ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI ALAT UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PADA PG KREBET BARU

Theresia Kartika Lukito Purnama Sari

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada Pabrik Gula Krebet Baru dengan judul “Analisis Laporan Keuangan Sebagai Alat Untuk Mengukur Kinerja Keuangan pada PG Krebet Baru”
Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kinerja keuangan PG Krebet Baru dari tahun 2000-2003 apabila ditinjau dari profitabilitas dan efisiensinya.
Alat analisis yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan PG Krebet Baru menggunakan rasio. Metode tolok ukur yang digunakan adalah time series. Rasio yang digunakan adalah rasio profitabilitas dan efisiensi. Pada rasio profitabilitas yang digunakan adalah net profit margin, return on invesment dan operating profit margin. Pada rasio efisiensi rasio yang digunakan adalah average collection period, inventory turn over dan total aset turn over. Apabila rasio profitabilitas dan efisiensi mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, maka dapat dikatakan kinerja keuangannya baik. Apabila rasio profitabilitas dan efisiensi mengalami penurunan dari tahun ke tahun, maka dapat dikatakan kinerja keuangannya tidak baik. Untuk average collection period, apabila rasio mengalami peningkatan maka, dapat dikatakan kinerja keuangannya tidak baik dan apabila rasio mengalami penurunan maka dapat dikatakan kinerjanya baik.
Dari hasil analisis dengan menggunakan rasio, maka dapat diketahui bahwa kinerja keuangan PG Krebet Baru selama tahun 2000-2003 mengalami fluktuasi baik dari segi profitabilitas maupun efisiensi. Untuk perhitungan inventory turn over ratio pada rasio efisiensi, untuk produk gula kurang tepat apabila digunakan sebagai bahan analisis. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa rasio setelah mengalami peningkatan kembali mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi PG Krebet Baru kurang baik.
Dari hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan PG Krebet Baru, kurang baik baik dilihat dari segi profitabilitas maupun efisiensi. Profitabilitas menurun disebabkan karena, meningkatnya biaya produksi dan adanya kelebihan investasi dalam aktiva. Efisiensi menurun disebabkan karena, perusahaan kurang efisien dalam mengelola usahanya. Hal ini dapat diketahui dari adanya kelebihan yang terdapat dalam persediaan maupun kas dan setara kas.

 

Keyword : laporan keuangan; mengukur kinerja

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/25/jiptummpp-gdl-s1-2004-theresiaka-1204-Pendahul-n.PDF


Keywords


laporan keuangan; mengukur kinerja