ANALISA KOMPARATIF PENDAPATAN PETANI TEBU DENGAN DAN TANPA PENGGUNAAN PUPUK AN ORGANIK CAIR(Studi kasus di Desa Sumbersuko Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang)

INAYYA INAYYA

Abstract


Tanaman Tebu (Saccharum Officinarum) merupakan jenis tanaman Perkebunan semusim, yang mempunyai sifat tersendiri sebab didalam batangnya terdapat zat gula (Supriyadi, 1992). Proses penanaman tebu tidak terlepas dari yang namanya pemupukan. Pada umumnya pemupukan sangat dibutuhkan tanaman untuk memperbaiki pertumbuhan, sehingga mampu meningkatkan produktivitas sesuai dengan yang diharapkan. Penggunaan pupuk an organik sangat di butuhkan tanaman untuk mempercepat proses pertumbuhan. Penggunaan pupuk an organik pada tanaman tebu berimbang dan sesuai dengan dosis, jenis, zona iklim dan kebutuhan tanaman. Oleh karena itu rekomendasi pemupukan tiap-tiap wilayah / lokasi ditentukan oleh Dinas Perkebunan bersama P3GI dan Pabrik Gula (Effendy, 1995).
Tujuan dari Penelitian ini adalah sebagai berikut yaitu untuk : (1) mengetahui perbedaan total biaya, penerimaan, dan pendapatan petani tebu dengan dan tanpa menggunakan pupuk an organik cair, (2) mengetahui perbedaan tingkat efisiensi (R/C ratio) petani tebu dengan dan tanpa menggunakan pupuk an organik cair.
Dari tujuan diatas hipotesis yang diambil adalah diduga terdapat perbedaan total biaya, penerimaan, pendapatan dan efisiensi usahatani tebu dengan dan tanpa menggunakan pupuk an organik cair.
Daerah penelitian ini dipilih secara sengaja (purposive) yaitu di Desa Sumbersuko Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang, dengan pertimbangan bahwa desa tersebut merupakan salah satu desa penghasil tebu terbanyak, yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan memiliki lahan yang cukup potensial.
Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Proporsional Statified Random Sampling. Dimana populasi petani tebu di Desa Sumbersuko sebanyak 100 petani tebu, dengan sub populasi yaitu = 25 petani tebu dengan menggunakan pupuk an organik cair. Pada tingkat kepercayaan 95 % dan kesalahan 5 % (0,05) pengambilan sampel dilakukan sebesar 40 % dari sub populasi yaitu = 9 responden untuk petani tebu dengan menggunakan pupuk an organik cair dan 27 responden untuk petani yang tanpa menggunakan pupuk an organik cair. Alasan pengambilan prosentase diatas karena jumlah populasi yang ada kecil, sehingga harus menggunakan prosentase yang besar (Ibrahim, 1996)
Metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa diskriptif dan analisa inferensia berupa, analisa biaya, penerimaan, pendapatan dan efisiensi serta uji beda rata-rata (t test).
Dari hasil analisa deskriptif diketahui bahwa dari 100 populasi petani tebu di desa Sumbersuko terdapat 25 petani tebu yang menggunakan pupuk an organik cair dan 75 petani tebu tanpa menggunakan pupuk an organik cair.
Dari hasil analisa biaya, menunjukkan bahwa rata-rata total biaya hasil usaha tani tebu dengan menggunakan pupuk anorganik cair adalah Rp. 8.844.731 dan RP 9.150.793 tanpa menggunakan pupuk anorganik cair. Hasil pengujian hipotesa dengan uji t pada  = 5% di peroleh t hitung = 0,902 dengan t tabel = 2,0322, maka H0 diterima H1 ditolak yang berarti tidak terdapat perbedaan rata-rata total penggunaan biaya produksi pada usaha tani tebu dengan dan tanpa menggunakan pupuk anorganik cair.
Rata-rata tingkat penerimaan pada usahatani tebu dengan dan tanpa menggunakan pupuk an organik cair masing-masing sebesar Rp. 7.950.369 dan Rp. 7.177.258. hasil pengujian hipotesa dengan uji t pada  = 5 % diperoleh thitung = 3,026 dengan ttabel = 2,0322, maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti terdapat perbedaan rata-rata antara penerimaan pada usahatani tebu yang menggunakan dan tanpa menggunakan pupuk an organik cair.
Rata-rata pendapatan usahatani tebu yang menggunakan dan tanpa menggunakan pupuk an organik cair masing-masing sebesar Rp. ?894.362 dan Rp. ?1.973.535. hasil pengujian hipotesa dengan uji t pada  = 5 % diperoleh thitung = 3,749 dengan ttabel = 2,0322, maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti terdapat perbedaan rata-rata antara pendapatan usahatani tebu dengan dan tanpa menggunakan pupuk an organik cair.
Tingkat efisiensi (R/C ratio) pada kedua usahatani tersebut baik dengan maupun tanpa menggunakan pupuk an organik cair, diperoleh hasil kurang dari 1 yaitu masing-masing sebesar 0,90 dan 0,79, yang berarti kedua usahatani tersebut sama-sama tidak menguntungkan atau tidak layak untuk diusahakan. Hasil pengujian hipotesa dengan uji t pada  = 5 % diperoleh thitung = 4,420 dengan ttabel = 2,0322, efisiensi rata-rata pada kedua usahatani tersebut meskipun terdapat perbedaan yang nyata, tetapi karena keduanya mempunyai R/C ratio kurang dari satu maka kedua usahatani tersebut tidak menguntungkan atau tidak layak untuk diusahakan.

Keyword : ANALISA KOMPARATIF; PENDAPATAN PETANI; PUPUK

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/64/jiptummpp-gdl-s1-2005-inayya9872-3151-Pendahul-n.pdf


Keywords


ANALISA KOMPARATIF; PENDAPATAN PETANI; PUPUK