PERBANDINGAN PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI BIAYA KONVENSIONAL DENGAN ACTIVITY BASED COSTING DALAM MENGHITUNG HARGA POKOK PRODUKSI PADA PT. INDUSTRI SANDANG NUSANTARA UNIT PATAL GRATI PASURUAN

Rutma Hadi Susantoro

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada PT. Industri Sandang Nusantara Unit Patal Grati Pasuruan dengan judul "Perbandingan Penerapan Sistem Akuntansi Biaya Konvensional dengan Activity Based Costing dalam menghitung harga pokak produksi pada PT. Industri Sandang Nusantara Unit Patal Grati Pasuruan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penentuan harga pokok praduksi antara sistem konvensional dengan sistem Abc pada PT. Industri Sandang Nusantara Unit Patal Grati Pasuruan.
Analsis yang digunakan untuk mengetahui perbedaan penentuan harga pokok produksi sistem konvensional dengan mengumpulkan biaya overhead pabrik kepada pusat biaya setelah biaya terkumpul dalam pusat biaya dibebankan ke produk, sedangkan perhitungan harga pokok industri ABC system dengan menggunakan 2 tahap yang terdiri dari:
Tahap pertama: Biaya averghead pabrik dibebankan ke aktivitas yang sesuai. Kemudian biaya aktivitas-aktivitas tersebut dikelompokkan ke pusat biaya (cost pool) yang homogen. Setelah dihitung itu tiap-tiap cost pool dengan cara membagi total biaya didalam cost pool dengan cost driven (pemicu biaya) yang sesuai.
Tahap kedua: biaya aktivitas dibebankan ke produk berdasarkan konsumsi aktivitas dari masing-masing produk.
Setelah tahap diatas diiakukan, maka selanjutnya menyusun perhitungan harga pokok industri menurut ABC system. Hasilnya dibandingkan dengan perhitungan harga pokok industri sistem konvensional.
Berdasarkan hail penelitian ada 3 produk dalam penentuan harga pokok produksi secara konvensional lebih besar bial dibaidngkan dengan harga pokok produksi ABC system, yaitu untuk produk PE 30, PE 40, dan PRODUK 45 mengalami overcosted sebesar RP 7.887.679,5 1, Rp 10. 131.863,44 dan Rp 58.447.466,24 untuk produk volume tinggi dan mengalami undercasted sebesar Rp 39.427.675,43 dan Rp 37.040.587.83 untuk produk PRODIIK 30 dan PRODUK 60 yang merupakan produk volume rendah.
Dapat disimpulkan bahwa ABC system mampu memberikan informasi biaya yang akurat kepada manajemen, secara ekanomi perhitungan harga pokok produksi dapat menentukan kebijakan harga jual yang tepat.
Implikasi yang dapat penulis berikan adalah sebaiknya perusahaan tetap menggunakan ABC system dengan perhitungan harga pokok industri bila ingin bersaing secara global, selain itu ABC system merupakan sistem yang mempertimbangkan besarnya manfaat yang diperaleh apabila tetap menggunakan ABC system.

 

Keyword : Akutansi Management

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/73/jiptummpp-gdl-s1-2005-rutmahadis-3616-Pendahul-n.pdf


Keywords


Akutansi Management