APLIKASI MODEL CAMEL DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT. BANK SYARIAH MANDIRI

Yanti Putri Rahayu

Abstract


Penelitianini merupakan studi pada PT. Bank Syariah Mandiri dengan Judul "Aplikasi Model CAMEL dalam Menilai Kinerja Keuangan Pada PT. Bannk Syariah Mandiri".
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Bank Syariah Mandiri jika dilihat dengan menggunakan analisis CAMEL.
Alat analisis yang digunakan unutuk mengetahui kinerja keuangan PT. Bank Syariah Mandiri menggunakan analisis CAMEL, yang meliputi Capital Adequacy Ratio (CAR), Asset Quality (Kualitas Aktiva Produktif), Management Risk (Resiko Manajemen), Earning (Rentabilitas), dan Liquidity (Likuiditas). Rasio CAR diukur dengan 'membandingkan antara modal dengan Aktiva Tertimbang Menurut Resiko. Rasio CAR harus mencapai mininmal 4 % dari yang ditetapkan oleh BI. Penilaian terhadap KAP ditentukan Berdasarkan Rasio Aktiva Produktif yang Diklasifikasikan terhadap Aktiva Produktif dan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) Yang Dibentuk dengan PPAP Yang Wajib Dibentuk oleh bank. Penilaian terhadap Resiko Manajemen mencakup manajemen umum dan manajemen resiko yang diukur dengan mengggunakan daftar pertanyaan. Rasio Rentabilitas diukur dengan menggunakan rasio ROA yang mengukur kemampuan bank dalam menghasilkan laba dan rasio BOPO yang mengukur efisiensi bank dalam menjalankan kegiatan operasionalanya. Sedangkan tingkat Likuiditas diukur dengan membandingkan Kewajiban Bersih Antar Bank terhadap Modal Inti dan perbandingan antara Jumlah Kredit Yang Diberikan terhadap Dana Yang diterima Bank.
Dari hasil perhitungan dapat dikatakan bahwa secara umum kinerja keuangan PT. Bank Syariah Mandiri dalam kondisi sehat. Ini dapat dilihat dari basil perhitungan nilai bersih rasio CAMEL yang meningkat dari tahun ke tahun, yaitu sebesar 89,41 % pada tahun 2001, 93,41 % pads tahun 2002, dan 95,63 % pada tahun 2003. Nilai CAR juga melebihi standar yang ditetapkan Oleh BI yaitu sebesar 4 %. Dari sisi KAP dapat diketahui bahwa bank mampu mengurangi adanya cadangan yang dibentuk untuk mengatasi adanya pembiayaan bermasalah. Bank juga mampu meningkatkan rentabilitas melalui peningkatan labanya. Tingkat likuiditas bank menunjukkan bahwa bank mampu rnemenuhi kebutuhan nasabahnya dalam menarik dananya dan mampu mengalokasikan dana yang dihasilkan bank.
Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis dapat mengimplikasikan bahwa bank tetap hams menjaga agar rasio CAMEL yang telah dihasilkan tetap pads kondisi yang baik dan sehat. PT. Bank Syariah Mandiri bisa mengurangi penanaman atas aktiva yang mengandung resiko tinggi. Bank juga harus dapat mengalokasikan dananya pada aktiva produktif yang dapat memberikan tambahan pendapatan bagi bank dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.

 

Keyword : model camel; CAR; asset quality

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/6/jiptummpp-gdl-s1-2004-yantiputri-280-1.+PENDA-N.pdf


Keywords


model camel; CAR; asset quality