LAPORAN KOREKSI FISKAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN ARUS KAS PADA PT. JATI RAHAYU KEDIRI

Didik Widianto

Abstract


Laporan koreksi fiskal merupakan salah satu laporan keuangan yang dibuat secara khusus oleh suatu perusahaan. Laporan tersebut disusun untuk kepentingan perpajakan. Oleh karena penyusunannya merupakan koreksi atas laporan keuangan komersial maka diadakan penyesuaian-penyesuaian perlakuan akuntansi untuk beberapa pos. Ketentuan penyusunan laporan koreksi fiskal ini adalah untuk menentukan penghasilan kena pajak sehingga didalam SAK diatur didalam PSAK No. 46 tentang akuntansi pajak penghasilan. Dari laporan koreksi fiskal yang disusun akan menghasilkan pajak lebih bayar atau pajak kurang bayar. Demikian pula halnya pada PT. Jati Rahayu Kediri tentunya diperlukan laporan koreksi fiskal untuk menyesuaikan laporan keuangan komersial dengan aturan perpajakan.
Sejauh mana pengaruhnya laporan koreksi fiskal terhadap laporan arus kas merupakan permasalahan yang diangkat pada penelitian ini. Sehingga sebagai tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh laporan koreksi fiskal terhadap laporan arus kas pada PT. Jati Rahayu Kediri. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian diskriptif mengingat isinya adalah penggambaran suatu keadaan yang sebenarnya terjadi pada sebuah objek penelitian
Berdasarkan pembahasan yang telah diuraiakan, maka dapat dirumuskan kesimpulan yang merupakan jawaban dari rumusan masalah pada penelitian ini yaitu:
Sebagai sebuah perusahaan yang cukup besar di Kabupaten Kediri, PT. Jati Rahayu Kediri sangatlah berkepentingan terhadap perencanaan pajak. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa langkah ? langkah yang perlu ditempuh berkenaan dengan penghematan pembayaran pajak adalah dengan melakukan koreksi fiskal terhadap laporan keuangan. Dimana hasil koreksi fiskal tersebut akan mengakibatkan terdapatnya rekeking ? rekening yang tidak boleh diakui oleh PT. Jati Rahayu Kediri menurut aturan perpajakan. Dari hasil perhitungan didapatkan beda waktu pembebanan terhadap biaya penyusutan yang berdampak pada penambahan beban penyusutan PT. Jati Rahayu Kediri. Adapun beda tetap pada laporan keuangan PT. Jati Rahayu Kediri terdapat pada biaya ? biaya baik biaya produksi maupun biaya operasional. Biaya ? biaya yang tergolong beda tetap adalah biaya yang menurut aturan perpajakan tidak boleh diakui oleh PT. Jati Rahayu Kediri sebagai biaya, diantaranya berdasarkan hasil analisis data biaya tersebut adalah: biaya perbaikan sepeda motor karyawan, sumbangan untuk perayaan hari hari besar nasional dan hari besar keagamaan, pemberian bonus tahunan kepada karyawan. Hasil koreksi fiskal tersebut berdampak pada lebih rendahnya laba yang dihasilkan oleh perusahaan sehingga pajak penghasilan yang dibayar terjadi lebih bayar. Untuk itu PT. Jati Rahayu Kediri menerima pengembalian pajak yang lebih bayar tersebut atau dikenal dengan istilah restitusi pajak..
Berkenaan dengan lebih bayar dari pos pajak penghasilan tersebut tentu akan berpengaruh terhadap laporan arus kas. Dimana pada kas bersih dari aktivitas operasi akan mengalami kenaikan sejumlah nilai lebih bayar pajak penghasilan. Sudah barang tentu kas tunai PT, Jati Rahayu Kediri menurut laporan keuangan komersial akan berbeda dengan laporan keuangan fiskal. Selisih yang terjadi adalah selisih positif mengingat pengembalian pajak dari pos pajak penghasilan tersebut akan menambah kas tunai perusahaan.

 

Keyword : KOREKSI FISKAL; ARUS KAS

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/72/jiptummpp-gdl-s1-2005-didikwidia-3597-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


KOREKSI FISKAL; ARUS KAS