PERLAKUAN AKUNTANSI PAJAK PERTAMBAHAN NILAI ( PPN ) DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR ( CV. PANGESTU KONSTRUKSI. MADIUN )

Tri Mardiyaningsih

Abstract


Penelitian ini merupakan penelitian deskriptik yaitu penelitian yang
mencatat, menguraikan secara teliti suatu keadaan dengan maksud untuk
didapatkan pemecahan masalah yang terbaik bagi perusahaan kontraktor CV.
Pangestu Konstruksi, Madiun, dengan judul perlakuan akuntansi PPN dan
pengaruhnya terhadap laporan keuangan pada perusahaan kontraktor
CV. Pangestu konstruksi, Madiun.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah perlakuan terhadap PPN
pada perusahaan kontraktor CV. Pangestu Konstruksi, Madiun telah dilakukan
pencatatan dan perhitungan yang sesuai dengan peraturan perpajakan UU. No.18
Tahun 2000 dan sesuai dengan SAK yang berlaku serta sejauh mana pengaruhnya
terhadap kewajaran laporan keuangan.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis data yang bersifat
kualitatif yaitu data yang berhubungan dengan keadaan perusahaan yang penulis
teliti, maupun data yang bersifat kuantitatif yaitu data yang berkaitan dengan
aktifitas perusahaan dalam menjalankan usahanya, serta didukung dengan literatur
– literatur yang berkaitan dengan masalah yang dibahas. Dalam penelitian ini
penulis meneliti bagaimana perlakuan akuntansi untuk PPN dan bagaimana
penyajiannya dalam laporan keuangan serta bagaiman pengaruhnya terhadap
laporan keuangan perusahaan.
Dari hasil penelitian menunjukan bahwa PPN dikenakan atas pertambahan
nilai dari penyerahan BKP atau JKP pada CV. Pangestu Konstruksi yang
merupakan perusahaan kontraktor yang sebagian besar ordernya diperoleh dari
pemerintah. Setiap menerima uang muka/termin akan dipotong besarnya PPN
yang terutang PPN ( Keluaran ) secara langsung oleh KPN. Sehingga uang muka
dan termin yang diterima adalah sebesar uang muka/termin tersebut setelah
dikurangi PPN terutang. Karena harga kontrak sudah termasuk PPN, maka
besarnya PPN yang dipungut adalah 10/110 x uang muka/termin yang diterima.
Karena PPN yang terutang atas penerimaan uang muka/termin dipotong langsung
oleh KPN, maka dalam perhitungan laba – rugi PPN tersebut akan diperlakukan
sebagai pengurang dari pendapatan proyek bruto yang diterima perusahaan.
Mekanisme yang digunakan perusahaan dalam menghitung pajak terutang
adalah mekanisme kredit pajak yaitu mencatat PPN Masukan pada saat pembelian
material dam nmencatat PPN Keluaran pada saat perusahaan menerima
pembayaran termin/uang muka. PPN Masukan merupakan aktiva lancar dan PPN
Keluaran merupakan Hutang lancar. Kedua PPN dimatcing dan saldonya disajikan
dalam neraca. Apabila PPN Masukan lebih besar maka terjadi lebih bayar dan
akan dikompensasikan untuk masa pajak berikutnya yang nantinya dapat diminta
kembali ( restitusi pajak ). Dan apabila PPN Keluaran lebih besar berarti terjadi
utang pajak yang nampak pada kelompok hutang lancar. Dalam neraca perusahaan
tidak dipisahkan antara hutang PPN dan hutang PPh, sehingga membingungkan
pemakainya.

 

Keyword : PPN; Restitusi pajak

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/7/jiptummpp-gdl-s1-2004-trimardiya-328-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


PPN; Restitusi pajak