ENTERPRISE CONCEPT DAN LAPORAN NILAI TAMBAH SEBAGAI ALTERNATIVE PENGUKURAN KINERJA MANAJEMEN PADA PERUM PEGADAIAN KANTOR DAERAH MALANG

Diana Nur Hayati

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada Perum Pegadaian Kantor Daerah Malang dengan judul ? Enterprise concept dan laporan nilai tambah sebagai alternatife pengukuran kinerja manajemen pada Perum Pegadaian Kantor Daerah Malang?.
Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Enterprise concept dan laporan nilai tambah digunakan alternatif pengukuran kinerja perusahaan dan juga digunakan untuk mengetahui bagaimana perusahaan berperan dalam lingkungan sosial sebagai wujud dari tanggung jawab sosial perusahaan pada perum pegadaian kantor daerah malang.
Dalam penelitian ini, penulis mengambil dua hipotesis, yaitu : Bahwa Enterprise concept dan laporan nilai tambah digunakan sebagai alternatif pengukuran kinerja manajemen pada perum pegadaian kantor daerah malang, dan perusahaan sangat berperan penting dalam lingkungan sosial yang sebagai wujud dari tanggung jawab sosial perusahan pada lingkungannya.
Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui bahwa Enterprise dan laporan nilai tambah digunakan sebagai alternatif pengukuran kinerja manajemen pada perum pegadaian kantor daerah malang yang menggunakan beberapa rasio yaitu (a) Rasio distribusi nilai tambah dengan rasio ini perusahaan bisa menilai seberapa besar prosentasi nilai tambah yang didistribusikan kepada masing-masing partisipan dari jumlah nilai tambah yang dihasilkan perusahaan, (b) Indeks efisiensi usaha dimana manfaat dari indeks efisiensi usaha adalah untuk mengukur tingkat keefisiensianatas penggunaan sumber daya yang pada sektor produktifitas dan rasio profitailitas yang dapat digunakan untuk mengukur seberapa besar keuntungan yang dapat dihasilkan dari satuan-satuan investasi.
Hasil analisa dari data yang diperoleh menggunakan beberapa rasio yaitu (a) Rasio distribusi nilai tambah yang dibagi menjadi tiga pendistribusian kepada perusahaan 82,05% ,karyawan 20,55% dan 3,23% untuk pemerintah. (b) Untuk indekefisiensi usaha yaitu penggun aan sumber daya yang paling efisien pada karyawan mengalami peningkatan sebesar 23,08% dan diikuti oleh pemerintah 43,54% juga mengalami kenaikan akan tetapi untuk pemerintah mengalami penurunan sebesar 18,35% (c) Rasio produktivitas pendapatan menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai tamah murni dalam hubungannya dengan kegiatan operasi perusahaan tidak mengalami penurunan maupun kenaikan dimana setiap pendapatan usaha telah menciptakan 0.89%, sedangkan untuk mengukur seberapa besar pendapatan usaha yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu-satuan nilai tambah didapat dengan membandingkan pendapatan usahan dengan nilai tambah telah mengalami kenaikan sebesar 0.89%. Rasio produktivitas aktiva yaitu ada dua aspek yang diperhitungkan dalam menilai produktifitas (1) Berapa nilai tambah yang dihasilkan dari setiap satuan aktiva. (2) Berapa aktiva yang digunakan untuk menghasilkan satu-satuan nilai tambah, bahwa nilai tambah yang dihasilkan setiap aktiva telah mengalami penurunan sebesar 22,84% akan tetap jika dilihat dari produktifitas masing-masing tahun kondisi menunjukkan baik, sedangkan perubahan aktiva yang diperlukan untuk menciptakan satu-satuan nilai tambah telah mengalami peningkatan akan tetapi jika dilihat dari produktif itas setiap tahun menunjukkan hasil yang cukup efisien dan Rasio Produktivitas modal, digunakn untuk mengetahui bagaimana hasil perolehan yang dicapai manajemen atas dana yang ditanamkannya dan pembagian laba yang diperolehnya sehingga rasio yang dapat menjawab kepentingan tersebut adalah rasio produktivitas modal dari perhitungan diatas telah mengalami penurunan sebesar 22,18% meskipun demikian nilai tambah yang dihasilkan dari satu-satuan aktiva adalah baik. Besarnya aktiva untuk menciptakan setiap nilai tambah sebesar 0,42% tahun 2000 untuk tahun 2001 0,54% apabila aktiva yang digunakan lebih diefektifkan, maka nilai tambah yang dihasilkan akan semakin baik, (d) Perbandingan rasio produktivitas dan rasio profitabilitas bahwa pengukuran kinerja berdasarkan rasio produktivitas lebih tepat apabila dibandingkan dengan rasio profitabilitas yang hanya bermanfaat bagi investor dan kreditor saja sudah seharusnya perubahan terutama manajemen memperluas informasi kepada pihak kedua yang terlibat dalam kerjasamanya menciptakan kekayaan sesuai dengan misi pegadaian sebagai salah satu BUMN yang mempunyai salah satu kewajiban sosial dalam mensejahterakan masyarakat dapat diwujudkan disamping eksistensi perusahaan dapat terus di kembangkan.
Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis dapat mengimplikasikan bahwa sebaiknya Perum Pegadaian Kantor Daerah Malang menerapkan Enterprise Concept dan penyajian informasi keuangannya. Adapun alternatif yang tepat untuk menyajikan laporan keuangan diatas adalah penyusunan laporan nilai tambah sebagai perlengkap dari laporan laba rugi.

 

Keyword : ENTERPRISE CONCEPT

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/27/jiptummpp-gdl-s1-2004-diananurha-1311-Pendahul-n.pdf


Keywords


ENTERPRISE CONCEPT