KEMUNGKINAN PENERAPAN SISTEM JUST IN TIME ( JIT) SEBAGAI UPAYA UNTUK MEMINIMALKAN PERSEDIAAN PADA PT. MUJARI

Ririn Tri Sugiarti

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada PT. MUJARI dengan judul ?Kemungkinan penerapan sistem Just In-Time (JIT) sebagai upaya untuk meminimalkan persediaan pada PT. MUJARI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah perusahaan telah menerapkan sistem Just In-Time serta untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang dihadapi perusahaan yang berkenaan dengan persediaan, sehubungan dengan pemakaian Just In-Time dan untuk mengetahui efisiensi yang dihasilkan.
Berdasarkan analisa data yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa perusahaan belum dapat menerapkan Just In-Time secara keseluruhan, tetapi akan lebih baik bagi perusahaan untuk menekan tingkat persediaan ke tingkat persediaan minimum, karena tingkat persediaan minimum yang ditetapkan perusahaan selama ini melebihi jumlah persediaan minimum yang layak, sehingga tingkat efisiensi dapat tercapai.
Alat analisa yang digunakan untuk mengetahui tingkat efisiensi biaya pemesanan dan biaya penyimpanan adalah dengan menggunakan analisa Economic Order Quantity (EOQ) dan analisa Just In-Time (JIT), kemudian membandingkan hasil perhitungan EOQ dan JIT tersebut.
Hasil perhitungan dengan alat analisa EOQ untuk frekuensi pemesanan adalah 22 kali (polyester) dan 21 kali (rayon), periode pemesanan adalah 16 hari (polyester) dan 13 hari (rayon), dan total biaya pemesanan dan biaya penyimpanan sebesar Rp 360.722.187 sedangkan hasil perhitungan dengan alat analisa JIT untuk frekuensi pemesanan adalah 360 kali (polyester) dan 300 kali (rayon), periode pemesanan untuk polyester dan rayon adalah sama yaitu 1 hari, dan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan sebesar Rp 109.549.684. Hal ini disebabkan adanya penurunan lot ekonomis yaitu dari 408,33 bale (polyester) dan 208,95 bale (rayon) menjadi 25,06 bale (polyester) dan 14,64 bale (rayon).
Dari hasil analisa EOQ dan JIT tersebut, maka tingkat efisiensi yang dapat dicapai jika perusahaan menerapkan Just In-Time adalah sebesar Rp 251.172.503
Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis dapat menyarankan bahwa sebaiknya PT. MUJARI mulai mencoba menerapkan sistem Just In-Time dalam operasional aktivitas sehari-hari, seperti pembelian bahan baku, produksi dan distribusi barang jadi. Karena Just In-Time merupakan suatu sistem, sehingga tidak bisa diterapkan hanya pada satu bagian saja, untuk itu perlu melakukan perbaikan secara kontinue dan menyeluruh.

 

Keyword : SISTEM JUST IN TIME ( JIT)

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/73/jiptummpp-gdl-s1-2005-ririntrisu-3602-PENDAHUL-N.PDF


Keywords


SISTEM JUST IN TIME ( JIT)