ANALISIS BIAYA DAN PENDAPATAN USAHATANI JAMUR MERANG(Studi Kasus Usahatani Jamur Merang Pada Bapak Kasiadi dan Bapak Swantoro di Desa Gelang Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo)

ETI WULANDARI HADI

Abstract


Penganekaragaman pangan adalah merupakan salah satu usaha dalam memenuhi kebutuhan konsumsi pangan dan gizi masyarakat yang menjadi tujuan dalam kebijaksanaan pembangunan pertanian. Pengembangan tanaman holtikultura disebut-sebut sebagai salah satu komoditi masa depan yang menjanjikan berbagai keuntungan. Salah satu komoiti holtikultura yang dewasa ini banyak dibudidayakan adalah Jamur Merang. Perkembangan jamur didunia tampaknya cukup mendorong budidaya jamur di Indonesia dengan bertambahnya upaya pengembangan budidaya yang mendorong perluasan produksi jamur merang
Dalam penelitian ini dirumuskan beberapa masalah yaitu (1) Berapa besar pendapatan yang diperoleh dalam usahatani jamur merang, (2) Bagaimanakah kelayakan usahatani jamur merang, (3) pada produksi dan harga berapakah usaha jamur merang mengalami titik impas.
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1). untuk mengetahui besarnya pendapatan yang diperoleh dalam usahatani jamur merang, (2). untuk mengetahui bagaimanakah kelayakan usahatani jamur merang. (3). untuk mengetahui tingkat produksi dan pada harga berapakah usaha jamur merang ini mengalami titik impas.
Kegunaan dalam penelitian ini adalah (1) Agar dapat menjadi suatu bahan pertimbangan bagi pembuat keputusan, dalam membuat suatu keputusan terutama tentang upaya yang akan dilakukan selanjutnya terhadap keberadaan usahatani jamur merang. (2) memberikan informasi yang penting bagi penelitian selanjutnya.
Hipotesis dari penelitian ini adalah usahatanu jamur merang efisien dan layak untuk di usahakan. Usahatani jamur merang yang dikelola oleh petani yang terdapat di Desa Gelang Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo di lakukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa di daerah tersebut terdapat dua usahatani yang sedang berkenbang.
Jenis-jenis data adalah data primer dan data sekunder. Metode pengambilan data primer yaitu melalui wawancara secara langsung dengan petani, dan sekunder diambil dari instansi terkait.
Dari penelitian dan pembahasan menunjukkan rata-rata pendapatan usahatani jamur merang petani I (Bapak Kasiadi) sebesar Rp.1.496.764 per kumbung (98 m3) dan petani II (Bapak Swantoro) sebesar Rp 847.238 per kumbung (48 m3). Dari segi kelayakan, efisiensi usahatani Jamur Merang dapat dilihat dari R/C Ratio usahatani Jamur Merang Petani I (Bapak Kasiadi) = 2,7 dan Petani II (Bapak Swantoro) = 3,0 sehingga Usahatani Jamur Merang ini layak dan efisien untuk diusahakan.
Sedangkan produksi maksimum (BEPo) usahatani jamur merang petani I (Bapak Kasiadi) sebesar 104 kg per kumbung (98 m3) dan Petani II (Bapak Swantoro) sebesar 41.30 kg perkumbung (48 m3) dan diperoleh harga impas Petani I (Bapak Kasiadi) sebesar Rp 3.156 dan petani II (Bapak Swantoro) sebesar Rp 3.275, petani akan memperoleh keuntungan apabila harga diatas Rp.3.275 sedangkan harga jamur merang dipasaran saat ini antara Rp 8.000-Rp 10.000 sehingga dapat disimpulkan bahwa jamur merang mempunyai harga jual yang tinggi

Keyword : USAHATANI; JAMUR MERANG

link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/63/jiptummpp-gdl-s1-2005-etiwulanda-3144-Pendahul-n.pdf


Keywords


USAHATANI; JAMUR MERANG