MEKANISME PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNANDAN UPAYA MENINGKATKAN PENERIMAAN PAJAK KHUSUSNYA PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI WILAYAH KANTOR PELAYANAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN MOJOKERTO

Hendrawan Budi Laksono

Abstract


Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif pada kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Mojokerto dengan judul ?Mekanisme Pemungutan Pajak Bumi Dan Bangunan Dan Upaya Meningkatkan Pajak Khususnya Pajak Bumi Dan Bangunan Di Wilayah KPPBB Mojokerto?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis masalah atau kelemahan yang dihadapi pada proses mekanisme pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan serta upaya apa saja yang telah dilakukan oleh Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Mojokerto dalam rangka mengatasi kelemahan pada proses mekanisme pemungutannya tersebut sehingga dapat meningkatkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di wilayah KPPBB Mojokerto.
Alat analisa yang digunakan dengan jalan menganalisis elemen-elemen intern yang ada di Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Mojokerto yang terdiri dari struktur organisasi, kemampuan aparat dan sarana serta fasilitas kerjanya. Analisa pokoknya adalah menganalisa mekanisme pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan yang telah dilaksanakan, menganalisa target serta realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan sebagai indikator berhasil/tidaknya upaya yang telah dilakukan dalam meningkatkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan.
Dari analisa yang telah dilakukan, diketahui struktur organisasinya telah mencerminkan adanya pemisahan fungsi-fungsi oprasional secara jelas dan tegas, dan didukung kemampuan aparatur yang kapabel serta adanya sarana dan fasilitas yang menunjang, dapat dilihat bahwa kegiatan oprasional dalam melaksanakan pelayanan dan pengelolaan perpajakan khususnya Pajak Bumi dan Bangunan di wilayah KPPBB Mojokerto sudah cukup baik. Tapi dalam kenyataannya, pada proses pemungutan pajaknya terdapat kelemahan pada proses pendataan awal yaitu adanya obyek dan subyek Pajak Bumi dan Bangunan merupakan transfer dari obyek dan subyek pajak eks Ipeda (Iuran Pembangunan Daerah) yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan saat ini. Hal tersebut menimbulkan kesulitan bagi para petugas. Sebagai contoh: Bangunan yang ada diatas tanah tidak kena pajak tidak ikut dihitung padahal menurut peraturan yang ada bangunan tersebut harus dikenakan pajak juga, hal ini mengakibatkan kurang maksimalnya penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan. Dengan melihat fenomena diatas Pihak KPPBB melaksanakan upaya-upaya untuk meningkatkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan, antara lain: 1. Penyempurnaan pendataan subyek dan obyek pajak, dengan jalan menginventarisir subyek dan obyek pajak yang belum terdaftar dan menginventarisir keadaan tanah yang mengalami perubahan ; 2. Meningkatkan kualitas serta kuantitas aparat ; 3. Meningkatkan kesadaran wajib pajak ; dan 4. Meningkatkan pelaksanaan pengawasan.
Dari hasil pembahasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa mekanisme pemungutan dan upaya untuk meningkatkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan sudah baik dan disarankan agar kelemahan yang terjadi pada mekanisme pemungutannya yaitu pada proses pendataan awal (pendataan subyek dan obyek pajak) harus selalu diperhatikan oleh pihak KPPBB Mojokerto.

 

Keyword : PAJAK BUMI dan BANGUNAN

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/62/jiptummpp-gdl-s1-2005-hendrawanb-3058-Pendahul-n.pdf

Keywords


PAJAK BUMI dan BANGUNAN