PEMBIAYAAN MUSYARAKAH DENGAN SISTEM BAGI HASIL SEBAGAI ALTERNATIF KREDIT INVESTASI KONVENSIONAl (Studi Kasus pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang)

NING YULI ASTUTIK

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada Bank Syariah Mandiri cabang Malang Jl. Slamet Riyadi no.8 Malang dengan judul ? Pembiayaan Musyarakah Dengan Sistem Bagi Hasil Sebagai Alternatif Kredit Investasi Konvensional?
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah pembiayaan dengan sistem bagi hasil secara ekonmis dapat dijadikan alternatif kredit investasi konvensional dan mengetahui kelebihan dan kekurangan dari sitem tersebut.
Teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Wawancara merupakan pengumpulan data dengan cara melakukan tanya jawab secara langsung dengan pimpinan ataupun pihak-pihak yang bersangkutan topik penelitian. Sedangkan dokumentasi adalah pengumpulan data dengan cara mencatat atau memperoleh data secara langsung yang berupa salinan-salinan dokument yang berkaitan dengan obyek yang diteliti penulis.
Alat analisis yang digunakan untuk melakukan penelitian mengenai pembiayaan dengan sistem bagi hasil adalah dengan menggunakan nisbah/bagi hasil dimana nisbah ini telah ditentukan berdasarkan kesepakatan antara pihak nasabah dengan pihak bank sebelumnya. Pembiayaan pada bank Syariah khususnya pembiayaan musyarakah jika diterapkan/digunakan pada perusahaan industri maka perhitungan nisbahnya berdasarkan pada penjualan pada setiap bulannya, mengapa demikian karena mengingat resiko yang dihadapi oleh perusahaan industri sangatlah besar jika menggunakan dasar perolehan laba(keuntungan). Sedangkan pada sistem kredit investasi konvensional analisis data yang digunakan adalah sistem penerapan biaya ditambah angsuran dalam setiap bulannya.
Dari analisis yang dilakukan terhadap kedua sistem yang berbeda tersebut diatas maka hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa nisbah/bagi hasil dan bunga dalam penerapannya memiliki kelebihan dan kekurangan diantara masing-masing sistem tersebut dimana diantara keduanya dapat diterapkan pada sebagian masyarakat kita yang membutuhkannya.
Berdasarkan kesimpulan diatas penulis dapat meyimpulkan bahwa pembiayaan dengan sistem nisbah/bagi hasil dapat dijadikan alternatif kredit investasi konvensional.Walaupun dalam pelaksanaannya masih memiliki kekurangan, namun setidaknya pelaksanaan pembiayaan nisbah tersebut perwujudan pelaksanaan syariah Islam dalam kehidupan perekonomian.

 

Keyword : Pembiayaan Musyarakah; Kredit Investasi Konvesional; Sistem Bagi Hasil

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/29/jiptummpp-gdl-s1-2004-ningyulias-1405-Pendahul-n.pdf


Keywords


Pembiayaan Musyarakah; Kredit Investasi Konvesional; Sistem Bagi Hasil