PERBANDINGAN PENERAPAN AKUTANSI KONVENSIONAL DENGAN ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM DALAM PEMBEBANAN BIAYA OVERHEAD PABRIK KEPADA PRODUK DI PR. CEMPAKA

Dhian Palupi Handayani

Abstract


Sistem akutansi biaya dan manajemen tradisional menghadapi tantangan perubahan lingkungan pemanufakturan sehingga sistem akutansi biaya dan manajemen tradisional tidak relevan lagi untuk di terapkan dalam era globalisasi.
Ketidak mampuan akutansi biaya tradisional di sebabkan karena hanya berdasarkan out put atau unit yang dihasilkan.Dengan keterbatasan akutansi biaya tradisional seperti yang telah di jelaskan maka perusahaan harus mendasarkan manajemen yang berbasiskan aktivitas. Dengan sistem activity based costing (ABC) yang terdapat pada akutansi biaya modern yang di dasari prinsip bahwa biaya-biaya yang terjadi diperusahaan berhubungan sebab akibat dengan aktifitas yang di lakukan.
Berdasarkan latar belakang tersebut diatas maka penulis mengambil judul ?PERBANDINGAN PENERAPAN AKUTANSI KONVENSIONAL DENGAN ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM DALAM PEMBEBANAN BIAYA OVERHEAD PABRIK KEPADA PRODUK? .

Permasalahan dalam penelitian ini adalah :(1) Bagaimana perbandingan antara pembebanan biaya ovehead pabrik kepada produk menurut system activity based costing dengan akuntansi biaya konvensional(2) Alternatif penerapan biaya overhead pabrik kepada produk menggunakan metode Activity based costing.
Penelitian dilakukan di CV Cempaka Jalan Yos Sudarso 75A Tulungagung.
Penelitian ini bersifat studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari perusahaa itu sendiri.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Field Research. Adapun teknik yang digunakan adalah : Observasi, Interview,Teknik dokumentasi. Setelah semua data diperoleh akan dianalisis dengan menganalisa kondisi perusahaan, kemudian menghitung pembebanan biaya overhead pabrik mengunakan Activity based costing system (ABC)dengan menentukan cost pool, menentukan cost driver, menentukan cost pool rate dan membebankan biaya overhead ke produk dengan rumus:

Berdasarkan analisa perbandingan pembebanan biaya overhead pabrik system konvensional dengan system Activity Based Costing ada perbedaan pembeban pada setiap produk Cpk Flm 12 , Cpk Fll 16 mengalami pembebana biaya Overhead pabrik ke produk lebih tinggi atau overcosted masing- masing senilai 0,1185 (10,48%) dan senilai 0,0563 (4,7%). Sedangkan untuk produk Cpk Ls 10, Cpk Sp 12, Cpk Flm 16, Cpk Flc 16 Mengalami pembebanan yang lebih rendah dari perhitungan Sistem activity Based Costing, atau undercosted masing-masing sebesar 0,1382 (9,96%), 0,0276 (2,16%), 0,2677 (15,88%), 0,0352 (2,74%).Perbedaan ini bisebabkan karena mengunakan satu cost driver yaitu unit. Sedangkan system Activity Based Costing menggunakan cost driver berdasarkan aktivitas, pengunaan system ini lebih akurat.

 

Keyword : ABC sistem; Biaya overhead

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/45/jiptummpp-gdl-s1-2005-dhianpalup-2207-Pendahul-n.pdf


Keywords


ABC sistem; Biaya overhead