PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI TOLOK UKUR KINERJA MANAJEMEN PADA PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) CABANG MALANG

Rahma Diana Caesar Yunan

Abstract


Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Malang dengan judul “ Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Tolok Ukur Kinerja Manajemen Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Malang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kinerja PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Malang jika diukur menggunakan Balanced Scorecard. Penelitian kinerja pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Malang dilakukan untuk tahun 2001,2002 dan 2003 dengan menggunakan Balanced Scorecard. Sedangkan data yang digunakan dalam peneitian ini adaah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari wawancara dan kuesioner, sedangkan data sekunder adalah data yang berupa laporan keuangan seperti neraca, laporan laba rugi dan data lain yaitu data nasabah, data karyawan dan laporan penilaian kinerja karyawan.
Balanced Scorecard merupakan salah satu metode pengukuran kinerja yang memperhatikan aspek keuangan dan non keuangan yang terdiri atas empat perspektif yaitu: perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Adapun teknik analisis yang digunakan untuk mengkaji kinerja perusahaan dengan Balanced Scorecard, untuk perspektif keuangan menggunakan Rasio CAMEL yabg terdiri atas aspek permodalan (Capital Adequacy Ratio), aspek kualitas aktiva produktif (Return On Risked Assets), aspek manajemen (Net Profit Margin), aspek rentabilitas (Return On Assets dan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional) dan aspek likuiditas (LQ1 dan LQ2) . Untuk perspektif pelanggan menggunakan Customer Core Measurement (Customer Retention, Customer Aqcuisition Customer Complain) dan Customer Value Proposition. Sedangkan pengukuran proses bisnis internal menggunakan Minimize Error Rate and Rework, Process Time dan Partner With Third Parti Providers. Dan untuk perspektif pembelajaran dan pertumbuhan diukur berdasarkan Employee Retention, Employee Training dan Employee Absenteism.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kinerja perusahaan adalah cukup baik. Dari perspektif keuangan menunjukkan kinerja yang kurang sehat, hal ini terlihat dari nilai kredit yang dicapai termasuk dalam predikat kurang sehat, meskipun dari tahun ketahun menunjukkan peningkatan. Untuk perspektif pelanggan menunjukkan kinerja yang cukup baik, hal ini terlihat dari Customer Retention dan Customer Acquisition yang cenderung menurun dan hasil analisis atas kuesioner yang disebarkan menunjukkan kinerja yang cukup baik pula. Sedangkan untuk perspektif proses bisnis internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan adalah baik.
Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis dapat memberi saran sebaiknya PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Malang dalam mengukur kinerjanya menggunakan Balanced Scorecard, karena perusahaan dapat mengukur kinerja perusahaan berdasarkan aspek keuangan dan non keuangan, sehingga dapat dilakukan perbaikan-perbaikan secara berkesinambungan dalam mewujudkan visi, misi dan tujuan perusahaan serta memudahkan pihak manajemen dalam penyusunan program untuk jangka panjang dan jangka pendek.

 

Keyword : balance scorecard; kinerja manajemen

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/6/jiptummpp-gdl-s1-2004-rahmadiana-277-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


balance scorecard; kinerja manajemen