Department of Agribisnis, 2003

Font Size:  Small  Medium  Large   Print Page

PERAN Trichoderma harzianum SEBAGAI BIODEGRADASI BAHAN ORGANIK SERTA APLIKASINYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill)

NUR ANISSYAH

Abstract


Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan salah satu tanaman sayuran yang banyak diusahakan secara komersial, dapat dinikmati dalam bentuk segar maupun dalam bentuk canned (kalengan) serta merupakan sumber vitamin A dan C. Dalam pertumbuhannya tomat membutuhkan unsur hara seperti N, P, K. Karena zat-zat ini dapat membantu produksi tanaman tomat. Selain itu juga tanaman tomat juga membutuhkan bahan organik seperti kompos atau rabuk (Rismunandar, 1995).
Dalam meningkatkan produksi tomat dapat dilakukan dengan intensifikasi dan ekstensifikasi. Salah satu cara untuk intensifikasi adalah dengan pemupukan, yang bertujuan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Pemupukan dengan pupuk organik dalam pertumbuhan tanaman berfungsi sebagai sumber hara tanaman terutama unsur C dan N, meningkatkan agregat dan kemampuan tanah untuk menahan air.
Penggunaan mikroba tanah diharapkan dapat mempermudah proses dekomposisi bahan organik. Salah satu jenis mikroba tanah yang mampu berperan sebagai biodekomposer adalah Trichoderma harzianum.
Selulase merupakan enzim yang dapat memutuskan ikatan glikosida -1,4 didalam selulosa. Enzi ini terdiri dari tiga komponen yaitu celobiohidrolase (CBH), endoglikonase dan -glokosidase yang bekerja secara sinergis memecah selulosa di alam. Mikroba yang mampu menghasilkan tiga komponen selulase diantaranya adalah Trichoderma, sehingga fungi ini sering disebut sebagai selulitik sejati (Salma dan Gunanto, 1999).
Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis T.harzianum yang tepat sebagai biodegradasi bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Dengan hipotesis : Diduga adanya interaksi antara dosis T. harzianum dengan macam bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat, diduga adanya pengaruh pemberian macam dosis terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dan diduga adanya pengaruh pemberian macam bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat.
Hipotesis dari percobaan ini adalah pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dipengaruhi oleh dosis T. harzianum dan macam bahan organik, serta interaksi antara kedua perlakuan tersebut.
Pada pelaksanaanya, dilakukan di Lab. Bioteknologi pada bulan April-Juli dan pada pengaplikasianya dilakukan di Green House UMM pada bulan Agustus-Desember 2002. Rancangan yang dilakukan RAK faktorial, yang terdiri dari dua faktor, 3 sampel dan 3 kali ulangan.
Adapun faktor-faktornya adalah :
Faktor I : merupakan dosis T. harzianum
D0 = kontrol
D1 = 100 gr
D2 = 200 gr
D3 = 300 gr
Faktor II : merupakan macam bahan organik
B1 = pupuk kandang ayam
B2 = azolla
B3 = jerami

Pengamatan dilakukan dalam dua tahapan. Pada saat pengomposan dilakukan pengamatan 3 hari setelah pengomposan dengan interval waktu 3 hari sekali selama 27 hari. Untuk pengamatan pertumbuhan sampai dengan hasil dimulai pada saat tanaman berumur 21 hari setelah tanam. Adapun parameter yang diamati meliputi :
? Pada saat pengomposan :
1. Suhu (C) .
2. Kelembaban dan pH tanah.
3. Menghitung C/N ratio dan persentase bahan organik tanah.
4. Menghitung jumlah koloni T. harzianum.
? Parameter terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat :
Secara non destruktif :
1. Tinggi tanaman (cm)
2. Luas daun (cm2)
3. Jumlah daun (helai)
4. Saat muncul bunga pertama
5. Jumlah bunga pertanaman (kuntum)
6. Jumlah buah per tanaman.
7. Persentase jumlah bunga jadi buah.

Secara destruktif :
1. Jumlah total bobot buah panen
Dari sejumlah data yang didapat maka akan di analisa dengan ANOVA dan selanjutnya akan di uji dengan menggunakan uji Duncan?s. Bila terjadi interaksi maka akan dilanjutkan dengan regresi.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan penambahan dosis T. harzianum berpengaruh terhadap jumlah daun dan luas daun, perlakuan macam bahan organik berpengaruh terhadap seluruh peubah hasil tanaman yaitu total jumlah bunga, total jumlah buah dan fruit set. Serta interaksi antara kedua perlakuan tersebut terjadi pada peubah total bobot buah panen.

Keyword : Trichoderma harzianum; TOMAT

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/63/jiptummpp-gdl-s1-2005-nuranissya-3147-Pendahul-n.pdf



Abstract: PDF , PS , DOC