ANALISIS PENERAPAN METODE GROSS-UP UNTUK MENGHITUNG TUNJANGAN PAJAK PENGHASILAN SEBAGAI USAHA MEMINIMALISASI PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 PADA PERUM PERHUTANI (PERSERO)KPH MALANG

WIJAYANTI WIJAYANTI

Abstract


Penelitian ini merupakan Studi Kasus pada Perum Perhutani (Persero) KPh Malang dengan judul ”Analisis Penerapan Metode Gross-Up Untuk Menghitung Tunjangan Pajak Penghasilan Sebagai Usaha Meminimalisasi Pajak Penghasilan Pasal 21 Pada Perum Perhutani (Persero) KPh Malang”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat adanya perbandingan metode gross-up dan membandingkannya antara sebelum dan sesudah adanya gross-up dalam penghitungan tunjangan pajak penghasilan maupun penghitungan pajak penghasilan pasal 21 pada Perum Perhutani (Persero) KPh Malang.Dalam penelitian ini, penulis mengambil dua hipotesis, yaitu bahwa penghitungan tunjangan pajak penghasilan pasal 21 yang sudah diterapkan pada perusahaan secara ekonomis menguntungkan; dan penghitungan tunjangan pajak penghasilan pasal 21 dengan menggunakan metode gross-up secara ekonomis lebih menguntungkan dibanding dengan penghitungan yang sudah diterapkan pada perusahaan.Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui apakah penghitungan tunjangan pajak penghasilan pasal 21 yang diterapkan perusahaan secara ekonomis lebih menguntungkan menggunakan lapisan penghasilan kena pajak (5%) dikalikan besarnya PKP kemudian dibagi 12, dan untuk mengetahui apakah penghitungan tunjangan pajak penghasilan pasal 21 dengan gross-up lebih menguntungkan dibandingkan penghitungan yang diterapkan perusahaan. Tolok ukur untuk menentukan bahwa gross-up lebih menguntungkan adalah dengan menggross-upkan setiap tunjangan kedalam gaji karyawan.
Hasil perhitungan tunjangan pajak penghasilan yang ada pada perusahaan sebesar Rp. 11.813.603,00 sedangkan dengan penghitungan gross-up sebesar Rp. 13.153.779,00. Dari analisis tersebut pihak karyawan merasa diuntungkan untuk menambah penghasilan dan dari pihak perusahaan juga merasa untung karena pajak yang terutang pada negara akan lebih kecil. Dengan demikian dua hipotesis dalam penelitian ini terbukti, yaitu kedua belah pihak tidak dirugikan sehingga akan diketahui pengalokasian kas pada perusahaan.
Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis dapat mengimplikasikan bahwa sebaiknya perusahaan mengunakan penghitungan tunjangan pajak penghasilan pasal 21 dengan metode gross-up, sepanjang hal tersebut bisa dilakukan.

 

Keyword : Metode Gross-Up; Pajak

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/26/jiptummpp-gdl-s1-2004-wijayanti9-1288-pendahul-n.pdf


Keywords


Metode Gross-Up; Pajak