ANALISA TREND DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR KOPI DAN TEH INDONESIA TAHUN 1990-2000

Iwan Susanto

Abstract


Kopi dan teh, saat ini merupakan komoditas ekspor yang cukup penting peranannya dalam penerimaan devisa negara yang dihasilkan dari sub sector perkebunan setelah karet dan kelapa sawit. Selama ini produksi kopi yang melimpah lebih mengarah pada jenis kopi Robusta. Kopi Arabika hanya 5 % dari produksi total, sehingga kopi jenis ini masih mempunyai peluang yang tinggi, karena kurang lebih 70 % permintaan kopi duinia adalah untuk Arabika.
Tujuan penelitian ini adalah : (1) Menganalisa perkembangan volume ekspor, produksi, produktivitas, dan harga ekspor kopi Arabika dan teh di Indonesia; (2) Mengetahui besarnya pengaruh produksi, produktivitas dan harga ekspor terhadap volume ekspor kopi dan teh Indonesia.
Analisa trend dilakukan untuk mengetahui volume produksi, produktivitas, volume ekspor dan harga ekspor komoditi kopi arabika dan teh dari tahun ke tahun dengan menggunakan persamaan , dimana ?b? digunakan untuk mencari kemiringan atau slope dari persamaan garis regresi dan untuk mengetahui laju perkembangannya. Persamaan regresi diatas mempunyai kriteria perkembangan trend sebagai berikut : (1) Mempunyai trend positif, apabila b > 0; (2) Mempunyai trend negatif, apabila b 0. Selanjutnya hasil analisa trend ini digunakan untuk estimasi atau proyeksi perkembangan volume ekspor, produksi, produktivitas, dan harga ekspor untuk komoditi kopi arabika dan teh Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa trend perkembangan produksi, produktivitas, volume ekspor dan harga ekspor cenderung naik. Hal ini disebabkan karena adanya berbagai kebijakan pemerintah di bidang ekspor khususnya non migas yang telah mampu meningkatkan kinerja ekspor kopi Indonesia. Sedangkan produksi teh cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan karena adanya berbagai kebijakan pemerintah dibidang ekspor khususnya ekspor non migas, hanya produktivitas dan harga ekspor saja yang cenderung turun. Hal ini disebabkan karena semakin meningkatnya biaya faktor-faktor produksi yang diperlukan dalam usaha intensifikasi lahan, juga karena adanya pengaruh iklim dan cuaca. Juga karena negara-negara yang memproteksi industrinya melalui perlakuan non tarif dan perlakuan tidak adil terhadap produk Indonesia, juga karena nilai tukar rupiah terhadap dolar US yang selalu berfluktuasi.
Dari hasil analisa regresi untuk faktor-faktor yang mempengaruhi volume ekspor kopi menunjukkan nilai koefisien determinasi (R2) 0,524 yang menunjukkan bahwa sebesar 52,4% permintaan ekspor kopi Indonesia dipengaruhi oleh variabel yang dimasukkan dalam model, sedangkan sebesar 47,6% dipengaruhi oleh variabel yang tidak dimasukkan dalam model. Sedangkan untuk komoditi teh, hasil analisa regresi untuk faktor-faktor yang mempengaruhi volume ekspor teh menunjukkan nilai koefisien determinasi (R2) 0,441 yang menunjukkan bahwa sebesar 44,1% permintaan ekspor teh Indonesia dipengaruhi oleh variabel yang dimasukkan dalam model, sedangkan sebesar 55,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model.

Keyword : EKSPOR KOPI; TEH

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/63/jiptummpp-gdl-s1-2005-iwansusant-3149-Pendahul-n.pdf


Keywords


EKSPOR KOPI; TEH