PEMASARAN KERAJINAN ?BUBUT? KAYU JATI DI KOTA BOJONEGORO

DIANA SUSILOWATI

Abstract


Pembangunan pertanian dalam arti luas meliputi pembangunan di sub sektor tanam, perkebunan, kehutanan, perikanan dan peternakan dengan tujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Pentingnya setiap daerah untuk menciptakan suatu produk sebagai produk unggulan. Produk dari bidang pertanian tidak hanya komoditas yang dihasilkan secara teknik dasar yaitu hasil produk pertanian murni, melainkan lebih diunggulkan yang sudah mengalami pengolahan lebih lanjut akan produk tersebut. Suatu produk yang sudah mengalami suatu proses pengolahan akan mempunyai nilai tambah sehingga akan semakin dibutuhkan oleh konsumen dan pasar produk tersebut makin luas.
Salah satu produk pertanian yang sudah mengalami proses pengolahan adalah industri kerajinan. Diantara berbagai macam industri kerajinan antara lain adalah kerajinan kayu jati. Kerajinan ini merupakan pemanfaatan kayu jati dengan proses pengolahan yang memberi nilai ekonomis pada olahan kayu jati tersebut. Kerajinan kayu jati ini mempunyai nilai ekonomis dan produk tersebut mempunyai nilai ekonomis dan nilai guna. Permintaan akan kerajinan kayu jati mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukan dengan peningkatan kebutuhan manusia akan seni dalam kehidupannya.
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui saluran pemasaran bubut kayu jati dan ditribusi pemasaran bubut kayu jati.
2. Untuk mengetahui fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan oleh masing-masing lembaga pemasaran.
3. Untuk mengetahui margin pemasaran, distribusi margin dan share harga bubut kayu jati.
Pemilihan daerah penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) yaitu di Dukuh Bandar Desa Batokan Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro. Desa tersebut secara sengaja dipilih sebagai objek penelitian karena Desa Batokan merupakan sentra produksi bubut kayu jati.
Pengambilan contoh dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling, tehnik pengambilan sampel ini dengan cara menentukan sampel tingkat pertama secara random sampling sedangkan sampel berikutnya dengan cara mengikuti arus pergerakan komoditas dengan cara mengikuti alur lembaga pemasaran, bahwa lembaga pertama akan menentukan lembaga berikutnya. Pengambilan data primer dilakukan dengan metode wawancara lansung pada setiap lembaga pemasaran yang dimulai dari pengerajin produsen, pedagang pengumpul dan pedagang pengecer. Informasi lembaga-lembaga pemasaran tersebut diatas diperoleh dari pengrajin produsen yang berada di desa penelitian sebagai lembaga pertama, dan kemudian lembaga selanjutnya ditentukan oleh lembaga sebelumnya. Sebagai contoh informasi pedagang tengkulak diperoleh dari pengerajin produsen, informasi pedagang pengumpul diperoleh dari pedagang tengkulak, informasi pedagang pengecer diperoleh dari pedagang pengumpul dan demikian seterusnya.
Untuk mengetahui saluran pemasaran dilakukan secara diskriptif dengan pendekatan sebuah lembaga. Sedangkan untuk mengetahui fungsi pemasaran yang dilakukan oleh lembaga pemasaran dilakukan secara diskriptif dengan pendekatan serba fungsi. Untuk mengetahui margin pemasaran dilakukan dengan penekatan teori ekonomi
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di Dukuh Bandar Desa Batokan Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
a. Saluran pemasaran kerajinan bubut kayu jati di daerah penelitian terdiri empat saluran pemasaran yaitu :
Saluran pemasaran I : pengrajin produsen - pedagang penyalur Cepu ? konsumen.
Saluran pemasaran II : pengrajin produsen ? pedagang pengumpul (showroom) Kasiman ? konsumen
Saluran pemasaran III : pengrajin produsen ? pedagang pengumpul (showroom) Kasiman ? pedagang penyalur Bojonegoro ? konsumen
Saluran pemasaran IV : pengrajin produsen ? pedagang pengumpul (showroom) Kasiman ? pedagang penyalur Cepu ? konsumen
b. Fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan oleh masing-masing lembaga pemasaran kerajinan bubut kayu jati berbeda pada tiap-tiap saluran pemasaran. Dan secara umum fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan meliputi : transportasi, pengepakan, retribusi, bongkar muat, resiko, finishing, dan tenaga kerja.
c. Besarnya margin ditingkat penyaluran kerajinan bubut kayu jati pada saluran pemasaran I, II, III, IV adalah sebesar Rp.10.000,-, Rp. 11.667.-, Rp. 21.667.-, Rp. 17.667,-, perbedaan margin tersebut masih dalam batas kewajaran. Sedangkan share pengrajin yang diterima pada saluran pemasaran I, II, III, IV adalah sebesar 81,82 %, 76,67 %, 63,89 %, 68,45 %. Saluran pemasaaran I harga jual pengrajin sebesar Rp. 45.000,-, pedagang tengkulak Cepu akan memperoleh keuntungan sebesar Rp. 8.460,-. Saluran pemasaran II harga jual dari pengrajin sebesar Rp. 38.333,- pedagang tengkulak Kasiman akan memperoleh keuntungansebesar Rp.4.517,-. Saluran pemasaran III harga jual pengrajin sebesar Rp. 38.333,- pedagang tengkulak Kasiman akan memperoleh keuntungan sebesar Rp. 3.017,- dan pedagang pengumpul Bojonegoro akan memperoleh keuntungan sebesar Rp.9.000,- dan harga jual ke konsumen sebesar Rp. 60.000,-. Untuk saluran pemasaran IV harga jual pengrajin sebesar Rp. 38.333,- pedagang tengkulak Kasiman akan memperoleh keuntungan sebesar Rp. 3.017,- dan pedagang pengumpul Cepu akan memperoleh keuntungan sebesar Rp. 5.960,- sedangkan harga jual ke ke konsumen sebesar Rp. 56.000,-. Besar kecilnya margin pemasaran berpengaruh terhadap share yang diterima pengrajin. Semakin besar margin pemasaran semakin kecil share yang diterima pengrajin, atau semakin kecil margin pemasaran maka semakin besar share yang diterima pengrajin.
d. Efisiensi pemasaran dapat ditinjau dari panjang pendeknya saluran pemasaran. Semakin panjang saluran pemasaran kecil kemungkinan sfisiensi pemasaran akan tercapai, hal ini karena biaya yang dikeluarkan untuk fungsi-fungsi pemasaran relatif tinggi, dengan perolehan keuntungan yang iambil oleh lembaga pemasaran relatif banyak. Sebaliknya semakin pendek saluran pemasaran, maka cost markrting yang dikeluarkan relatif rendah dengan perolehan keuntungan tidak terbagi dengan lembaga pemasaran lain.

Keyword : PEMASARAN; KERAJINAN ?BUBUT? KAYU JATI

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/63/jiptummpp-gdl-s1-2005-dianasusil-3104-Pendahul-n.pdf


Keywords


PEMASARAN; KERAJINAN ?BUBUT? KAYU JATI