PENGUKURAN DAN PENGENDALIAN BIAYA MUTU DIKAITKAN VALUE CHAIN CONCEPT (Studi Kasus pada PT. Aneka Regalindo Sidoarjo)

SULIKHATI SULIKHATI

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus dengan penelitian pada PT. Aneka Regalindo dengan judul Pengukuran dan Pengendalian Biaya Mutu Dikaitkan Value chain Concept (Studi Kasus pada PT. Aneka Regalindo Sidoarjo).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kemungkinan penerapan value chain concept dalam pengukuran dan pengendalian biaya mutu pada PT. Aneka Regalindo Sidoarjo.
Dari penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa (1) perusahaan belum menerapkan sistem biaya mutu sehingga tidak bisa mengetahui berapa biaya mutu sesungguhnya yang telah dikeluarkan perusahaan untuk meningkatkan mutu produknya dan tidak bisa melakukan pengendalian atas mutu tersebut; (2) sebenarnya unsur biaya mutu terdapat dibeberapa data biaya perusahaan, oleh karena itu perusahaan harus mengidentifikasi aktivitas-aktivitas perusahaan yang terkait dengan mutu, mengukur serta melaporkan biaya mutu agar dapat diketahui bagian-bagian yang harus dijadikan sasaran perbaikan dan pengembangan; (3) dari laporan biaya mutu pada tahun 2001 dan 2002 yang disusun menunjukkan bahwa meskipun penurunan biaya mutu sangat besar tetapi porsi biaya penilaian masih terlalu besar, pada tahun 2001 sebesar Rp. 369.275.357,4 dan di tahun 2002 sebesar Rp. 215.530.892,6. Dibandingkan dengan biaya pencegahan yang pada tahun 2001 sebesar Rp. 92.912.960 dan di tahun 2002 sebesar Rp. 166.817.060. Penurunan biaya kegagalan di tahun 2001 sebesar Rp. 45.682.500 dan di tahun 2002 sebesar Rp. 3.715.000. Dilihat pada tahun 2001 biaya mutu yang terjadi sebesar 8,04%, dan di tahun 2002 sebesar 7,54% dari penjualan tahun tersebut.
Dari analisis pengukuran dan pengendalian biaya mutu dikaitkan pendekatan value chain concept dari tahun 2001 dan tahun 2002 dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan pendekatan value chain concept menguntungkan bagi perusahaan. Karena perusahaan dapat mengklasifikasikan aktivitas mutu yang bernilai tambah dan tidak bernilai tambah dan hanya mempertimbangkan aktivitas mutu yang menambah nilai. Pengukuran dan pelaporan biaya mutu dikaitkan pendekatan value chain concept perusahaan dapat memberikan nilai yang lebih baik kepada pelanggan dengan nilai yang sama dan biaya yang lebih rendah sehingga customer value dapat ditingkatkan dengan penghematan biaya. Sedangkan hasil pengendalian mutu dengan value chain concept lebih efisien dalam hal biaya.

 

Keyword : Value Chain Concept

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/29/jiptummpp-gdl-s1-2004-sulikhati9-1401-Pendahul-n.pdf


Keywords


Value Chain Concept