PENGARUH PEMBERIAN MAGNESIUM DAN EKSTRAK KOTORAN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI BESAR (Capsicum annuum L.)

SANTI NUR FEBTIYANAWATI

Abstract



Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian magnesium dan ekstrak kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.)
Hipotesis dalam penelitian ini adalah diduga terdapat interaksi antara magnesium dan ekstrak kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.)
Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas Muhammadiyah Malang, Desa Tegalgondo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang dengan ketinggian tempat 550 mdpl pada bulan April sampai dengan bulan Agustus 2002.
Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang analisanya dengan Subsampling, dengan 2 faktur meliputi : Faktur I : M1 (1 gr/lt), M2 (1,5 gr/lt), M3 (2 gr/lt). Faktur II : E0 (0 cc/lt), E1 (1 cc/lt), E2 (2 cc/lt), E3 (3 cc/lt) sehingga didapatkan 12 kombinasi perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali.
Pengamatan dilakukan mulai tanaman berumur 20 hari setelah tanam dengan interval pengamatan 10 hari sekali. Parameter pengamatan ada dua macam yaitu secara non destruktif meliputi : Jumlah Daun (helai), Tinggi Tanaman (cm), Diameter Batang (mm), Luas Daun (cm2) dan secara destruktif meliputi : Kandungan Klorofil a, b dan Klorofil Total (mg/lt), Jumlah Buah Panen Pertanaman (buah), Jumlah Buah Total Panen Pertanaman (buah), Diameter Buah (mm), Berat Buah Panen Pertanaman (g) dan Berat Buah Total Panan Pertanaman (g).
Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa pemberian magnesium dan ekstrak kotoran sapi menunjukkan pengaruh yang nyata pada interaksi perlakuannya dalam meningkatkan hasil tanaman cabai besar. Pada jumlah daun perlakuan M3E3 (magnesium 2 gr/lt dan ekstrak kotoran sapi 3 cc/lt) memberikan jumlah daun terbanyak sebesar 66,88 (50 hst) dan 102,89 (60 hst).
Secara terpisah perlakuan magnesium memberikan pengaruh yang nyata terhadap kandungan klorofil a, b dan kandungan klorofil total. Perlakuan M3 (magnesium 2 gr/lt) memberikan kandungan klorofil a paling besar sebesar 5,98 mg/lt, kandungan klorofil b sebesar 2,61 mg/lt dan kandungan klorofil total sebesar 12,53 mg/lt. Sedangkan perlakuan ekstrak kotoran sapi memberikan pengaruh yang nyata terhadap luas daun, jumlah buah panen I dan diameter buah panen II. Perlakuan E3 (ekstrak kotoran sapi 3 cc/lt) memberikan luas paling luas sebesar 2033,51 cm2 (60 hst), jumlah buah panen I paling banyak sebesar 1,38 dan diameter buah panen II terbesar sebesar 9,51 mm.
Penggunaan magnesium dan ekstrak kotoran sapi dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar. Pemberian magnesium sebagai unsur penyusun klorofil yang penting dalam proses fotosintesis untuk menghasilkan karbohidrat. Sedangkan pemberian ekstrak kotoran sapi untuk meningkatkan asimilasi carbon. Jadi pemberian magnesium dan ekstrak kotoran sapi, berperan dalam proses fotosintesis untuk meningkatkan karbohidrat, sehingga produksi tanaman cabai besar juga meningkat.

Keyword : MAGNESIUM; EKSTRAK KOTORAN SAPI; CABAI BESAR

Link terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/64/jiptummpp-gdl-s1-2005-santinurfe-3156-Pendahul-n.pdf


Keywords


MAGNESIUM; EKSTRAK KOTORAN SAPI; CABAI BESAR