ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI SUMBER DAYA MANUSIA DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA PT. EASTERNTEX PANDAAN-PASURUAN

Nur Milawati

Abstract


Sumber daya manusia merupakan asset utama suatu perusahaan. Oleh karena itu pengeluaran untuk sumber daya manusia lebih efisien jika tidak dimasukkan sebagai biaya yang dibebankan dalam satu periode melainkan diakui sebagai aktiva mengingat besarnya manfaat yang akan diterima dimasa yang akan datang. Hal tersebut diterapkan dalam konsep Akuntansi Sumber Daya Manusia. PT. Easterntex masih menggunakan konsep akuntansi konvensional dimana belum mengakui sumber daya manusia sebagai asset perusahaan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran kepada perusahaan mengenai penerapan akuntansi sumber daya manusia yang dapat digunakan sebagai alternatif konsep dalam penyusunan laporan keuangan PT. Easterntex.
Penerapan Akuntansi Sumber Daya Manusia pada PT. Easterntex menggunakan metode Historical cost. Dalam menerapkan konsep ini langkah yang dilakukan adalah merekap biaya yang berhubungan dengan sumber daya manusia, memisahkannya dari biaya administrasi dan umum, kemudian mengidentifikasi biaya tersebut ke dalam akuntansi sumber daya manusia.
Dalam penerapan konsep ini, laba PT. Easterntex yang dihasilkan pada periode 2001-2002 menggunakan akuntansi sumber daya manusia berbeda dengan laba menggunakan akuntansi konvensional. Selama periode tersebut laba akuntansi sumber daya manusia sebesar Rp 52.274.845.866,- dan Rp 35.302.683.957,-. Sedang laba menggunakan akuntansi konvensional sebesar Rp 52.200.000.000,- dan Rp 35.300.000.000,-.Sehingga diperoleh selisih Rp 74.845.866,- dan Rp 2.683.957,-. Selain itu konsep ini juga menunjukkan total asset akuntansi sumber daya manusia yang dimiliki PT. Easterntex juga berbeda dengan total asset akuntansi konvensional. Pada tahun 2001 dan 2002, total asset akuntansi sumber daya manusia sebesar Rp 354.684.033.333,- dan Rp 363.186.586.524,-. Sedang total asset akuntansi konvensional sebesar Rp 354.577.900.000,- dan Rp363.077.100.000,-. Sehingga diperoleh selisih sebesar Rp 106.133.333,- dan Rp 109.486.524,-. Selain menyajikan laporan keuangan yang lebih akurat, konsep ini juga meningkatkan produktivitas karyawan. Mereka akan lebih terpacu untuk lebih meningkatkan prestasi kerjanya karena merasa perusahaan sangat membutuhkan mereka sehingga proses produksi semakin meningkat.

 

Keyword : keuangan; historical cost

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/6/jiptummpp-gdl-s1-2004-nurmilawat-295-Pendahul-n.PDF


Keywords


keuangan; historical cost