ANALISIS Z-SCORE SEBAGAI ALAT UNTUK MEMPREDIKSI KEGAGALAN BISNIS PADA PERUSAHAAN YANG LISTING DAN DELISTING DI BURSA EFEK JAKARTA

Intan Cahyo Wulan

Abstract


Penelitian ini merupakan penelitian eksplanantori yaitu penelitian yang menjelaskan macam hubungan tertentu atau menetapkan perbedaan antar kelompok, dengan Judul ?Analisis Z-Score sebagai Alat untuk Memprediksi Kegagalan Bisnis pada Perusahaan yang Listing dan Delisting di Bursa Efek Jakarta?.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi keuangan (sehat, rawan atau bangkrut) pada perusahaan listing dan delisting di Bursa Efek dan mengetahui variabel yang paling berpengaruh dalam penentuan kondisi keuangan perusahaan listing dan perusahaan delisting.
Dalam penelitian ini, penulis mengambil hipotesis, yaitu tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel X (rasio modal kerja terhadap total aktiva), X (rasio laba ditahan terhadap total aktiva), X (rasio laba sebelum pajak dan bunga terhadap total aktiva), X (rasio nilai pasar saham dengan nilai buku hutang) dan X (rasio penjualan terhadap total aktiva) terhadap nilai Z, antara perusahaan listing dan perusahaan delisting.
Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui kondisi keuangan (sehat, rawan atau bangkrut) pada perusahaan listing dan delisting dengan menggunakan analisis Z-Score, dan untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh dalam penentuan kondisi keuangan perusahaan listing dan delisting dengan menggunakan analisis regresi berganda. Tolok ukur untuk menentukan kondisi keuangan adalah nilai Z-Score (Z), jika Z < 1,20 berarti perusahaan dalam kondisi rawan, jika 1,20 ≤ Z ≤ 2,90 berarti perusahaan dalam kondisi bangkrut dan jika Z > 2,90 maka perusahaan dalam kondisi sehat. Sedangkan untuk menentukan variabel yang berpengaruh dalam penentuan kondisi keuangan dilihat dari besarnya nilai signifikansi, jika sig < 0,05 maka terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen, dan untuk menentukan variabel yang paling berpengaruh adalah dengan melihat t hitung yang paling besar
Hasil perhitungan dengan analisis Z-Score dalam menentukan kondisi keuangan diperoleh hasil bahwa pada perusahaan listing terdapat 4 perusahaan sehat, 8 perusahaan rawan dan 3 perusahaan bangkrut, dan semua variabel independennya berpengaruh terhadap variabel dependen dengan sig 0,000 dan variabel yang paling berpengaruh adalah variabel X4 (rasio nilai pasar saham terhadap nilai buku hutang ) dengan t hitung sebesar 940,014. Pada perusahaan delisting terdapat 14 perusahaan rawan dan 1 perusahaan bangkrut, dan semua variabelnya berpengaruh dengan sig 0,000 kecuali variabel X1 yang terpaksa dikeluarkan karena terdapat multikolinieritas dan variabel yang paling berpengaruh adalah variabel X2 (rasio laba ditahan terhadap total aktiva) dengan nilai t hitung sebesar 16,164. Dengan demikian hipotesis penelitian ditolak.
Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis menyarankan bahwa sebaiknya untuk perusahaan yang sehat tetap mempertahankan kondisi keuangan dan untuk perusahaan yang rawan atau bangkrut segera memperbaiki diri agar tetap bertahan.

 

Keyword : Z-Score dan Kegagalan Bisnis

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/86/jiptummpp-gdl-s1-2005-intancahyo-4279-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Z-Score dan Kegagalan Bisnis