PERBANDINGAN LAPORAN KEUANGAN HISTORICAL COST DENGAN LAPORAN KEUANGAN YANG DIPENGARUHI PERUBAHAN TINGKAT HARGA UMUM SEBAGAI DASAR PENILAIAN KINERJA PERUSAHAAN(STUDI PT. SUPER INDAH LANGGENG SURABAYA)

YULI ZEIN WAHYUDI

Abstract


Penelitian ini merupakan penelitian studi diskriptif pada perusahaan / industri percetakan PT Super Indah Langgeng Surabaya dengan judul ?Perbandingan Laporan Keuangan Historical Cost Dengan Laporan Keuangan Yang Dipengaruhi Perubahan Tingkat Harga Umum Sebagai Dasar Penilaian Kinerja Perusahaan (Studi PT. Super Indah Langgeng Surabaya)?
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Super Indah Langgeng Surabaya yang didasarkan pada laporan keuangan historical cost dan laporan keuangan yang dipengaruhi tingkat harga umum (inflasi). Tujuan lainnya adalah untuk mengetahui perbandingan kinerja keuangan PT. Super Indah Langgeng Surabaya yang didasarkan pada laporan keuangan historical cost dengan laporan keuangan yang dipengaruhi tingkat harga umum (inflasi)
Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui perbandingan kinerja keuangan PT. Super Indah Langgeng Surabaya yang didasarkan pada laporan keuangan historical cost dengan laporan keuangan yang dipengaruhi tingkat harga umum (inflasi) adalah penyajian laporan keuangan berdasarkan konsep GPLA atau penyajian kembali laporan keuangan didasarkan atas Indeks Harga Konsumen (IHK) yang diterbitkan oleh Biro Pusat Statistik dan komparasi antara analisis laporan keuangan berdasarkan konsep historical cost dengan analisis laporan keuangan berdasarkan konsep GPLA.
Hasil-hasil perhitungan rasio likuiditas, khususnya current ratio berdasarkan laporan konvensional menunjukkan bahwa pada tahun 2001 mengalami kenaikan dari 3,10% menjadi 4,58%. Sedangkan atas dasar GPLA memberikan gambaran yang lebih baik, yaitu pada tahun 2001 current ratio badan usaha mengalami peningkatan dari 3,10% menjadi 4,61%. Hasil-hasil perhitungan rasio profitabilitas berdasarkan laporan konvensional menunjukkan bahwa pada tahun 2001 tetap, yaitu 0,12. Sedangkan atas dasar GPLA memberikan gambaran yang berlainan, yaitu pada tahun 2001 kondisi tingkat profitabilitas badan usaha mengalami peningkatan yaitu dari 0,06% menjadi 0,07% .
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka disarankan pihak perusahaan hendaknya senantiasa memperhatikan faktor perubahan tingkat harga umum yang terjadi dalam penyusunan laporan keuangan kovensional agar laporan keuangan ini dapat mencerminkan kondisi keuangan perusahaam saat ini sehingga dapat membantu manajemen dalam mengambil keputusan. Hendaknya perusahaan dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan. Hasil evaluasi tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki manajemen perusahaan dengan memperhatikan faktor perubahan harga umum atau inflasi yang terjadi.

 

Keyword : Laporan keuangan; Inflasi

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/14/jiptummpp-gdl-s1-2004-yulizeinwa-694-Pendahul-n.pdf


Keywords


Laporan keuangan; Inflasi