PENGARUH PENAMBAHAN MAGNESIUM PADA LARUTAN NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAPRIKA (Capsicum annuum L.) VARIETAS BELL BOY YANG DITANAM SECARA HODROPONIK

Abdul Aziz Fathoni

Abstract


Hidroponik adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah dan keuntungannya adalah dapat memelihara tanaman lebih banyak dengan ruang yang sempit (lingga, 1994). Cara ini efektif untuk daerah yang mempunyai luas lahan pertanian yang sempit, terutama didaerah perkotaan yang padat penduduk.
Cabe manis atau paprika merupakan tanaman hortikultura yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, karena petani yang mengusahakan paprika masih sedikit sedang kebutuhan pasar makin tinggi (Harjono, 1994). Harga jual paprika relatif mahal, yaitu berkisar antara Rp. 7000,- sampai Rp. 11.000,- tergantuing varietas (harga pada bulan September 2001).
Dalam perkembangan dan pertumbuhan tanaman paprika banyak dipengaruhi oleh faktor iklim. Suhu optimal yang dibutuhkan oleh paprika untuk pertumbuhannya adalah 18o-23oC, dengan kelembaban udara berkisar 80%. Selain itu tanaman paprika sangat peka terhadap intensitas cahaya matahari yang tinggi (Harjono, 1994). Dalam budidayanya, tanaman paprika lebik spesifik pada lokasi dan merupakan salah satu faktor pembatas dalam budidaya tanaman paprika.
Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk meminimalkan faktor pembatas tersebut adalah pemberian magnesium pada tanaman. Fungsi dari pemberian magnesium adalah untuk meningkatkan kadar klorofil daun dan hardening tanaman. Menurut anonymous (1998), penambahan hara magnesium akan meningkatkan jumlah klorofil dalam daun, sehingga dapat meningkatkan asimilasi karbon. Efeknya karbohidrat akan meningkat dan NER (Net Energi Range) meningkat. Kelembaban yang rendah dengan temperatur yang tinggi menyebabkan transpirasi yang berlebihan. Dalam kondisi seperti ini pembentukan buah akan kecil-kecil. Faktor pembatas tersebut dapat dioptimalkan dengan hardening Magnesium-pectat, sehingga daun tidak menjadi layu menjelang siang hari dan mengurangi derajat transpirasi.
Permasalahan yang muncul adalah apakah penambahan magnesium pada larutan nutrisi dengan level yang berbeda berpengaruh terhadap jumlah klorofil sehingga pertumbuhan dan hasil tanaman paprika yang ditanam berbeda?
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan magnesium pada larutan nutrisi dengan level yang berbeda terhadap jumlah dan klorofil dan pengaruhnya pada pertumbuhan dan hasil tanaman paprika yang ditanam secara hidroponik.
Hipotesa penelitian ini adalah diduga penambahan magnesium pada larutan nutrisi dengan level yang berbeda berpengaruh terhadap jumlah klorofil sehingga pertumbuhan dan hasil tanaman paprika yang ditanam berbeda.
Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap(RAK) sederhana yang terdiri dari 5 level perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan penelitian ini adalah penambahan magnesium.
M1 : penambahan Mg 0 ppm
M2 : penambahan Mg 10 ppm
M3 : penambahan Mg 20 ppm
M4 : penambahan Mg 30 ppm
M5 : penambahan Mg 40 ppm
Pengamatan dilakukan setelah tanaman berumur 3 hari setelah tanam dengan interval 7 hari sekali. Variabel yang diamati adalah : tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, kandungan konsentrasi klorofil daun, jumlah buah per tanaman, berat total buah per tanaman dan berat per buah.
Dari hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pengaruh penambahan magnesium terhadap jumlah klorofil daun adalah sama dan secara umum pengaruhnya pada semua variabel pertumbuhan dan hasil tanaman paprika adalah sama pada semua variabel pengamatan, kecuali pada variabel pengamatan jumlah daun pada umur pengamatan 38 Hst. Penambahan magnesium sebesar 20 ppm (M3) memberikan hasil rata-rata jumlah daun terbaik sebanyak 85,67 helai.

Keyword : MAGNESIUM; LARUTAN NUTRISI; PAPRIKA

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/64/jiptummpp-gdl-s1-2005-abdulazizf-3153-Pendahul-n.pdf


Keywords


MAGNESIUM; LARUTAN NUTRISI; PAPRIKA