EVALUASI ATAS PERLAKUAN AKUNTANSI PENGAKUAN PENDAPATAN PADA PT. (PERSERO) ASURANSI JIWASRAYA CABANG MALANG (DITINJAU KESESUAIANNYA DENGAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN No. 36 TENTANG ASURANSI JIWA)

M. HADI SUWANTO

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada Perusahaan PT. Asuransi Jiwasraya Cabang Malang dengan judul ? Evaluasi Atas Perlakuan Akuntansi Pengakuan Pendapatan Pada PT. (Persero) Asuransi Jiwasraya Cabang Malang (Ditinjau Kesesuaiannya Dengan PSAK No. 36 Tentang Asuransi Jiwa)?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perlakuan akuntansi pengakuan pendapatan pada PT. Asuransi Jiwasraya, serta untuk mengetahui apakah perlakuan akuntansi pengakuan pendapatan pada PT. Asuransi Jiwasraya telah sesuai dengan PSAK.No. 36 tentang asuransi jiwa.
Perlakuan akuntansi pengakuan pendapatan pada PT. Asuransi Jiwasraya diakui pada saat pemegang polis melakuan kewajibannya. Contoh sampel dalam pembahasan disajikan dari bukti setoran atau pembayaran pemegang polis dengan jenis premi berkala yang dibayarkan setiap bulan atas nama Bedak Delapan. Setoran yang dilakukan oleh Bedak Delapan dengan mengasuransikan karyawannya senilai Rp. 300.000,00 akan dievaluasi dengan metode IMRVP, yang meliputi; Identification, Measurement, Recognition, Valuation, dan Presentation. Metode presentation akan disajikan laporan keuangan yang berupa neraca dan laporan laba rugi periode 2000, 2001, dan 2002.
Perlakuan akuntansi pengakuan pendapatan disajikan dengan tabel perbandingan manurut PSAK, No. 36 dengan kenyataan pada PT. Asuransi Jiwasraya. Perbandingan diambil tiga item, yaitu; pertama pendapatan premi sudah sesuai yang diakui pada saat jatuh tempo dari pemegang polis. Kedua penyajian neraca tidak sesuai, karena PT. Asuransi Jiwasraya mendahulukan aktiva lancar baru kemudian akun investasi seharusnya akun investasi dulu baru kemudian aktiva lancar. Karena dengan mendahulukan akun investasi, maka dalam laporan keuangan akan menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya kepada pemegang polis. Ketiga laporan laba rugi sudah sesuai yang telah disajikan sedemikian rupa yaitu disusun dalam bentuk single step.
Berdasarakan kesimpulan diatas, penulis dapat menyarankan bahwa perusahaan hendaknya mempertahankan kondisi pencatatan sistematis dengan perlakuan akuntansi pendapatan premi yang ditangguhkan agar sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 36 tentang asuransi jiwa. Disamping itu, perusahaan perlu koordinasi yang baik tentang penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan PSAK No. 36 untuk kantor pusat maupun kantor cabang serta pihak-pihak yang berkompeten didalamnya.

 

Keyword : Evaluasi; Standart akuntansi keuangan

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/88/jiptummpp-gdl-s1-2005-mhadisuwan-4379-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Evaluasi; Standart akuntansi keuangan