AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI GUNA MENINGKATKAN EFISIENSI DI BAGIAN PRODUKSI PT. SEMEN TONASA PANGKEP SULAWESI SELATAN

YURNIDA YURNIDA

Abstract


Dalam mencapai laba yang optimal perusahaan dituntut lebih meningkatkan aktivitasnya, guna meningkatkan volume penjualan dan berusaha menekan biaya-biaya produksi seefisien mungkin dengan tetap menjaga kualitas produksinya. Dengan menyusun anggaran biaya produksi sebagai pedoman pelaksanaan dan membandingkan antara anggaran dengan realisasi secara berkala untuk mencari sebab ketidak efisienan. Untuk keperluan ini manajemen puncak harus dapat menciptakan suatu sistem akuntansi yang tepat, terutama sistem akuntansi yang berkaitan dengan masalah pengendalian.
Akuntansi pertanggung jawaban merupakan suatu bentuk pengendalian atas bagian yang tidak bisa diawasi secara langsung oleh manajer puncak. Akuntansi pertanggung jawaban merupakan suatu sistem yang menetapkan adanya pusat-pusat pertanggung jawaban. Misalnya pusat biaya yaitu departemen produksi. Pada departemen produksi ini sebagian besar biayanya mempunyai hubungan yang proporsional dengan outputnya oleh karena itu pengendalian pada biaya produksi sangat berperan sekali. Untuk menjaga agar biaya produksi yang akan dikeluarkan tidak melebihi dari anggaran yang telah ditetapkan. Begitu pentingnya pengendalian biaya produksi melalui akuntansi pertanggungjawaban, maka penulis tertarik untuk meniliti Akuntansi Pertanggungjawaban sebagai Alat Pengendalian Biaya ProduksiGuna Meningkatkan Efisiensi di Bagian Produksi.
Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus, yang dilakukan di PT. Semen Tonasa ? Pangkep Sulawesi Selatan. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dengan teknik pengumpulan data adalah dokumentasi. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan analisis satu selisih dalam menganalisa biaya produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.
Dari hasil penelitian yang dilakukan di PT. Semen Tonasa ? Pangkep Sulawesi Selatan di bagian produksi terjadi selisih unfavourable/rugi atas biaya biaya tenaga kerja sebesar 130,750 dan overhead pabrik sebesar 142,530,396,81 sedangkan untuk biaya bahan baku terjadi selisih favourable/menguntungkan sebesar 65,251,270. Secara keseluruhan biaya produksi yang dihasilkan oleh PT. Semen Tonasa Pangkep ? Sulawesi Selatan terjadi selisih unfavourable/rugi sebesar 141,879,191,61. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan proses produksi perusahaan pada penerapan biaya overhead pabrik dan biaya tenaga kerja kurang efisien, apalagi ditunjang dengan tidak terrealisasinya budget produksi yang diharapkan dan biaya overhead pabrik yang melampaui dari budget yang di tetapkan.
Terjadinya selisih unfavourable pada biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik menunjukkan adanya penyimpangan biaya produksi antara budget perusahaan dengan realisasi yang telah dilaksanakan oleh bagian produksi hal ini terbukti dari adanya selisih yang merugiakan bagi perusahaan, dimana bagian produksi tidak dapat merealisasikan tingkat produksi yang telah dianggarkan.

 

Keyword : PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/72/jiptummpp-gdl-s1-2005-yurnida976-3598-Pendahul-n.pdf


Keywords


PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI