ANALISIS PORTOFOLIO SEBAGAI ALAT PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN SAHAM – SAHAM INDUSTRI MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERCATAT DI BEJ

WAHYU UTAMI

Abstract


Seperti yang telah telah diketahui investor bahwa investasi di pasar modal memiliki risiko yang lebih besar bila dibandingkan dengan investasi yang lain yang ada dinegara kita. Investasi yang menawarkan hasil yang tinggi tentu mengandung risiko risiko yang tinggi pula. Salah satu cara untuk mengurangi risiko investasi saham adalah dengan melakukan diversifikasi kepemilikan saham, atau membentuk portofolio, dengan tujuan untuk memilih kombinasi saham yang paling efisien, yaitu yang memberikan hasil yang terbesar dimasa mendatang dengan tingkat risiko yang tertentu atau yang mengandung risiko yang terkecil dengan hasil tertentu disama mendatang. Portofolio yang efisien ini merupakan portofolio yang optimal.
Risiko investasi saham itu sendiri ada dua macam,yaitu: risiko sistimatis yang merupakan risiko yang berasal dari pasar yang tidak dapat dikontrol oleh pihak manajemen, dan risiko tidak sistimatik yaitu risiko yang dapat dikontrol oleh pihak manajemen perusahaan. Bagaian dari risiko investasi saham yang dapat ditiadakan lewat portofolio saham adalah risiko investasi saham yang tidak sistimatis. Karena itu investor perlu membentuk komposisi portofolio saham yang optimal agar dapat memperkecil risiko tidak sistimatisnya sehingga investor dapat memperoleh hasil yang menguntungkan secara maksimal.
Adapun saham biasa yang diperdagangkan di pasar modal yang akan dianalisis untuk membentuk portofolio optimal adalah saham sektor industri makanan dan minuman yang masuk sebagai faktor penghitung IHSG di BEJ. Saham ini dipilih karena merupakan devensive stock, yaitu saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi perekonomian makro maupun situasi bisnis secara umum. Pada saat resesi harga saham ini tetap tinggi. Penghasilan ini tetap diperoleh karena produk barang konsumsi selalu dibutuhkan oleh konsumen walau pada situasi apapun.
Saham sektor industri makanan dan minuman dianalisis dengan metode teknikal analisis. Analisis ini memanfaatkan data sekunder eksternal, yang dikumpulkan dari pojok BEJ (JSX Cforner) Universitas Brawijaya, dengan mengunakan metode lapangan melalui teknik dokumentasi, dengan instrumen form pencatatan dokumenter.
Dari analisis yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan melakukan analisis pottofolio saham, maka investor dapat memperoleh hasil yang tinggi dengan tingkat risiko yang tertentu pada nasa yang akan datang. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 16 saham perusahaan yang menjadi portofolio optimal ada 5 perusahaan.
Dengan analisis ini, diharapkan bagi calon investor yang ingin berinvestasi pada saham yang diketahui memiliki tingkat risiko yang tinggi untuk tidak berinvestasi pada satu jenis saham saja. Semakin banyak investor memasukkan jjenis saham maka risiko yang akan ditanggung juga akan semakin kecil.

 

Keyword : Saham; Analisa Portofolio

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/10/jiptummpp-gdl-s1-2004-wahyuutami-467-pendahul-n.PDF


Keywords


Saham; Analisa Portofolio