RESPON BEBERAPA VARIETAS KENTANG (Solanum tuberosum L.) TERHADAP WAKTU PEMBERIAN ZAT PENGHAMBAT TUMBUH (RETARDAN)

KUSTIN KUSTIN

Abstract


Kentang merupakan sayuran yang mempunyai prospek cukup baik bagi perkembangan agribisnis di Indonesia. Untuk meningkatkan produksi kentang dapat dilakukan dengan cara aplikasi zat penghambat tumbuh (retardan) untuk mengurangi robohnya tanaman kentang akibat angin dan dengan menggunakan varietas unggul yang sesuai dengan ketinggian tempat dan memberikan hasil yang maksimal.
Rumusan masalahnya adalah apakah dengan aplikasi zat penghambat tumbuh (retardan) dengan waktu pemberian yang berbeda dan dikombinasikan dengan macam varietas berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengeruh dan waktu pemberian zat penghambat tumbuh (retardan) terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas kentang.
Hipotesis dari penelitian ini adalah :1) Terdapat interaksi antara perlakuan waktu pemberian zat penghambat tumbuh (retardan) dengan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang. 2) Pemberian retardan pda saat 40 hari setelah tanam memberikan hasil yang terbaik. 3) Varietas Granola memberikan hasil tanaman yang tinggi dibandingkan dengan varietas yang lain.
Penelitian ini dilaksanakan di dusun Simo, Desa Sidodadi, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang dengan ketinggian 750 m dpl. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober ? Desember 2002.
Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) disusun secara faktorial dan diulang sebanyak 3 kali dengan jumlah sampel 6. Faktor I adalah macam varietas yang terdiri dari 3 level yaitu (V1) Granola, (V2) Atlantik, (V3) Desiree. Faktor kedua adalah waktu pemberian retardan terdiri dari 5 level yaitu : (WO) tanpa retardan, (W1) 25 hari setelah tanam, (W2) 30 hari setelah tanam, (W3) 35 hari setelah tanam, dan (W4) 40 hari setelah tanam.
Pengamatan yang dilakukan secara non destrukif dan destruktif. Pengamatan non destruktif meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang. Pengamatan destruktif meliputi jumlah umbi per tanaman, bobot per umbi, bobot segar per tanaman, hasil panen ton per hektar, dan persentase kelas umbi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan macam varietas dan waktu pemberian retardan tidak berinteraksi terhadap semua peubah tumbuh, komponen hasil dan hasil panen. Perlakuan macam varietas berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan umur 20, 30, 40, 50, 60, dan 70 hari setelah tanam, jumlah daun pada umur 40 ? 70 hari setelah tanam, luas daun pada umur 30 ? 70 hari setelah tanam, diameter batang pada semua umur pengamatan. Jumlah umbi, bobot umbi, bobot segar per umbi, hasil panen dan prosentase kelas umbi. Perlakuan waktu pemberian retardan berpengaruh nyata terhadap bobot segar per umbi dan hasil panen ton per hektar.
Varietas Atlantik menghasilkan pertumbuhan vegetatif yang lebih baik dan hasil panen yang lebih tinggi dibandingkan varietas Granola dan varietas Desiree yaitu sebesar 30,02 t/ha.

Keyword : KENTANG; RETARDAN

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/63/jiptummpp-gdl-s1-2005-kustin9871-3105-Pendahul-n.pdf


Keywords


KENTANG; RETARDAN