PERLAKUAN AKUNTANSI BIAYA SOSIAL SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA RSU Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Lilik Yuliana

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada RSU Dr. Saiful Anwar Malang dengan judul ”Perlakuan Akuntansi Biaya Sosial Serta Implikasinya Terhadap Laporan Keuangan pada RSU Dr. Saiful Anwar Malang”.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perlakuan akuntansi terhadap dana yang dikeluarkan untuk biaya sosial , mengetahui ada/tidaknya kesesuaian antara perlakuan akuntansi biaya sosial dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan untuk mengetahui implikasi perlakuan akuntansi biaya sosial terhadap laporan keuangan.
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitif, yaitu penelitian yang dilakukan dengan berusaha mencari gambaran mengenai perlakuan akuntansi biaya sosial serta implikasinya dan menelaahnya berdasarkan teori tertentu sehingga dapat diambil kesimpulan. Alat analisis yang digunakan adalah :untuk permasalahan pertama pembahasan dilakukan dengan cara menjelaskan praktek perlakuan akuntansi biaya sosial yang selama ini dijalankan rumah sakit. Untuk permasalahan kedua pembahasan dapat dilakukan dengan cara mengkomparasikan teori prinsip akuntansi yang berlaku umum ataupun SAK, jika ada dengan praktek yang selama ini dijalankan rumah sakit. Dan untuk permasalahan ketiga akan dijelaskan secara kualitatif dengan menganalisa implikasi praktek perlakuan akuntansi biaya sosial yang telah dikomparasikan dengan SAK yang berlaku umum dengan laporan keuangan rumah sakit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya-biaya yang berkaitan dengan prasarana dan sarana pengelolaan lingkungan hidup ditanggung rumah sakit dan dibebankan sebagai biaya rumah sakit, sedangkan biaya sosial yang berkaitan dengan komunitas sosial rumah sakit perlakuan akuntansinya sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku umum. Sehingga mempengaruhi perolehan laba rumah sakit, yaitu laba menjadi turun.
Dari hasil analisis, sesuai dengan SAK dan ketentuan yang berlaku umum ada beberapa pos pengeluaran yang semula dibebankan sebagai biaya rumah sakit bisa dialihkan perlakuannya sebagai komponen dalam neraca yaitu dalam pos aktiva tetap. Akibatnya biaya rumah sakit yang ditanggung dapat ditekan. Akibat lebih jauh ternyata laba yang diperoleh rumah sakit bisa sedikit meningkat dan asset yang dimiliki rumah sakit yang nampak dalam neraca juga meningkat.
Berdasarkan uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa perlakuan akuntansi biaya sosial di rumah sakit secara umum sudah dapat dikatakan benar, hanya terdapat kesalahan dalam memasukkan komponen dalam biaya. Saran yang dapat diberikan yaitu untuk biaya prasarana dan sarana pengelolaan lingkungan seharusnya dimasukkan dalam komponen neraca dalam aktiva tetap, rumah sakit sebaiknya lebih memahami tentang bagaimana perlakuan akuntansi yang benar terhadap biaya sosial agar laba yang diperoleh rumah sakit menjadi lebih besar, dan hendaknya rumah sakit menjalin atau membina hubungan baik dengan masyarakat sekitar lingkungan agar tercipta suasana yang baik antara kedua belah pihak.

 

Keyword : biaya sosial; SAK

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/7/jiptummpp-gdl-s1-2004-lilikyulia-322-Pendahul-n.pdf


Keywords


biaya sosial; SAK