ANALISIS STRUKTUR MODAL YANG OPTIMAL PADA PT. HM. SAMPOERNA, Tbk (Berdasarkan Financial Leverage)

SUHARLIN SUHARLIN

Abstract


Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif pada PT. Hanjaya Mandala Sampoerna, Tbk dengan judul ? Analisis Struktur Modal Yang Optimal Pada PT. HM. Sampoerna, Tbk (Berdasarkan Financial Leverage)?. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi struktur modal perusahaan pada saat ini (tahun 2001-2003) berdasarkan analisisi financial leverage dan untuk menentukan struktur modal yang optimal pada tahun 2004 berdasarkan financial leverage.
Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi struktur modal perusahaan saat ini adalah rasio leverage, leverage keuangan dan WACC dan untuk menentukan struktur modal yang optimal yaitu analisis Financial leverage (analisis EBIT-EPS). Tolok ukur untuk menentukan struktur modal yang optimal adalah dengan semakin besar leverage keuangan yang digunakan perusahaan, kemungkinan untuk mendapatkan pengembalain yang lebih tinggi lebih besar, tetapi di sisi lain dengan adanya pengembalian yang tinggi, maka resiko keuangan yang ditanggung oleh para pemegang saham pun juga akan semakin tinggi. Tolok ukur struktur modal yang optimal yang lain yaitu dapat meminimumkan biaya modal. Oleh sebab itu perlu diusahakan suatu bauran pembelanjaan yang dapat memaksimumkan nilai perusahaan, dan meminimumkan biaya modal dengan resiko yang dapat diterima.
Hasil perhitungan dengan alat analisis financial leverage untuk menentukan struktur modal yang optimal tahun 2004 bila melihat perhitungan expected EPS, standard deviasi, coefisien variasi bisa dicapai pada saat tingkat hutang jangka panjang (DER) 75%. Dan bila ditinjau lagi dengan hasil yang tinggi ini juga menimbulkan tingkat resiko yang tinggi pula. Sedangkan struktur modal yang optimal yaitu struktur modal yang dapat meminimumkan biaya modal dan dapat memaksimumkan harga saham. Oleh sebab itu, apabila melihat perhitungan estimasi nilai saham, struktur modal yang harus diambil atau dipilih yaitu pada saat DER sebesar 50% dimana hasil yang diperoleh sebesar 602,62 (nilai saham yang lebih tinggi daripada berbagai tingkat DER yang lainnya). Apabila perusahaan menggunakan DER 50% tingkat leverage yang dihasilkan akan meningkat dimana tahun 2003 sebesar 1,04 dan tahun 2004 sebesar 1,05 dan biaya modalnya juga mengalami penurunan dari 0,57 menjadi 0,53, sehingga dapat disimpulkan bahwa struktur modal yang optimal tahun 2004 pada saat tinggat DER 50%.

 

Keyword : STRUKTUR MODAL

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/73/jiptummpp-gdl-s1-2005-suharlin00-3604-PENDAHUL-N.PDF


Keywords


STRUKTUR MODAL