STUDY REKSI PASAR MODAL INDONESIA PASCA TRAGEDI BOM BALI 12 OKTOBER 2002

Leni Winarsih

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengadakan pengujian secara empiris, apakah ada perubahan abnormal return sebelum dan sesudah terjadinya peledakan bom Bali pada 12 Oktober 2002, serta untuk mengetahui dan mengadakan pengujian secara empiris, apakah ada kaitannya dengan aktivitas volume perdagangan
Saham di Bursa Efek Jakarta dengan terjadinya peledakan bom Bali pada 12 Oktober 2002.
Dalam analisis ini, penulis menggunakan dua hipotesis, yaitu pertama ada perubahan abnormal return sebelum dan sesudah terjadinya peledakan bom Bali pada 12 Oktober 2002. Kedua, ada kaitannya dengan aktivitas volume perdagangan
Saham di Bursa Efek Jakarta dengan terjadinya peledakan bom Bali pada 12 Oktober 2002.
Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui perubahan abnormal return dari suatu peristiwa adalah dengan menghitung selisih antara tingkat keuntungan sebenarnya dengan tingkat keuntungan yang diharapkan. Untuk mengetahui kaitannya dengan aktivitas volume perdagangan saham menggunakan Trading Volume Aktivitas (TVA) yaitu membandingkan jumlah saham perusahaan yang diperdagangkan dalam suatu waktu tertentu dengan keseluruhan jumlah saham beredar perusahaan tersebut pada kurun waktu yang sama .
Hasil perhitungan dengan alat analisis abnormal return akan mengalami peningkatan yang positif yaitu dari ?0,05398 menjadi ?0,02191 (satu hari sebelum dan satu hari sesudah peristiwa). Sedangkan hasil perhitungan dengan analisis TVA untuk menentukan aktivitas volume perdagangan saham adalah terjadi perubahan yang positif pula yaitu dari 0,00601931886 menjadi 0,03003890674 (satu hari sebelum dan satu hari sesudah peristiwa).
Dari hasil analisis abnormal return dan TVA tersebut sesuai dengan tolak ukur yang digunakan, maka secara signifikan tidak mengalami perubahan abnormal return baik sebelum dan sesudah ?peristiwa 12 Oktober 2002?, dan kaitannya dengan aktivitas volume perdagangan saham adalah ada keterkaitan yang positif disebabkan oleh antisipasi yang dilakukan oleh para pelaku pasar modal.
Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis dapat mengimplementasikan bahwa para pelaku pasar modal di Bursa Efek Jakarta lebih mewaspadai adanya informasi yang diterima baik dari luar maupun dari dalam PT Bursa Efek Jakarta untuk mewujudkan efisiensi pasar modal. Bagi pihak lain, skripsi ini dijadikan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya.

 

Keyword : PASAR MODAL

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/31/jiptummpp-gdl-s1-2004-leniwinars-1511-Pendahul-n.pdf


Keywords


PASAR MODAL