jumlah peteni yang semakin meningkat. Juga dilihat dari percepatan informasi dikalangan masyarakat petani harus juga diimbangi dengan peningkatan pendidikan penyuluh. Dan untuk penyuluh pertanian perlu peningkatan profesionalisme dalam bekerja.

Keyword : TINGKAT KEPUASAN; PETANI; PENYULUHAN PERTANIAN

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/63/jiptummpp-gdl-s1-2005-ulfafitria-3102-Pendahul-n.pdf



Abstract: PDF , PS , DOC