EVALUASI ATAS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH KOTA MALANG

Roy Hendra Said Saputra

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada Pemerintah Daerah Kota Malang dengan judul ?Analisis Kontribusi Retribusi Daerahterhadap Pendapatan Asli Daerah (Study Kasus Pada Pemerintah Kota Malang)?.
Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui seberapa besar kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah Pemerintah Kota Malang; dan untuk mengetahui elastisitas retribusi daerah Pemerintah Kota Malang terhadap indikator perekonomian yaitu Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Tingkat inflasi dan jumlah penduduk.
Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah Pemerintah Kota Malang adalah rasio kontribusi dan untuk mengetahui elastisitas retribusi daerah Pemerintah Kota Malang terhadap indikator perekonomian yaitu Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Tingkat inflasi dan jumlah penduduk menggunakan rasio elastisitas.
Tolok ukur untuk menentukan elastis atau todak elastisnya retribusi daerah terhadap indikatoe perekonomian adalah jika nilai elastisitas lebih besar dari 1 disebut Elastis, yang berarti kenaikkan 1 % PDRB, Jumlah Penduduk dan Inflasi secara Elastis akan menaikkan retribusi daerah sebesar nilai Elastisitasnya. jika nilai elastisitas kurang dari 1 disebut Inelastis, yang berarti kenaikkan 1% PDRB, Jumlah Penduduk dan Inflasi tidak dikuti dengan kenaikan retribusi daerah secara signifikan.
Hasil perhitungan dengan rasio kontribusi menunjukkan besarnya kontribusi retribusi daerah terhadap terhadap pendapatan asli daerah (PAD) tiap tahunnya cenderung menurun. Rata-rata kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun 1996/1997 sampai dengan tahun 2000/2001 adalah sebesar 36,22%.
Hasil perhitungan dengan menggnakan rasio elastisitas diketahui; elastisitas retribusi daerah terhadap PDRB sebesar 28,95, artinya apabila terjadi perubahan PDRB sebesar 1% akan mengakibatkan perubahan retribusi daerah sebesar 28,95%. Elastisitas retribusi daerah terhadap inflasi sebesar 0,05, artinya apabila terjadi perubahan inflasi sebesar 1% akan mengakibatkan perubahan retribusi daerah sebesar 0,05%. Elastisitas retribusi daerah terhadap jumlah penduduk sebesar 13,43, artinya apabila terjadi perubahan jumlah penduduk sebesar 1% akan mengakibatkan perubahan retribusi daerah sebesar 13,43%. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa retribusi daerah bersifat elastis terhadap PDRB dan jumlah penduduk karena nilai elastisitasnya lebih besar dari 1 (E>1) serta tidak elastis terhadap laju inflasi karena nilai elastisitasnya lebih kecil dari 1 (E<1).

 

Keyword : KINERJA KEUANGAN; PEMERINTAH KOTA MALANG

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/27/jiptummpp-gdl-s1-2004-royhendras-1342-Pendahul-n.pdf


Keywords


KINERJA KEUANGAN; PEMERINTAH KOTA MALANG