EVALUASI TERHADAP SISTEM PEMBERIAN KREDIT DAN PENERIMAAN ANGSURAN PADA KOPERASI UNIT DESA JURUREJO NGAWI

Sugeng Budi Susetyo

Abstract


Tujuan didirikannya koperasi semata-mata adalah untuk peningkatan kesejahteraan anggot-anggotanya. Salah satu bidang usaha koperasi dalam rangka mencapai tujuan yang dimaksud adalah dengan menyalurkan kredit melalu Kredit Usah Tani (KUT). Dimana KUT tersebut secara spesifik bertujuan untuk membiayai usaha tani dalam rangka intensifikasi padi, kedelai dan jagung untuk petani. Berhasil tidaknya program pemerintah melalui KUT tersebut sangat bergantung pada sistem pemberian dan penerimaan angsuran yang sesuai dengan prinsip kehati-hatian.
Berdasarkan uraian singkat tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan sistem pengendalian intern khususnya pemberian kredit dan penerimaan angsuran, pada Koperasi Unit Desa Jururejo Ngawi kemudian memberikan petunjuk bagaimana mengekfektifkan sistem pengendalian intern tersebut.
Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut maka diperlukan data – data yang mendukung, adapun teknik pengumpulan pada penelitian ini dengan cara interview / wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah diskriptif kualitatif. Data – data yang digunakan diambil pada tahun 2003.
Berdasarkan penelitian dan analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Sistem dan prosedur pemberian kredit KUT pada KUD Jururejo Ngawi sedikitnya disimpulkan terdapat 3 kelemahan diantaranya adalah:
a) Tidak ditetapkannya prosedur bagi koperasi untuk melakukan survey pendahuluan yang melakukan pemeriksaan RDKK.
b) Tidak terdapatnya prosedur penagihan jika terdapat keterlambatan pembayaran angsuran kredit KUT oleh nasabah.
c) Tidak terdapat keterangan yang mengharuskan kasir menyimpan surat pengajuan pinjaman sesuai dengan nomor urut.
d) Belum ditetapkannya prosedur penagihan untuk nasabah yang menunggak pembayaran angsuran kredit.
2. Sedangkan pada sistem dan prosedur penerimaan angsuran kredit KUT, terdapat kelemahan yang menyangkut tumpang tindih tugas antara bagian pelaksana lapangan dengan kasir. Dimana bagian pelaksana lapangan menerima setoran angsuran kredit dari nasabah, yang semestinya penerimaan kas apapun bentuknya harus melalui kasir sedangkan pencatatan transaksi tersebut diserahkan kepada bagian akuntansi atau istilah yang digunakan pada KUD Jururejo Ngawi adalah juru buku
Dari kesimpulan tersebut ada beberapa saran yang dapat dijadikan pertimbangan bagi perusahan untuk mngatasinya, antara lain sebagai berikut:
1. KUD Jururejo Ngawi hendaknya menambahkan prosedur mengenai kegiatan untuk survey pendahuluan serta perlunya menetapkan ketentuan yang mengatur penagihan angsuran kredit yang macet.
2. Mengoptimalkan bagian pelaksana lapangan, khususnya untuk melakukan kegiatan survey pendahuluan bagi nasabah serta melakukan penagihan kepada nasabah yang terlambat melakukan pembayaran angsuran kredit.

 

Keyword : evaluasi pemberian kredit; penerimaan angsuran

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/21/jiptummpp-gdl-s1-2004-sugengbudi-1021-pendahul-n.pdf


Keywords


evaluasi pemberian kredit; penerimaan angsuran