AKUNTANSI AKTIVA TETAP UNTUK PERSIAPAN PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN YANG SESUAI DENGAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PADA PT. LOTUS INDAH TEXTILE INDUSTRIES DI SURABAYA

AZIZATUL ZAHROTIN

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada PT. Lotus Indah Textile Industries di Surabaya dengan judul ?Akuntansi Aktiva Tetap untuk Persiapan Pemeriksaan Laporan Keuangan yang Sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan pada PT. Lotus Indah Textile Industries di Surabaya?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perlakuan akuntansi aktiva tetap yang ada di perusahaan dan apakah perlakuan aktiva tetap tersebut sudah sesuai dengan standar akuntansi keuangan.
Dalam penelitian ini penulis mengambil dua hipotesis, yaitu:
1. Perlakuan biaya pemeliharaan dan perbaikan (capital expenditure atau revenue expenditure) aktiva tetap.
2. Pengaruh perlakuan biaya pemeliharaan dan perbaikan pada biaya penyusutan dan laporan keuangan.
Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui apakah perlakuan akuntansi aktiva tetap yang ada di PT. Lotus Indah Textile Industries sudah sesuai dengan standar akuntansi keuangan adalah analisis deskriptif dimana hasil penelitian akan menjelaskan situasi atau kejadian-kejadian tertentu yang memberikan gambaran mengenai keadaan yang sebenarnya. Dalam hal ini penulis mencoba untuk mengevaluasi dan membandingkan perlakuan akuntansi aktiva tetap yang ada di perusahaan dengan standar akuntansi keuangan.
Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa transaksi pengeluaran setelah perolehan aktiva tetap yang terjadi pada perusahaan selama tahun 2000 dan 2001 terdapat selisih. Untuk tahun 2000 sebesar Rp. 95.327.000,9 dan tahun 2001 sebesar Rp. 7.182.029,3. Hal ini akan berpengaruh pada beban penyusutan akhir periode. Beban penyusutan tahun 2000 sebesar Rp. 6.254.116.844 seharusnya Rp. 6.158.789.843,1 dan untuk tahun 2001 sebesar Rp. 7.635.033.210 seharusnya Rp. 7.642.215..239 serta akan berpengaruh pada perolehan laba. Laba tahun 2000 sebesar Rp. 26.216.600.188 dan tahun 2001 sebesar Rp. 30.746.563.065 seharusnya menurut SAK untuk tahun 2000 sebesar Rp. 26.311.927.188,9 dan tahun 2001 sebesar Rp. 30.739.381.035,7.
Dari hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa perlakuan akuntansi aktiva tetap yang ada di perusahaan dibandingkan dengan SAK terdapat selisih dimana selisih tersebut nantinya akan berpengaruh pada biaya penyusutan serta berpengaruh pula pada perolehan laba pada akhir periode.
Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis dapat mengimplikasikan bahwa sebaiknya perusahaan mempertimbangkan perlakuan akuntansi aktiva tetap terutama biaya pemeliharaan dan perbaikan (capital expenditute dan revenue expenditure) sesuai dengan SAK agar nantinya dalam pemeriksaan laporan keuangan yang dilakukan oleh auditor dapat memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian.

 


Keyword : AKUNTANSI AKTIVA TETAP; STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/73/jiptummpp-gdl-s1-2005-azizatulza-3618-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


AKUNTANSI AKTIVA TETAP; STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN