ANALISIS PENGARUH KEBIJAKAN PIUTANG USAHA TERHADAP PENJUALAN PADA PERUSAHAAN ROKOK RETJO PENTUNG TULUNGAGUNG

Widodo Widodo

Abstract


Perusahaan Rokok Retjo Pentung Tulungagung adalah sebuah perusahaan manufactur yang bergerak dalambidang produksi rokok. Dalam proses penjualan hasil produksinya Perusahaan Rokok Retjo Pentung Tulungagung melakukan penjualan dengan dua cara yaitu dengan penjualan tunai dan kredit. Penjualan secara tunai akan langsung masuk kedalam kas perusahaan sedangkan penjualan secara tunai akan langsung masuk kedalam kas perusahaan sedangkan penjualan secara kredit akan menimbulkan piutang. Dengan demikian memberikan piutang berarti perusahaan telah menanamkan sebagian modalnya didalam piutang yang telah diberikan pada pihak lain. Dengan melaksanakan penjualan dengan cara kredit maka akan dapat menimbulkan beberapa resiko. Diantaranya yaitu resiko keterlambatan dalam pelunasan piutang – piutangnya juga dapat merugikan perusahaan sebab modal yang semestinya dapat dioperasikan lebih cepat, terpendam lama dalam piutang. Sehingga hal tersebut berpengaruh terhadap system penjualan kredit. Maka sesuai dengan judl skripsi ;
“ANALISIS PENGARUH KEBIJAKAN PIUTANG USAHA TERHADAP PENJUALAN PADA PERUSAHAAN ROKOK RETJO PENTUNG TULUNGAGUNG” maka tujuan dilakukanpn ini adalah untuk mengetahuoi pengaruh yang ditimbulkannya dari kebijakan piutang usaha terhadap penjualan perusahaan. Dan untuk mengetahui hal tersebut maka ada beberapa aspek yang diteliti antara lain cara penjualan, proses penjualan kredit, seleksi penjualan kredit dan kebijakan dalam pengumpulan piutang.
Metode penelitian yang digunaklan adalah study kasus yakni penelitian yang ditujukan untuk meneliti kasus yang terjadi dalam Perusahaan Rokok Retjo Pentung Tulungagung khususnya yang berkaitan dengan kebijakan piutang usaha. Dari analisa data-data yang diperoleh ternyata pengaruh kebijakan piutang usaha terhadap penjualan belum efektif. Tinggi rendahnya perputaran piutang mempunyai dampak yang langsung terhadap proses penjualan. Dengan demikian semakin besar penjualan kredit maka dengan sendirinya akanmemperbesar pula jumlahg investasi dalam piutang usaha, hal ini berarti bahwa makinbesar volume penjualan kredit perusahaan harus menyiapkan dana yang lebih besar guna mendukung proses penjualan dan juga dapat diketahui bahwa antar tingkat perputaran piutang usaha dan waktu rata-rata pengumpulan piutang mempunyai hubungan yang berlawanan. Makin tinggi perputarannya berarti makin pendek waktu pengumpulan piutang. Tingkat perputaran piutang menggambarkan tingkat efektivitas modal perusahaan yang tertanam dalam piutang usaha. Apabila tingkat perputaran rendah berarti efisiensi modal yang tertanam dalam piutang usaha rendah juga. Sedangkan tingkat perputaran piutang tinggi maka efisensi investasi modal dalam piutang usaha juga tinggi.
Maka dari hasil penelitian dan analisa data dapat diambil kesimpulan bahwa hari rata-ratya pengumpulan piutang selama periode Oktober 2000 sampai dengan juni 2002 mengalami keterlambatan antara 2 sampai dengan 19 hari. Perusahaan Rokok Retjo Pentung Tulungagung belum melakukan pengumpulan dan pencairan piutang cara efektif. Namun mulai januari 2002 sampai dengan juni 2002 keterlambatamn pencairan piutang terus menurun. Faktor intern yang mempengaruhi adalah : administrasi unit kerja yang menangani proses pembuatan dan penerbitan faktur tagihan masih perlu dibenahi. Sehingga masih dijumpai faktur tagihan yang isinya kurang informasi sehingga debitur cenderung menunda pembayaran, disamoing itu juga penerbitan faktur tagihan yang belumn terjadwal dan bagian penagih yang kurang intensif sehinggfa tindakan yang harus dilakukan adalah :
1. Meningkatkan profesionalisme kerja unit yang menangani pembuatan dan penerbitan faktur tagihan, sehingga faktur dapat diberikan pada saat penyerahan barang dan sejelas mungkin.
2. Menerapkan sanksi yang keras dan tegas terhadap debitur yang dengan sengaja menunda pembayaran
3. Perlu diadakan seleksi yang lebih baik bagi para calon debitur karena hal ini sangat berpengaruh terhadap kerja sama selanjutnya.
4. Lebih mengintensifkan lagi petugas penagihan monitoring, kunjungan dan komunikasi dengan debitur guna mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh debitur dalam penyelesaian piutang
5. mencoba memberikan diskon (potongan harga) bagi debitur yang melaksanakan pembayaran lebih awal.

 

Keyword : kebijakan piutang usaha

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/21/jiptummpp-gdl-s1-2004-widodo9862-1023-PENDAHUL-N.PDF


Keywords


kebijakan piutang usaha