PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA PEMELIHARAAN MESIN PRODUKSI SEBAGAI USAHA UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS PADA PT. BARATA INDONESIA (PERSERO) CABANG GRESIK

Dessy Ikawati

Abstract


Perencanaan dan pengendalian merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, dan suatu pengendalian tidak mungkin dilakukan bila tidak ada perencanaan. Serta hasil dari pengendalian merupakan input bagi perencanaan selanjutnya. Sehingga peneliti mengambi judul ?Perencanaan Dan Pengendalian Biaya Pemeliharaan Mesin Sebagai Usaha Untuk Meningkatkan Efisiensi Dan Efektifitas Pada PT. Barata Indonesia (Persero) Cabang Gresik?. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana Perencanaan yang dilakukan perusahaan atas biaya pemeliharaan? (2) Bagaimana pengendalian yang dilakukan perusahaan atas biaya pemeliharaan? (3) Apakah perencanaan dan pengendalian atas biaya pemeliharaan sudah dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas? Masalah dibatasi pada lingkup pembahasan penentuan biaya pemeliharaan mesin pada PT. Barata Indonesia (Persero) Cabang Gresik. Tujuan penelitian adalah (1) Untuk mengetahui perencanaan biaya pemeliharaan yang dilakukan oleh perusahaan. (2) Untuk mengetahui pengendalian biaya pemeliharaan yang dilakukan oleh perusahaan. (3) Untuk mengetahui apakah perencanaan dan pengendalian biaya pemeliharaan sudah dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas.
Jenis penelitian yang dipergunakan adalah deskriptif penelitian menggunakan data sekunder berupa struktur organisasi, neraca, laporan laba rugi, budget cost dan lain-lain. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Teknik analisis data antara lain : (1) Menyajikan perencanaan biaya pemeliharaan mesin yaitu berupa anggaran biaya pemeliharaan mesin. (2) Memisahkan antara biaya variabel dan biaya tetap dengan menggunakan metode kudrat terkecil (least square method). Metode yang digunakan untuk mengetahui selisih dari biaya pemeliharaan, antara lain : (a) Analisis selisih pengeluaran. (b) Analisis selisih efisiensi. (c) Analisis selisih kapasitas.
Berdasarkan tujuan penelitian dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut (1) P.T. Barata Indonesia belum melakukan pemisahan atas biaya secara tegas ke dalam unsur tetap dan unsur variabel. (2) Hasil pemisahan atas biaya tersebut maka diketahui total biaya tetap dan total biaya variabel tersebut dapat digunakan untuk mengukur serta membandingkan tingkat produktifitas dalam kegiatan pemeliharaan mesin sehingga perusahaan dapat mengetahui jumlah petugas yang tepat yang dibutuhkan dalam aktifitas pemeliharaan. (3) Penerapan pengendalian biaya pemeliharaan mesin yang tidak memadai dalam dapat menimbulkan pengeluaran biaya pemeliharaan yang tinggi untuk tingkat kinerja yang rendah sehingga dapat dikatakan perusahaan dalam menjalankan aktifitas pemeliharaan tidak efisien.

 

Keyword : Perencanaan; pengendalian; Mesin Produksi

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/30/jiptummpp-gdl-s1-2004-dessyikawa-1475-Pendahul-n.pdf


Keywords


Perencanaan; pengendalian; Mesin Produksi