ASPEK AKUNTANSI PEMBIAYAAN MUDHARABAHDENGAN SISTEM BAGI HASIL PADA LEMBAGAKEUANGAN MIKRO (BMT)

Ida Rahmawati

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada BMT ASSA?ADAH dan BMT MITRA SARANA di Kota Malang.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelayakan pembiayaan mudharabah atau sistem bagi hasil yang diterapkan lembaga keuangan mikro (BMT) bagi pelaku ekonomi menengah kebawah. Dalam perekonomian modern saat ini bunga memainkan peranan penting, pendapatan bunga dapat langsung ditentukan karena tingkat bunga dapat diketahui saat transaksi berlangsung sehingga ada hasil yang pasti bagi penabung dan beban pinjaman yang pasti bagi peminjam. Dengan demikian, pemilik modal masih mendapatkan jaminan harta atas pinjamannya meskipun peminjam mengalami pailit.
Mudharabah dapat diartikan akad antara dua pihak, pihak pertama yang mengeluarkan sejumlah uang kepada pihak kedua untuk dimanfaatkan, keuntungan yang diperoleh dibagi dua sesuai kesepakatan antara dua pihak. Kaidah-kaidah yang digunakan pada sistem bagi hasil yaitu dengan cara menghitung hasil dari keuntungan usaha atau laba bersih. Perhitungan pembiayaan ditentukan nisbah yang telah disepakati pihak nasabah dengan pihak bank. Contoh nisbah bagi hasil yang dilakukan antara pihak nasabah dengan pihak bank adalah: 25% untuk nasabah dan 75% untuk pihak bank atau 40% untuk nasabah dan 60% untuk pihak bank dan sebagainya.
Hasil penelitian yang dilakukan penulis pada BMT ASSA?ADAH dan BMT MITRA SARANA kelebihan sistem bagi hasil dibanding sistem bunga yaitu: pertama, jika debitur mengalami kerugian maka debitur hanya berkewajiban untuk melunasi pinjaman pokoknya saja. Kedua, kerugian bisa ditanggung oleh nasabah dan BMT sesuai prosentase nisbah pada kesepakatan awal jika dana yang digunakan berasal murni dari dana BMT tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sistem bagi hasil adalah salah satu alternatif usaha peningkatan perekonomian terutama bagi pelaku ekonomi menengah kebawah. Dengan demikian penulis menyarankan hendaknya BMT lebih meningkatkan usahanya dalam penyebaran opini terhadap masyarakat serta melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang memiliki kesamaan visi dengan tidak melanggar ketetapan syar?i, sehingga BMT mengalami percepatan proses pengembangan. Dukungan Perguruan Tinggi dan lembaga-lembaga penelitian dibutuhkan dalam mengkaji sistem bagi hasil secara intensif sehingga sistem ini dapat digunakan secara tepat dan lebih memasyarakat.

 

Keyword : Mudharabah; Bagi hasil

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/14/jiptummpp-gdl-s1-2004-idarahmawa-690-Pendahul-n.pdf


Keywords


Mudharabah; Bagi hasil